Pages

Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka







PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Standar Kompetensi :
    1.    Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka

Kompetensi Dasar :
1.1. Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka

1.       Pengertian idiologi menurut para ahli :

            a. Nicollo Machiavelli dalam bukunya berjudul  IL Principle dikatakan,bahwa:

         Idiologi adalah pengetahuan mengenai cara mendapatkan, menyembunyikan dan               mempertahankan kekuasaan dengan memamfaatkan konsepsi keagamaan dan tipu daya.

            b. Louis Althusser, idiologi adalah pandangan hidup sebab idiologi mengajarkan     pada setiap orang tentang bagaimana cara menjalankan hidup di dunia bukan mengajarkan apa itu dunia.


Pengertian idiologi secara luas dan sempit :

            Dalam arti luas :
Idiologi menunjuk pada pedoman dalam berpikir ataupun bertindak sebagai pedoman hidup dalam semua segi kehidupan, baik pribadi maupun umum.

            Dalam arti sempit :
Idiologi menunjuk pada pedoman baik dalam berpikir maupun bertindak sebagai pedoman hidup dalam bidang tertentu. 

            Sebuah idiologi dapat bertahan dalam menghadapi perubahan dan tantangan dalam masyarakan apabila idiologi itu memiliki 3 dimensi, yaitu :

(1). Dimensi Realita
 yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk mencerminkan realita yang hidup dimasyarakat dimana ia lahir atau kenyataan saat awal kelahirannya.

(2).  Dimensi Idealisme 
yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan.

(3).  Dimensi Fleksibelitas 
yaitu kemampuan suatu idiologi dalam mempengaruhi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakatnya dengan menemukan tafsiran-tafsiran sesuai dengan kenyataan baru yang muncul dihadapannya.

Catatan :

            Idiologi negara bukan idiologi milik negara, tetapi idiologi negara adalah gagasan fundamental mengenai hidup bernegara.  Oleh karena itu Pancasila sebagai Idiologi negara adalah gagasan fundamental mengenai hidup bernegara milik seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya milik negara atau rezim pemerintah.
Idiologi negara Indonesia,adalah Pancasila

2.    PENGERTIAN PANCASILA :
    A.          PENGERTIAN PANCASILA SECARA ETIMOLOGIS :
Pancasila , berasal dari bahasa Sansekerta ( India ), yaitu bahasa yang digunakan oleh kasta Brahmana, yang terdiri dari dua kata yaitu :
·          Panca , yang artinya lima
·          Syila, yang artinya batu sendi, alas atau dasar
Jadi, secara etimologis kata PANCASILA berarti berbatu sendi lima.

Yang dimaksud dengan berbatu sendi lima tersebut, sesuai ajaran Budha adalah merupakan lima aturan ( larangan ) atau five moral principles,
 yang meliputi :
·          Janganlah mencabut nyawa makhluk hidup / membunuh
·         Janganlah mengambil barang yang tidak diberikan / mencuri
·          Janganlah berhubungan kelamin / berzina
·          Janganlah berkata palsu / berdusta
·          Janganlah meminum -minuman yang menghilangkan pikiran / minuman keras

Pada saat agama Islam mulai tersebar ke seluruh Indonesia maka sisa – sisa pengaruh ajaran moral Budha ( pancasila ) ternyata masih tetap melekat dalam kehidupan masyarakat Jawa, yang dikenal dengan istilah lima larangan atau lima pantangan moralitas, yaitu dilarang :
·          Mateni, artinya membunuh
·          Maling, artinya mencuri
·          Madon, artinya berzina
·          Mabok, artinya meminum -minuman keras atau menghirup candu
·          Main, artinya berjudi

Karena semua huruf awalnya adalah huruf “ M” maka lima prinsip moral tersebut dikenal dengan sebutan : “ Ma lima “ atau “ M5 “ yaitu larangan untuk melakukan hal – hal yang telah dilarang / menjadi pantangan seperti tersebut diatas .

   B.           PENGERTIAN PANCASILA SECARA HISTORIS

                  Istilah Pancasila mulai secara resmi menjadi bahasa Indonesia yaitu sejak disahkannya UUD 1945, termasuk pembukaan UUD 1945 dimana di dalamnya memuat isi rumusan lima prinsip sebagai satu dasar negara yang diberi nama : PANCASILA
                  Istilah PANCASILA ( yang artinya lima dasar ) sebagai nama dasar Negara RI adalah usulan dari IR.Soekarno atas saran dari seorang sahabatnya yang ahli bahasa.Pembahasan tentang Dasar Negara RI tersebut, dengan menghadirkan tiga pembicara : M.Yamin, Soepomo dan Soekarno.
Walaupun dalam alinea IV pembukaan UUD ’45 tidak termuat istilah “ PANCASILA “, namun yang dimaksud dengan Dasar Negara adalah : “ PANCASILA “. Hal ini didasarkan atas interprestasi yang secara spontan diterima oleh peserta sidang BPUPKI secara bulat.

                  Secara terminologis histories, proses perumusan Pancasila adalah sebagai berikut :
a.     Mr. Muhammad Yamin ( 29 Mei 1945 )




            Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 mei 1945 , yang mendapat kesempatan pertama kali untuk menyampaikan pemikiran tentang dasar negara, adalah Muh.Yamin. Pidatonya berisikan tentang lima asas Negara Indonesia merdeka, yang meliputi :
1.    Peri Kebangsaan
2.    Peri Kemanusian
3.    Peri Ketuhanan
4.    Peri Kerakyatan
5.    Kesejahteraan rakyat
Dan beliau juga menyampaikan usulan secara tertulis yang meliputi :
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
2.    Kebangsaan persatuan Indonesia
3.    Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyaratan perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b.    Prof Mr . Dr.R Supomo ( 31 Mei 1945 )



            Dr.Supomo adalah seorang ahli hukum adat Indonesia yang terkenal, yang mengemukakan lima dasar negara sebagai berikut :
1.    Paham Negara Persatuan
2.    Berhubungan Negara dan Agama
3.    Sistem Badan Permusyaratan
4.    Sosialisme Negara ( Staatssocialisme )
5.    Hubungan Antarbangsa yang bersifat Asia Timur Raya

c.    Ir. Seokarno ( 1 Juni 1945 )



            Dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945, Ir Soekarno menyampaikan secara lisan usulan lima asas sebagai dasar Negara Indonesia, dengan rumusan sebagai berikut :

1     Nasionalisme atau kebangsaan Indonesia
2     Internasionalisme atau perikemanusiaan
3     Mufakat atau demokrasi
4     Kesejahteraan social
5     Ketuhanan yang berkebudayaan         

                  Usulan lima asas tersebut atas saran sahabatnya yang ahli bahasa diberi nama :  “PANCASILA”  ,dan Ir.Soekarno juga mengatakan bahwa Pancasila tersebut bisa diperas menjadi : “ TRISILA “ yang meliputi :
1     Sosio Nasional , yaitu “ Nasionalisme dan Internasionalisme “
2     Sosio Demokrasi, yaitu “ Demokrasi dengan Kesejateraan Rakyat “
3     Ketuhanan yang Maha Esa
Dan bahkan beliau juga mengatakan bahwa “ TRI SILA” tersebut juga masih bisa diperas lagi menjadi : “ EKA SILA “, yaitu “gotong royong”

d.    Piagam Jakarta ( 22 Juni 1945 )
Usulan M.Yamin, Soepomo dan Ir.Soekarno dibahas oleh panitia sembilan pada tanggal 22 juni 1945, dan setelah melalui beberapa berdebatan, maka berhasillah disusun sebuah naskah piagam yang dikenal dengan sebutan :

” PIAGAM JAKARTA “, yang meliputi :
1   Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya
2   Kemanusiaan yang adil dan beradab
3   Persatuan Indonesia
4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaratan / perwakilan
5   Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Naskah lengkap "Piagam Jakarta":



















C.        PENGERTIAN PANCASILA SECARA TERMINOLOGI :
            Dalam pembukaan 1 PPKI antara lain mengesahkan UUD’45 yang terdiri atas dua bagian yaitu Pembukaan UUD’45 dan pasal – pasal UUD’45 yang berisi 37 pasal, 1 ayat Aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal, dan 1 Aturan Tambahan yang terdiri atas 2 ayat.
Dalam bagian Pembukaan UUD’45 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :
1     Ketuhanan Yang Maha Esa
2     Kemanusiaan yang adil dan beradab
3     Persatuan Indonesia
4     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaratan / perwakilan
5     Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD’45 alinea empat itulah yang secara konstitusional sah dan benar sebagai dasar Negara Republik Indonesia, karena telah disahkan  oleh PPKI yang mewakili seluruh rakyat Indonesia, dan diperkuat dengan ketetapan MPRS NO.XX/MPRS/1966, serta Inpres No.12 Tanggal 13 April 1968.
                  Namun dalam sejarah ketatanegaran Indonesia yang mengalami beberapa kali perubahan bentuk negara, konstitusi dan system demokrasi, maka terdapat beberapa rumusan Pancasila yang lain, yaitu :
a.     Dalam Konstitusi RIS ( Republik Indonesia Serikat )
            Dalam konstitusi RIS berlaku tanggal 29 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950, tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :
1     Ketuhan Yang Maha Esa
2     Peri Kemanusiaan
3     Kebangsaan
4     Kerakyatan
5     Keadilan Sosial
b.     Dalam UUDS 1950 ( Undang – Undang Dasar Sementara 1950 ) :
            UUD’45 berlaku mulai tanggal 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959. Dalam UUDS ini , rumusan Pancasila meliputi :
1     Ketuhanan Yang Maha Esa
2     Peri Kemanusiaan
3     Kebangsaan
4     Kerakyatan
5     Keadilan Sosial

3.    Fungsi Pancasila sebagai idiologi Negara :

1. Mempersatukan bangsa
2. Mengarahkan bangsa menuju cita-citanya.
3. Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa.
4. Sebagai ukuran dalam menyampaikan kritik mengenai keadaan    
    bangsa.

Apakah  Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka ???:
Ya,Pancasila adalah suatu idiologi yang terbuka,
Karena, Pancasila telah memenuhi syarat-syarat sebagai idiologi terbuka, yaitu :

     1. Memiliki nilai dasar
         yaitu suatu nilai yang bersumber pada masyarakat atau realita bangsa
         Indonesia  seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan
         Keadilan.  Atau nilai-nilainya  tidak dipaksakan dari luar atau bukan pembe-
         berian negara.
     2. Memiliki nilai instrumental
         yaitu suatu nilai yang bertujuan  untuk melaksanakan nilai dasar,  Nilai   
         instrument contohnya yaitu :seperti UUD '  45,
         UU, Peraturan-peraturan, Ketetapan MPR, DPR, dll      
     3. Memiliki nilai praksis
         yang merupakan penjabaran nilai instrumental. Nilai
         Praksis terkandung dalam kenyataan sehari-hari yaitu bagaimana cara kita
         melaksanakan nilai Pancasila dalam hidup sehari-hari, seperti toleransi,
         gotong-royong, musyawarah, dll.


Pengertian Idiologi terbuka :
Idiologi terbuka adalah idiologi yang tidak beku/kaku/tertutup dan juga tidak dimutlakkan dimana nilainya tidak dipaksakan dari luar, bukan paksaan / pemberian negara tetapi merupakan realita yang diambil dan berasal dari masyaramasyarakat itu sendiri.

Ciri-cirinya Idiologi terbuka :
a. Merupakan kekayaan rohani, budaya ,masyarakat.
b. Nilainya tidak diciptakan oleh negara, tapi digali dari hidup masyarakat itu.
c. Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkan
    nya menurut zamannya.
d. Menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab.
e. Menghargai keanekaragaman atau pluralitas sehingga dapat diterima oleh
    berbagai latar belakang agama atau budaya.


Kenapa Pancasila tidak bisa dinyatakan sebagai Idiologi yang tertutup??

 Karena ,pengertian dari Idiologi Tertutup adalah idiologi yang bersifat mutlak dimana nilai-nilainya ditentukan oleh negara atau kelompok masyarakat, dan nilai-nilai yang terkandung di didalamnya bersifat instan.

Ciri-cirinya :
a. Cita-cita sebuah kelompok bukan cita – cita yang hidup di masyarakat.
b. Dipaksakan kepada masyarakat.
c. Bersifat totaliter menguasai semua bidang kehidupan masyarakat.
d. Tidak ada keanekaragaman baik pandangan maupaun budaya, dll
e. Rakyat dituntut memiliki kesetiaan total pada idiologi tersebut.
f. Isi idiologi mutlak, kongkrit, nyata, keras dan total.

    
      Permasalahan yang kemungkinan timbul dari Pancasila sebagai idiologi terbuka adalah :

·                     Pancasila sebagai suatu idiologi negara tentu saja akan berkembang kalau segenap komponen masyarakat proaktif, terus menerus mengadakan penafsiran terhadap Pancasila tersebut sesuai keadaan, bila masyarakat pasif /tanpa reaksi ,maka Pancasila sebagai suatu idiologi negara akan menjadi tertutup, sehingga relevansinya akan hilang.
·                     Karena bersifat terbuka , maka tidak menutup kemungklinan Pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan atau kepentingan


Catatan Penting

 “ SIFAT IDEOLOGI PANCASILA “ :
Pancasila,adalah suatu Ideologi yang bersifat terbuka, Ideologi Pancasila yang bersifat terbuka pada hakikatnya merupakan nilai – nilai dasar yang tercermin pada sila – sila Pancasila yang berisi fat tetap. Adapun penjabarannya dan realisasinya senantiasa diekpsplisitkan secara dinamis, terbuka dan senantiasa mengikuti perkembangan jaman. Keterbukaan ideology Pancasila juga menyangkut keterbukaan dalam menerima budaya asing, namun nilai – nilai esensial Pancasila bersifat tetap, dengan kata lain, Pancasila menerima pengaruh budaya asing dengan ketentuan, hakikat, atau substansi Pancasila, yaitu Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat tetap. Sehingga kita bisa menerima budaya yang sesuai dengan nilai – nilai Pancasila tersebut sedangkan yang tidak sesuai dengan nilai – nilai Pancasila tersebut harus tegas kita tolak.



CATATAN :  
PERBEDAAN ANTARA IDIOLOGI TERTUTUP DAN IDIOLOGI TERBUKA

IDIOLOGI TERTUTUP:
1.      Merupakan cita-cita yang muncul dari suatu kelompok orang yang bertujuan untuk untuk mengubah dan memperbarui masyarakat
2.      Atas nama ideologi dibenarkan melakukan tekanan /pengorbananpengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat
3.      Isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu melainkan terdiri dari berbagai macam tuntutan konkret dan operasional yang keras sesuai dengan keinginan penguasa, yang diajukan dengan mutlak.

IDIOLOGI TERBUKA:
1.      Bahwa nilai-nilai dan citacitanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri.
2.      Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut
3.      Nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional

.  Ideologi terbuka dan Ideologi Tertutup
Perbedaan ideologi terbuka dan ideologi tertutup dapat dipaparkan sebagai berikut :
No
Ideologi terbuka
Ideologi tertutup
1
Sistem pemikiran yang terbuka
Sistem pemikiran yang tertutup
2
Nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani,moral dan budaya masyarakat itu sendiri
Cenderung memaksakan mengambil nilai-nilai ideologi dari luar masyarakatnya yang tidak sesuai dengan keyakinan dan pemikiran masyarakatnya
3
Dasar pembentukan ideologi bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dan kesepakatan dari masyarakat sendiri
Dasar pembentukannya adalah cita-cita atau keyakinan ideologis perorangan atau satu kelompok orang
4
Tidak diciptakan oleh negara, melainkan oleh masyarakat itu sendiri sehingga ideologi tersebut adalah milik seluruh rakyat atau anggota masyarakat
Pada dasarnya ideologi tersebut diciptakan oleh negara, dalam hal ini penguasa negara yang mutlak harus diikuti oleh seluruh warga masyarakat
5
Tidak hanya dibenarkan, melainkan dibutuhkan oleh seluruh warga masyarakat
Pada hakikatnya ideologi tersebut hanya dibutuhkan oleh penguasa negara untuk melanggengkan kekuasaannya dan cenderung memiliki nilai kebenaran hanya dari sudut pandang penguasa saja
6
Isinya tidak bersifat operasional. Ia baru bersifat operasional apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundangan lainnya
Isinya terdiri dari tuntutan-tuintutan kongkrit dan operasional yang bersifat keras yang wajib ditaati oleh seluruh warga masyarakat



Oval: “ SIFAT IDEOLOGI PANCASILA “ :
Pancasila,adalah suatu Ideologi yang bersifat terbuka, Ideologi Pancasila yang bersifat terbuka pada hakikatnya merupakan nilai – nilai dasar yang tercermin pada sila – sila Pancasila yang berisi fat tetap. Adapun penjabarannya dan realisasinya senantiasa diekpsplisitkan secara dinamis, terbuka dan senantiasa mengikuti perkembangan jaman. Keterbukaan ideology Pancasila juga menyangkut keterbukaan dalam menerima budaya asing, namun nilai – nilai esensial Pancasila bersifat tetap, dengan kata lain, Pancasila menerima pengaruh budaya asing dengan ketentuan, hakikat, atau substansi Pancasila, yaitu Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat tetap. Sehingga kita bisa menerima budaya yang sesuai dengan nilai – nilai Pancasila tersebut sedangkan yang tidak sesuai dengan nilai – nilai Pancasila tersebut harus tegas kita tolak.
 



Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 439 komentar... read them below or add one }

«Paling tua   ‹Lebih tua   201 – 400 dari 439   Lebih baru›   Terbaru»
Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb
maaf mengganggu disiang yang panas ini, saya ingin bertanya.. di sila kelima dalam pancasila itukan berbunyi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" itukan seharusnya pemerintah dapat mengamalkannya namun fakta dilapangan pemerintah menyediakan dana mencapai 3,1 miliyar untuk studybanding kedesa dicina dan brasil, bukankah hal itu justru membuat boros anggaran negara? alangkah baiknya dana sekian banyak itu seharusnya digunakan untuk membangun fasilitas desa diindonesia. bagaimana pendapat ibu mengenai kejadian ini?
Terimakasih..
wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII - IPS4/21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Hana Nadjiyah Azhar mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

INGE PRISCILA
XII IPS 4 / 21

Hana Nadjiyah Azhar mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

santo iker mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb
bu saya mau bertanya apakah ideologi yang dianut suatu negara, mempengaruhi kemajuan negara tersebut?
terimakasih wassalamu'alaikum wr.wb

ERIK FEBRI ROMADONI XII IPA 1 09

growing your faith with Pembinaan Amalan Islam mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Selamat malam bu, sebelumnya kami minta maaf karena baru bisa menulis komentar pada blog ibu. Kami mempunyai beberapa pertanyaan setelah membaca materi diatas :

1. Salah satu fungsi pancasila sebagai ideologi negara kan mempersatukan bangsa, tapi dijaman sekarang banyak terjadi tawuran atau bentrokan antar massa, baik mengandung SARA maupun tidak, salah satu contohnya adalah bentrokan sampang yang baru-baru ini terjadi. Yang mau kami tanyakan adalah apakah pancasila masih dapat digunakan sebagai ideologi negara Indonesia? dan bagaimana cara kita menanggapinya sebagai seorang pelajar?
2. Setau kami, ideologi tertutup pernah digunakan di beberapa negara ataupun sistem pemerintahan, contohnya pada pemerintahan Uni Soviet, Nazi Jerman, dll yang kemudian menjadi negara adikuasa pada jamannya. Yang jadi pertanyaan adalah apakah ideologi ini dapat diterapkan di Indonesia?
3. Semisal kita sedang berperang melawan musuh, dalam kondisi ini kan keadaan akan sangat kacau, salah satu cara untuk bertahan hidup dan membela tanah air adalah membunuh atau dibunuh. Yang ingin ditanyakan adalah apakah pancasila masih mutlak menjadi pedoman dalam segala hal apabila keadaannya seperti itu?

Sekian dari kami, mohon maaf apabila ada salah ketik atau ada pertanyaan yang kurang sesuai dengan materi diatas, karena manusia tidak ada yang sempurna dan kesempurnaan hanya datang dari Allah SWT.

MERDEKA INDONESIA!!! I LOVE U FULL INDONESIA!!! :)

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Abdul Aziz Wibowo/XII IPA 2/1
Margianto/XII IPA 2/22

ridhlo annafi wiranto mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf bu baru bisa mampir ke blog ibu...
saya pernah membaca ada negara yang ideologinya tertutup menjadi terbuka, yang saya tanyakan apakah sistem pemerintahan suatu negara tersebut akan dimulai dari awal lagi atau hanya memperbaiki sistem pemerintahan yang sudah diberlakukan?
terimakasih bu dan mohon maaf juga jika pertanyaanya kurang berkompeten

Ridhlo Annafi W/XII IPS 5/25

bangkit manchaster mengatakan...

Assalamualaikum bu
permisi saya bangkit angga permana kelas xii ips 4 absent 6 mau menanyakan beberapa pertanyaan tentang idiologi tertutup berdasarkan logika saya.
rakyat pada negara yang menganut idiologi tertutup kan hanya sebagai objek dan tidak memiliki hak asasi. Padahal, pemimpin pada negara yang menganut idiologi tersebut juga rakyat kan bu? Tapi mengapa para pemimpin sewenang wenang kepada sesama rakyat? Apakah diberi hak untuk menindas rakyat?
Bu guru pernah cerita ttg negara china yang mahasiswa melakukan demo pertama kali. Lalu pada malam harinya itu mereka dilindas oleh tank hingga meninggal. Padahal kata bu guru negara tertutup itu tidak memiliki hubungan dengan luar negeri, sehingga menurut saya negara tersebut tidak memiliki alat seperti tank tersebut. Itu dari mana ya bu? Kalau misalnya bikin sendiri bahan bahan dan perancangnya itu dapat darimana?
Mungkin hanya itu dulu bu, sebenarnya masih ada lagi tapi saya rasa bisa untuk diskusi kelas saja. Terimakasih buu.. :)

dwi setyo mengatakan...

Assalamu'alaikim wr wb
maaf bu saya ijin bertanya, dulu pancasila pernah di protes karena pancasila yang pertama berbunyi "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya", dan agar kesatuan tetap terjaga maka diganti menjadi ketuhanan yang maha esa, tapi dalam pembukaan UUD 1945 alinea3 berbunyi "atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa", kenapa tidak diganti menjadi "atas berkat rakhmat tuhan Yang Maha Kuasa", apakah karena lupa diganti? atau karena UUD itu buatan perorangan/golongan? atau karena apa?.takutnya karena hal itu, bisa terjadi perpecahan umat beragama, sekian saja bu pertanyaan dari saya terimakasih sebelumnya.
wassalamu'alaikum wr.wwb

dwi setyo ngabekti/XII IPA 3/12

marita riantika mengatakan...

assalamu'alaikum wr. wb.
bu herry bu... saya mau bertanya, menurut sumber referensi yang saya baca "Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia merupakan ideologi yang terbuka. Artinya pancasila memiliki nila-nilai yang bersifat tetap dan tidak dapat berubah, namun dalam praktek sehari-hari pancasila dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa harus mengubah kandungannya. Dengan terbukanya ideologi bangsa Indonesia, Indonesia mampu menerima hal-hal baru yang berasal dari luar tapi tetap mempertahankan ciri khas Indonesia."
menurut kacamata bu herry apakah hal tersebut sudah teralisasikan? tolong dijelaskan ya bu? :)

MARITA RIANTIKA
XII IPS 4 (24)

titan nadia mengatakan...

Assalamu 'alaikum bu. Bu saya punya beberapa pertanyaan yang buat saya masih kurang paham. Yang pertama didalam ciri-ciri idiologi tertutup salah satunya cita-cita sebuah kelompok bukan cita-cita yang hidup di masyarakat maksudnya bagaimana bu? terus yang ke dua maksud dari realisasinya senantiasa dieksplesitkan secara diinamis terbuka dan senantiasa mengikuti perkembangan jaman apa? yang ke tiga apakah ada keuntungan dari idiologi tertutup untuk rakyatnya? yang ke empat maksud dari pancasila yang bersifat terbuka karena sifat terbukanya tersebut tidak menutup kemungkinan pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan atau kepentingan bagaimana bu itu??
Itu beberapa pertanyaan yang saya ajukan bu, maaf kalau ada tutur kata yang kurang berkenan, terima klasih bu sebelumnya.
Wassalammu 'alaikum wr.wb.

Titan Nadia Bella
Xll lPS 5 / 34

dhimas gayuh ar razaaq mengatakan...

Assalamu’alaikum

Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?

Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.

Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

dhimas gayuh ar razaaq mengatakan...

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?

Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.

Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

dhimas gayuh ar razaaq mengatakan...

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?

Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.

Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

Miko Herdian mengatakan...

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?
Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.
Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

dhimas gayuh ar razaaq mengatakan...

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?

Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.
Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Maaf Bu, saya baru bisa komentar sekarang.
Indonesia merupakan penganut ideologi terbuka. Pancasila adalah ideologi terbuka Indonesia. Pancasila mengajarkan kita tentang bagaimana berkehidupan secara berbangsa, bertanah air, serta memiliki suatu agama. Moral baik banyak terkandung dalam Pancasila. Namun, mengapa orang Indonesia yang memiliki Pancasila itu sendiri malah justru tidak mengamalkan Pancasila itu sendiri? Padahal jika semua atau mungkin 50% lebih masyarakat Indonesia benar-benar mengamalkan kandungan dari Pancasila. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju lagi daripada Indonesia yang sekarang. Mohon penjelasannya. Terimakasih

Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Dean Nugraha mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb.
Selamat malam Bu, rasanya saat itu belum memberikan komentar satupun, tapi sekali coba malah saya begitu teradiksi/ketagihan.
Saya lihat pada pengertian Pancasila secara etimologis yang intinya terdapat ajaran moral dalam agama Buddha yang berisi lima larangan, tetapi apakah ada awal mulainya mengapa Pancasila terbentuk karena atau berdasarkan ajaran yang berisi larangan-larangan tersebut, apakah ajaran tersebut sudah meng-Indonesia? Lalu mengapa saat itu diketahui merupakan ajaran Buddha, mengapa pernah ada keganjilan saat memutuskan sila pertama pada Pancasila yang isinya tentang menjalankan syariat Islam? Mungkin harusnya kalau benar-benar sila tersebut tidak diralat, maka jadinya ada dua agama utama di Indonesia, yaitu Islam dan Buddha.
Inti dari pertanyaan saya yaitu lebih cepat mana antara terciptanya pengertian Pancasila secara etimologis yang menyangkut ajaran Buddha tersebut dengan waktu pengusulan sila-sila Pancasila yang diambil oleh Panitia Sembilan hingga muncul ketidaksetujuan pada salah satu dari sila tersebut (sila ke-1)
Terimakasih, maaf kalau bahasanya kurang dapat dipahami dan bolak-balik.
Wassalamu'alaikum wr wb.

Dean Nugraha/XII IPA 4/06

candra mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
saya chandra adi harbowo XII IPS 2 mau tanya , di atas kan disebutkan bahwa pancasila adalah ideologi terbuka ,dan ideologi terbuka merupakan realita yang diambil dan berasal dari masyaramasyarakat itu sendiri , tapi menurut saya realita tersebut tidak ada dalam masyarakat indonesia , bagaimana menurut bu heri ?
terimakasih , mohon maaf sebelumnya baru memberi komentar

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Assalamu’alaikum wr.wb.
Bu saya minta maaf karena baru bisa memberikan komentarnya sekarang.
Pancasila merupakan ideology terbuka bangsa Indonesia, dimana di dalamnya terdapat 5 sila yang berisai tentang aturan atau prinsip moral yang harus dilaksanakan oleh seluruh warga Negara Indonesia. Dan jika Negara Indonesia berhasil mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut maka dijamin Negara Indonesia pasti akan lebih maju dibendingkan dengan Negara Indonesia yang sekarang. Namun pada kenyataannya sekarang berbeda, ideologi terbuka (Pancasila) yang mencerminkan nilai-nilai dan cita-cita bangsa terutama bangsa Indonesia. Hanya segelintir besar orang dari jutaan penduduk Indonesia saja yang dapat mengamalkan mendekati kandungan dalam Pancasila tersebut. Lalu apa yang harus dilakukan WNI supaya dapat mengamalkan Pancasila secara sempurna? Tolong penjelasannya Bu, dan saya sekali lagi minta maaf karena baru bisa memberikan komentarnya sekarang. Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Muhamad Ardha mengatakan...

assalamu'alaikum wr. wb.
bu Herry, kami membaca artikel tentang ideologi panacasila. Disitu disebutkan bahwa pancasila memliki ruang terjadinya multi interpretasi atau beberapa pemahaman yang berbeda beda ketika dijabarkan. Hal itu menyebabkan sulitnya penetapan kebijakan. apakah hal tersebut benar, Bu? lalu bagaimana cara mengatasinya?

Muhamad Ardha Chanifulah (25)
Rafika Adi Hafara (26)
Tri Rahmandani (32)
Kelas XII IPS 2

Atika Fauziyyah mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb Ibu Herry Murti.
Maaf Ibu ternyata komentar saya belum terlihat karena pagi tadi error. Sebelum bertanya saya mau koment blog Bu Herry ya. Saya suka dengan pengajaran metode Ibu yang seperti ini. Selain meningkatkan IPTEK, siswa jadi lebih mudah untuk memahami materi yang diberikan dan bisa bertanya-tanya. Begini Ibu, saya mau bertanya Indonesia itu kan menggunakan Ideologi Terbuka di mana ini milik masyarakat Indonesia. Namun pada kenyataannya pelaksanaan tersebut belum seluruhnya diterapkan oleh Indonesia. Tetap saja ada aspirasi masyarakat yang masih sulit untuk diterima pemerintah. Bahkan banyak masyarakat di sana menunggu kesejahteraan dan keadilan pemerintah dari salah satu sila Pancasila yang ke 4 dan 5. Semua itu menjadikan orang awam kurang percaya dengan pemerintah kita sendiri. Nah pertanyaan saya ialah menurut Ibu mengapa hal ini terus saja terjadi dan tidak teratasi-atasi? Bagaimana memberikan kepercayaan kepada masyarakat awam atas pertanggungjawaban yang dilakukan pemerintah kepada mrakyat itu sendiri bila masyarakat sulit menyampaikan aspirasi? Terima kasih Ibu. Maaf bila pertanyaannya sedikit melenceng.

Apapun Itu mengatakan...

Assalamu'alauikum wr.wb
bu, saya mau tanya.
Ideologi sendiri dapat diubah atau digantikan, itu bagaimana syaratnya, dan pada keadaan seperti apa Ideologi itu dapat diubah.??

Dwinanda P.
XII-IPS 2
14

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Assalamu’alaikum wr.wb.
Bu saya minta maaf karena baru bisa memberikan komentarnya sekarang.
Pancasila merupakan ideology terbuka bangsa Indonesia, dimana di dalamnya terdapat 5 sila yang berisai tentang aturan atau prinsip moral yang harus dilaksanakan oleh seluruh warga Negara Indonesia. Dan jika Negara Indonesia berhasil mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut maka dijamin Negara Indonesia pasti akan lebih maju dibendingkan dengan Negara Indonesia yang sekarang. Namun pada kenyataannya sekarang berbeda, ideologi terbuka (Pancasila) yang mencerminkan nilai-nilai dan cita-cita bangsa terutama bangsa Indonesia. Hanya segelintir besar orang dari jutaan penduduk Indonesia saja yang dapat mengamalkan mendekati kandungan dalam Pancasila tersebut. Lalu apa yang harus dilakukan WNI supaya dapat mengamalkan Pancasila secara sempurna? Tolong penjelasannya Bu, dan saya sekali lagi minta maaf karena baru bisa memberikan komentarnya sekarang. Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr. wb, maaf bu herry, saya baru bisa memberikan komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan saja.
1. Pada masa pemerintahan Ir. Soekarno, kita pernah menerapkan sistem demokrasi terpimpin dimana sistem tersebut hampir membuat negara kita tercinta, Indonesia menjadi komunis. Buktinya Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang manganut paham komunis. Tapi untungnya, Uni Soviet bubar dan rakyat Indonesia banyak yang menentang Ir. Soekarno sehingga negara kita tidak menjadi negara komunis karena negara komunis tidak pernah mementingkan aspirasi rakyat (berlawanan dengan sila keempat pancasila) sehingga memiliki ideologi tertutup. Alhamdulillah, sampai saat ini ideologi kita masih termasuk ideologi terbuka sehingga rakyat masih bebas berpendapat tetapi diawasi oleh pemerintah.
2. Ideologi terbuka itu harus bersumber pada realita bangsa. Berarti si pembuat ideologi tersebut harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara melainkan oleh masyarakatnya, caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? jika seperti itu, maka wilayah yang tidak mengirimkan perwakilan lebih sulit untuk ikut andil dalam menciptakan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu herry, maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Dani Alfah mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb

selamat sore bu.. maaf saya mau menanyakan beberapa kata saja. Bu,yang pernah saya baca,Amerika sendiri menganut Ideologi Liberalisme, yaitu dimana rakyatnya memiliki kebebasan intelektual. sementara itu, Indonesia sendiri menganut ideologi Pancasila. nah, kalau misalnya Amerika itu melihat / menilai Ideologi yang negara kita anut lebih baik dari pada negaranya (liberalisme), apakah Amerika boleh / bahkan meniru ideologi kita? bagaimana itu bu?

Terima kasih.
wassalamu'alaikum wr.wb


Dani Alfah /XII IPS 4/10

YuandA7X mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya tentang bagaimana penjabaran dari tiap-tiap butir dari sila pertama sampai sila ke lima.
Kemudian apakah Ibu bisa menjelaskan mengapa pancasila yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno bisa di ringkas menjadi Ekasila ? Apakah Ekasila yang berbunyi gotong-royong itu sudah mencakup keseluruhan dari Pancasila ?
Terima kasih untuk jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr. wb, maaf bu herry, saya baru bisa memberikan komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan saja.
1. Pada masa pemerintahan Ir. Soekarno, kita pernah menerapkan sistem demokrasi terpimpin dimana sistem tersebut hampir membuat negara kita tercinta, Indonesia menjadi komunis. Buktinya Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang manganut paham komunis. Tapi untungnya, Uni Soviet bubar dan rakyat Indonesia banyak yang menentang Ir. Soekarno sehingga negara kita tidak menjadi negara komunis karena negara komunis tidak pernah mementingkan aspirasi rakyat (berlawanan dengan sila keempat) sehingga memiliki ideologi tertutup. Alhamdulillah, sampai saat ini ideologi kita masih termasuk ideologi terbuka sehingga rakyat masih bebas berpendapat tetapi diawasi oleh pemerintah.
2. Ideologi terbuka itu harus bersumber pada realita bangsa. Berarti si pembuat ideologi tersebut harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara melainkan oleh masyarakatnya, caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? jika seperti itu, maka wilayah yang tidak mengirimkan perwakilan lebih sulit untuk ikut andil dalam menciptakan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu herry, maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

YuandA7X mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya, bagaimana penjelasan tentang masing-masing butir pancasila dari sila pertama sampai sila kelima ?
Kemudian bagaimana bisa Pancasila gagasan Ir. Soekarno dapat diringkas menjadi Ekasila ? Apakah ekasila tersebut sudah mencakup makna dari pancasila ??
Teima kasih atas jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb

YuandA7X mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya, bagaimana penjelasan tentang masing-masing butir pancasila dari sila pertama sampai sila kelima ?
Kemudian bagaimana bisa Pancasila gagasan Ir. Soekarno dapat diringkas menjadi Ekasila ? Apakah ekasila tersebut sudah mencakup makna dari pancasila ??
Teima kasih atas jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb

YuandA7X mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya, bagaimana penjelasan tentang masing-masing butir pancasila dari sila pertama sampai sila kelima ?
Kemudian bagaimana bisa Pancasila gagasan Ir. Soekarno dapat diringkas menjadi Ekasila ? Apakah ekasila tersebut sudah mencakup makna dari pancasila ??
Teima kasih atas jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Yuanda Putra Perdana mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya, bagaimana penjelasan tentang masing-masing butir pancasila dari sila pertama sampai sila kelima ?
Kemudian bagaimana bisa Pancasila gagasan Ir. Soekarno dapat diringkas menjadi Ekasila ? Apakah ekasila tersebut sudah mencakup makna dari pancasila ??
Teima kasih atas jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

mahanani retnaning mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Andiny Puspa mengatakan...

@Egydia : Anda mengatakan kebudayaan-kebudayaan yang mempercayai roh-roh halus beserta upacara-upacaranya. Apakah kebudayaan tersebut tidak bertentangan dengan nilai Pancasila, terutama sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa?
Menurut saya Tidak. Karena bukan konteks kebudayaan yang menjadi titik berat dlm hal ini, tp lebih ke sistem kepercayaan dan adat yg kuat semata di masing2 budaya Indonesia, Jadi budaya dgn system kepercayaan dan adat/norma yang berlaku tidak ada hubungannya dg nilai pancasila sila pertama dan tentu tidak bertentangan karena itu merupakan khas dari setiap budaya.

Maaf bu Heri, di beberapa komentar saya lainnya lupa mencantumkan identitas…
Andiny P. XII Social 3

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.
Maaf Bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspirasi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang oleh rakyat Indonesia sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian Bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.
Maaf Bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspirasi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang oleh rakyat Indonesia sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian Bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

shandy mahardhika mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb
Permisi bu saya cuma mau menanyakan tentang "permasalahan yang kemungkinan timbul dari Pancasila sebagai Idiologi terbuka" saya kurang paham dengan kalimat ini " Karena bersifat terbuka , maka tidak menutup kemungklinan Pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan atau kepentingan ".
Dan ada kata "keinginan atau kepentingan" , nah kata tersebut itu menunjukkan keinginan atau kepentingannya siapa ???

Maf bu, jika pertanyaan saya tidak berkualitas..

ARPHADYA SHANDY M
XII IPS 4
03

shandy mahardhika mengatakan...

ko posting saya ga keluar ????

danu sicupliz mengatakan...

Assalamualaikum wr wb
Bu herry,saya ingin bertanya,Bagaimana cara menumbuhkan kadar atau ideolsm di alam mencapai cita citayang terkandung di dalam nilai nilai pancasila,dan jaga optimisme bangsa Indonesia terhadap cita cita dan tujuan dari Ideologi terbuka itu sendiri?

Nama : Ganang Baskara
Kelas: XII IPA 5
Nomor: 17

adam bagus mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
adam bagus mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb.
Maaf Bu, saya mau tanya mengapa Ir.Soekarno pernah mengatakan bahwa Pancasila dapat diperas menjadi trisila dan bahkan diperas lagi menjadi eka sila (gotong royong)???
Lima pantangan moralitas yang merupakan sisa-sisa pengaruh ajaran moral budha (pancasila)yang pernah melekat pada masyarakat Jawa khususnya, yang berisi kita dilarang :(mateni,maling,mabok,madon,main). Apakah ajaran tersebut masih tetap berlaku ??? Mengingat sifat atau perilaku masyarakat di sekitar kita sudah banyak yang melanggar lima pantangan moralitas

Adam Bagus Setiabudi / XII IPA 2 / 02

andiny puspa mengatakan...

Ibu saya mau menanggapi komentar Egidia, boleh?
Ia bertanya sekiranya begini,jika kita lihat adakah budaya di Indonesia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?
Seperti misalnya kebudayaan-kebudayaan yang mempercayai roh-roh halus beserta upacara-upacaranya. Apakah kebudayaan tersebut tidak bertentangan dengan nilai Pancasila, terutama sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa?
Menurut saya tidak, karena setiap budaya memiliki kekhasan masing-masing yang dilandasi kepercayaan yg sudah ada sejak lama. Jadi, budaya yg menganut sistem kepercayaan roh halus atau benda gaib lannya itu semata-mata hanya sebuah kepercayaan yg sudah mengakar di adat budaya tsh dan saya pikir setiap budaya berhak menjalankan kepercayaannya termasuk upacara2 adat masing2 sehingga tidak bertentangan dgn pancasila karena tidak berkaitan dengan sila pertama dalam pancasila

Andiny Puspa P /XII soc 3/ 04 / Sma N 1 Purbalingga

Tri K. Hasan mengatakan...

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Maaf Bu Herry, saya mau bertanya 2 hal.

Mr. Muhammad Yamin itu kan orang yang diberi kesempatan pertama kali oleh BPUPKI untuk menyampaikan pemikirannya tentang dasar negara lewat pidatonya. Tetapi, mengapa beliau juga menyampaikan usulan secara tertulis? Apakah beliau ragu atas pidatonya sehingga beliau juga menyampaikan usulannya secara tertulis?

Jika kita melihat usulan tertulis dari Mr. Yuhammad Yamin, kita akan melihat bahwa usulan tertulisnya mirip dengan Pancasila. Apakah panitia sembilan yang merumuskan Pancasila itu terinspirasi dari usulan tertulis Mr. Muhammad Yamin?

Terimakasih Bu Herry.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tri Kumala Hasan / XII IPA 4 / 30

Tri K. Hasan mengatakan...

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Maaf Bu Herry, saya mau bertanya 2 hal.

Mr. Muhammad Yamin itu kan orang yang diberi kesempatan pertama kali oleh BPUPKI untuk menyampaikan pemikirannya tentang dasar negara lewat pidatonya. Tetapi, mengapa beliau juga menyampaikan usulan secara tertulis? Apakah beliau ragu atas pidatonya sehingga beliau juga menyampaikan usulannya secara tertulis?

Jika kita melihat usulan tertulis dari Mr. Yuhammad Yamin, kita akan melihat bahwa usulan tertulisnya mirip dengan Pancasila. Apakah panitia sembilan yang merumuskan Pancasila itu terinspirasi dari usulan tertulis Mr. Muhammad Yamin?

Terimakasih Bu Herry.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

//Tri Kumala Hasan / XII IPA 4 / 30

Tri K. Hasan mengatakan...

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Maaf Bu Herry, saya mau bertanya 2 hal.
1. Mr. Muhammad Yamin itu kan orang yang diberi kesempatan pertama kali oleh BPUPKI untuk menyampaikan pemikirannya tentang dasar negara lewat pidatonya. Tetapi, mengapa beliau juga menyampaikan usulan secara tertulis? Apakah beliau ragu atas pidatonya sehingga beliau juga menyampaikan usulannya secara tertulis?
2. Jika kita melihat usulan tertulis dari Mr. Yuhammad Yamin, kita akan melihat bahwa usulan tertulisnya mirip dengan Pancasila. Apakah panitia sembilan yang merumuskan Pancasila itu terinspirasi dari usulan tertulis Mr. Muhammad Yamin?
Terimakasih Bu Herry.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Tri Kumala Hasan / XII IPA 4 / 30

intan nurfa mengatakan...

Assalamualaikum Bu,
Saya hanya ingin menyampaikan bahwa di jaman sekarang ini, terlihat bahwa banyak pemuda Inddonesia yang kurang menghargai nilai-nilai pancasila, apakah justru ini disebabkan karena penyalahgunaan Idiologi terbuka? Rakyat menjadi terlalu bebas dalam penyampaian aspirasinya sehingga terkadang mereka tidak mengaplikasikan nilai pancasila dalam menyampaikan suatu pendapat, dan kekerasan cenderung sering digunakan apabila aspirasi mereka kurang dihargai.
Saya lebih suka dengan keadaan pemerintah yang lebih tegas dalam menangani masyarakat yang bertindak menyalahgunakan idiologi terbuka, seperti pada masa pemerintahan Suharto, pemerintah cukup tegas sehingga meskipun Indonesia tetap menganut Idiologi terbuka, tapi peraturan dan nilai pancasila tetap diutamakan :)

Intan Nurfa Amalia
XII IPA 5/20

angga bagus mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf bu baru komentar
Bu saya mau tanya, budaya jaman sekarang kebanyakan kebudayaan yang merusak moral yang datangnya dari kebudayaan asing, misalnya saja diskotik dan tempat hiburan malam lainnya. Di materi, ibu tuliskan budaya yang boleh diterima di indonesia hanyalah budaya yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Menurut hal tersebut bagaimana pendapat bu herry, apakah ada nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam budaya asing tersebut? Terimakasih

Angga Bagus D/XII IPS 3/5

KnightWalkerz mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb.
bu saya mau tanya, kok indonesia belum jadi negara maju ya??
kalau jawabannya karena korupsi saya rasa ngga begitu ngaruh banget, negara maju lainnya juga banyak pemimpinnya yang korupsi??

Astriana Dian Wahdani mengatakan...

Assalamualaikum Bu Herry. Setelah saya membaca materi ini, ada yang ingin saya tanyakan. Pada materi diatas disampaikan salah satu ciri-ciri Ideologi terbuka adalah menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab.Kira-kira bagaimana aplikasi/penerapan ciri tersebut yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari? Atau hal apa yang dapat membuktikan bahwa ideologi terbuka dapat menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab?
Terimakasih Bu, wassalamualaikum:)
Astriana Dian Wahdani/ XII IPA 3/ 05

andri setiawan mengatakan...

assalamu'alaikum, bu saya mau tanya mengapa urutan sila pada pancasila itu seperti itu ? apa yang menjadi dasar dalam pembuatannya.? Buat selanjutnya Indonesia itu merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku, menurut saya kebanyakan dari mereka terutama bagi masyarakat terpencil dan suku pedalaman belum mengenal sepenuhnya apa itu PANCASILA. apalagi beberapa daerah terpencil di indonesia kualitas pendidikannya masih kurang dengan di buktikannya sekolah yang masih sulit untuk di akses. terkadang sangatlah sulit untuk menanamkan nilai nilai pancasila kepada mereka karena sifat keprimitifan mereka. bagaimana cara kita untuk menanamkan nilai pancasila kepada seluruh masyarakat indonesia tanpa terkecuali agar semua tujuan PANCASILA terwujud salah satunya menjadikan negara yang satu.

Andri Setiawan /XII IPA3 /02

Rafi setyo mengatakan...

hari ini tanggal 23 agustus 2013 pukul 19:02


gayuh kresnawati mengatakan...

Assalamu'alaikum Bu Herry ...
materinya sangat bermanfaat buat kami. saya mau bertanya, bagaimana dampak dari penerimaan pancasila sebagai ideologi terbuka di Indonesia??
Makasih bu, Wassalamu'alaikum wr.wb
Gayuh Kresnawati
XII IPA 3 / 11

Rifa Rofifah Ramadhani mengatakan...

Bu Herry, sebenarnya saya ingin menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan Pancasila dan UUD 1945. Pertanyaan ini sebenarnya sudah sangat lama ada di benak saya, namun mungkin ini kesempatan untuk saya menanyakan pertanyaan tersebut. Bu, pada awalnya isi sila pertama pada Pancasila adalah “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya”, kemudian dirubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang menurut saya dikarenakan adanya pemihakan pada salah satu agama tertentu, dan Indonesia sendiri memiliki agama yang beragam. Namun, di dalam UUD 1945 alinea ke 3 yang berbunyi “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa,..........” menurut saya itu masih memihak pada salah satu agama tertentu, mengapa kalimat tersebut tidak dirubah dengan kalimat seperti yang terdapat Pancasila sila pertama bu? (maksud saya dengan dirubah dengan "Tuhan Yang Maha Kuasa") Terima Kasih :)

RIFA ROFIFAH R./XII IPA3/26.

Rizki Muhinda mengatakan...

Assalamualaikum bu herry.
Setelah saya membaca materi di atas, saya punya beberapa pertanyaan bu.
1. Seperti yang kita ketahui semua negara itu kan memiliki ideologi yang berbeda-beda. Lalu apakah mungkin jika kita menerapkan satu ideologi yang telah disepakati bersama untuk seluruh negara? Jika memungkinkan, apa saja dampak jangka pendek dan jangka panjang dari adanya kesamaan ideologi tersebut? Apakah mungkin nantinya semua negara akan hidup damai dan aman karna adanya kesamaan ideologi atau sebaliknya?
2. Apa saja peran pancasila dalam pembangunan di bidang pendidikan, terutama pendidikan di era sekarang ini yang sudah maju?

Terima kasih atas penjelasannya bu.

Ika Rizki Muhinda Putri / XII IPA 3/ 12

Lutfitona Ridho Pambudi mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb
saya ingin bertanya apakah pancasila sebagai ideologi terbuka sudah di laksanakan dengan baik dan benar? apa yang dapat kita lakukan(khususnya hal hal kecil) yang dapat membuat sila sila dalam pancasila dapat terwujud di seluruh kalangan masyarakat, terimakasih

lutfitona ridho p/xii ips 3/20

irsyadhr mengatakan...

Assalamualaikum Bu Herry
Ada yang ingin saya tanyakan,Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembagan jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya. Namun dg semakin derasnya globalisasi & majunya IPTEK ,
Apakah dimasa mendatang ,nilai-nilai dasar pancasila dan jati diri bangsa Indonesia masih tetap bertahan dari pengaruh-pengaruh budaya luar?
Terima kasih Bu Herry :) wassalamualaikum

irsyadhr mengatakan...

Assalamualaikum Bu Herry
Ada yang ingin saya tanyakan,Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembagan jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya. Namun dg semakin derasnya globalisasi & majunya IPTEK ,
Apakah dimasa mendatang ,nilai-nilai dasar pancasila dan jati diri bangsa Indonesia masih tetap bertahan dari pengaruh-pengaruh budaya luar?
Terima kasih Bu Herry :) wassalamualaikum

Maulina Choirunnisa mengatakan...

Bu Herry, saya mau bertanya. Apakah ada negara yang awalnya menganut idiologi terbuka selanjutnya berganti menganut idiologi tertutup? Jika ada, kenapa bisa terjadi hal seperti itu? Faktor apa saja yang sekiranya menjadi penyebab terbesar perpindahan dari idiologi terbuka menjadi tertutup itu bu?
Mohon penjelasannya.
Terima kasih sebelumnya.


Maulina Choirunnisa/XII IPS 2/22

Layla Hasanah mengatakan...

Assalamu'alaikum bu,
saya ingin mengajukan pertanyaan, bagaimana cara kita sebagai rakyat Indonesia semakin memahami ideologi kita yaitu pancasila, sehingga dapat memajukan negara Indonesia?
terima kasih sebelumnya bu.
wa'alaikumsalam wr.wb.

Layla Hasanah
XII IPA 1/15

Mauly n' Susanto mengatakan...

Assalamualaikum Wr. Wb.
Terimakasih atas materi yang Ibu share disini..
Di dalam materi ini menimbulkan pertanyaan dari diri saya, walaupun hanya pertanyaan yang mudah, tapi lebih baik saya tanyakan saja..

Begini Bu, Pancasila kan dikatakan sebagai ideologi terbuka karena Pancasila digali dari kehidupan masyarakat Indonesia pada saat itu, padahal Pancasila itu sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yang digunakan oleh kasta Brahmana. Maka pada saat itu Indonesia sebagian besar merupakan kaum Budha. Kemudian Agama Islam mulai tersebar di Indonesia, Pancasila atau yang sebelumnya disebut sebagai "berbatu sendi lima", diubah lagi namanya, menjadi “Ma lima“ , meskipun dalam segi isi tidak berubah secara spesifik.
Pertanyaan saya :
1. Dibandingkan dengan saat sekarang, masyarakat Indonesia pada zaman dululah yang mencetuskan istilah Pancasila beserta isinya. Dimana pada saat sekarang sudah tidak ada lagi kasta-kasta yang ada pada zaman dahulu. Jadi, masihkah bisa istilah Pancasila kita gunakan sekarang yang masyarakat Indonesianya sudah sangat berbeda dengan yang ada pada saat pertama dicetuskannya istilah Pancasila dari Bahasa Sanseketa?
2.. Mungkinkah pernyataan di atas bisa menjadi gambaran mengenai Indonesia ke masa yang akan datang? Seperti ajaran dan budaya yang masuk ke Indonesia, bisa saja merubah Pancasila kita.
3. Bagaimana tindak lanjut kita agar Pancasila yang sudah dipelajari dan diamalkan selama ini tidak berubah dengan mudah mengikuti zaman?

Terimakasih sebelumnya, Bu.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Saya : Mauly Nabia Susanto dari kelas XII IPA 1 nomor 19

Mauly n' Susanto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Fian Setiyaningsih mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Setelah membaca materi di blog ini, saya mau bertanya Bu.
Jika suatu negara bisa menanamkan nilai- nilai ideologi dan mengamailkan nilai- nilai yang terkandung dalam ideologinya maka negara tersebut bisa menjadi negara maju. Bagaimana cara negara- negara maju menanamkan ideologinya kepada masyarakatnya? Dan menurut Bu Herry, jika Indonesia juga menerapkan cara penanaman nilai- nilai seperti yang dilakukan mereka(negara maju), apakah bisa berhasil?
Terima kasih sebelumnya, Bu.
Wasalamu'alaikum Wr. Wb

Fian Setiyaningsih
XII IPA 1 nomor 13

Iena mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb.
bu herry enna mau tanya, dari materi yang sudah enna baca, terdapat kalimat "pada hakikatnya ideologi tersebut (ideologi tertutup)hanya dibutuhkan oleh penguasa negara untuk melanggengkan kekuasaannya dan cenderung memiliki nilai kebenaran hanya dari sudut pandang penguasa saja" berarti jika kebenaran itu terdapat pada masyarakatnya serta dibutuhkan juga oleh masyarakat untuk melanggengkan negara yang sejahtera sesuai dengan cita - cita pancasila atau dapat dibilang cita - cita masyarakat bertolak belakang dengan pemerintah, apa masyarakat dapat menentang yang diatur oleh pemerintah ?
terimakasih.
wassalamu'alaikum wr.wb
Ienna XII IPA 1/14

Leni mengatakan...

Selamat siang Bu Her...
Berkaitan dengan ideologi seperti yang tercantum di atas, pertanyaan saya sangat simple dan mungkin ini pertanyaan umum.
Seperti yang kita ketahui bahwa makna dari ideologi itu sendiri ialah cita-cita bangsa, yang pasti cita-cita setiap bangsa ingin membuat negaranya itu menjadi negara yang maju, adil, dan makmur. Bagaimana cara sosialisasi bagi generasi muda khususnya yang pada nantinya akan menjadi penerus bangsa agar ideologi bangsa ini tercapai sesuai harapan dan bagaimana cara menerapkan sifat sosial yang penting bagi generasi muda agar mereka memimpin tidak hanya mengandalkan "otak" namun kesadaran sosial? Sebab rasa sosial sangatlah penting untuk mengkoordinir bagaimana negara kita akan dibawa..

LENI OKTRIANA / XII IPA 3 / 15

Tri Yuli Mirantika Putri mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb
Terimaksih Bu Herry materinya, sangat bermanfaat.
Saya ingin bertanya Bu, di atas kan dijelaskan bahwa suatu idiologi dapat bertahan menghadapi tantangan dalam masyarakat jika memiliki dimensi realita, idealisme, fleksibilitas, mohon penjelasannya Bu, bagaimana Pancasila dalam dimensi tersebut? Terimakasih :)
Wassalamu'alaikum wr.wb.


Tri Yuli Mirantika Putri/XII IPA 5/30

Muhammad Alwan Irfan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Muhammad Alwan Irfan mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam Abita! Merah, Putih, Indonesia Ya Aku Bangga Padamu :)!

1. Bagaimana cara menumbuhkan kadar dan idealism yang terkandung Pancasila sehingga mampu memberikan harapan optimisme dan motivasi untuk mewujudkan cita-cita?
2. Apa yang dimaksud ideologi? Mengapa kita begitu peduli terhadap ideologi?
3. Manakah yang kita maksud dengan Pancasila? Benarkah Pancasila sebagai suatu ideologi?
4. Bagaimana agar Pancasila sebagai ideologi difahami dan menjadi acuan bangsa Indonesia dalam melaksanakan berbagai kegiatannya dalam hidup berbangsa dan bernegara?
5. Bagaimana perbandingan ideologi nasional Pancasila dikaitkan dengan ideologi-ideologi besar dunia seperti agama, liberalisme dan komunisme?

Mohon Penjelasannya Bu, Terima Kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Muhammad Alwan Irfan_XII IPS 5_18.

ummu amalia mengatakan...

assalamualaikum Bu ,
saya mau bertanya , tdi di atas di sebutkan ciri - ciri ideologi terbuka dan salah satu dari ciri - ciri tersebut adalah "Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya" . Tolong jelaskan maksud dari ciri - ciri tersebut ?
Terimaksih Bu . .

Nama : Ummu Amalia Ramadhan
Kelas : XII IPS3

Algi Yuliana Sari mengatakan...

assalamu'alaikum ibu
setelah saya membaca materi diatas , saya mau bertanya
Sebuah idiologi dapat bertahan dalam menghadapi perubahan dan tantangan dalam masyarakat apabila idiologi itu memiliki 3 dimensi tapi jika ideologi hanya memiliki satu dimensi atau dua dimensi saja itu gimana ? apakah ideologi itu akan hilang ?
kenudian di perbedaan ideologi terbuka dan tertutup disebutkan Atas nama ideologi dibenarkan melakukan tekanan /pengorbananpengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat . itu bagaimana maksudnya ya bu ? mohon penjelasannnya ya bu.
terimakasih :)

Algi Yuliana Sari / XII IPS 3 /01

Denisa Fatraya mengatakan...

assalamualaikum bu Herry,saya sangat senang dengan post-post bu herry dalam blog ini,yang saya mau tanyakan di perbedaan antara ideologi terbuka dan ideologi tertutup yang ke 6 pada ideologi terbuka yaitu Isinya tidak bersifat operasional. Ia baru bersifat operasional apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundangan lainnya,maksudnya bagaimana ya bu?terimakasih,wassalamualaikum

Denisa Fatraya mengatakan...

assalamualaikum bu Herry,saya sangat senang dengan post-post bu herry dalam blog ini,yang saya mau tanyakan di perbedaan antara ideologi terbuka dan ideologi tertutup yang ke 6 pada ideologi terbuka yaitu Isinya tidak bersifat operasional. Ia baru bersifat operasional apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundangan lainnya,maksudnya bagaimana ya bu?terimakasih,wassalamualaikum
Denisa Fatraya XII IPS 2/07

Mita Putri mengatakan...

Mita Putri Indrayanti (XII IPA 1/ 20)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Pancasila adalah ideologi terbuka bagi Indonesia yang merupakan suatu tatanan yang sengaja dibuat dengan musyawarah yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Namun, pada saat ini banyak penyimpangan yang terjadi. Bahkan, penegak hukum sekalipun yang seharusnya jadi panutan malah terjerumus menjadi pelaku tindak kejahatan. Bagaimana kalau Pancasila dipaksakan saja seperti pada ciri ideologi tertutup? Sehingga mau tidak mau semua warga Indonesia menaati Pancasila sebagaimana mestinya,pasti Indonesia akan teratur.

Najah Dhiya Kamilina (XII IPA 1/22)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Bu Herry saya mau tanya, sejak kapan Pancasila dijadikan sebagai ideologi terbuka?
Pada era pemerintahan Soeharto, beliau menjalankan pemerintahanya secara otoriter.Buktinya apabila ada warga negara Indonesia yang tidak sesuai dengan aturan yang dibuat oleh pemerintahan Soeharto langsung mendapatkan hukuman salah satunya ditembak mati.Bagaimana posisi dan kekuatan hukum Pancasila pada saat itu Bu?


Realita Ismaning Rahayu (XII IPA 1/28)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Seperti yang telah kita ketahui pada materi blog bu Herry bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka. Menurut bu Herry apa bukti-bukti bahwa pancasila sebagai ideologi terbuka telah diterapkan di Indonesia? Mengapa masih terjadi “kesemrawutan” di Indonesia?


Berliana Lufikasari (XII IPA 1 /08)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Telah kita ketahui bahwa negara Indonesia menerapkan Pancasila (ideologi terbuka) sebagai pengatur dalam tatanan negaranya. Untuk itu ,bagaiman peran Pancasila dalam menyelesaikan masalah yang akhir-akhir ini sering terjadi di Indonesia? Jika ada, apa contoh nyatanya Bu? :)


Wahyu Nur Faizah (XII IPA 1/34)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Narkoba adalah salah satu masalah yang sudah sering terjadi di Indonesia. Namun, dalam penanganannya belum sebaik dengan apa yang diharapkan. Contoh nyatanya jika pecandu dan pengedar narkoba orang kaya hanya direhabilitasi. Akan tetapi, jika orang miskin malah dipenjara bertahun-tahun. Apakah penyimpangan tersebut termasuk penyimpangan Pancasila? Jika iya, berikan cara pencegahannya Bu !

Anisa Ragil Handayani mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat sore Bu Herry. Maaf baru bisa komentar :)
Sebelumnya terima kasih untuk materi yang telah Ibu berikan di blog ini, sangat efisien dan bermanfaat.
Saya mau menanyakan suatu hal mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka.
yang saya ketahui, pancasila sebagai ideologi terbuka itu bersifat dinamis. maksud dari dinamis disini itu bagaimana ya, Bu?
lalu, pertanyaan kedua saya, bagaimana contoh sikap-sikap positif yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari terhadap pancasila sebagai ideologi terbuka.
terima kasih, Bu.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Anisa Ragil Handayani / XII IPA 4 / 04

Nandzdha Stofanaga mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Terima Kasih bu atas materi yang telah ibu share, materi ini sangat berguna khususnya bagi saya.
Bu herry saya mau tanya, sebenarnya apa saja contoh pengamalan pancasila sila ke 3 dalam kehidupan sehari hari di lingkungan bermasyarakat ?
Terimakasih

Ananda Dwinanti K
XII IPS 3 / 03

Nike Astikawati mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Maaf bu baru bisa memberikan komentar pada blog ibu.
Saya ingin sedikit bertanya.

Yang pertama, sejauh ini pemberitaan tentang gerakan separatis makin terdengar nyaring. Mulai dari GAM yang sudah mereda, disusul RMS, GPM, dan NII (yang konon sudah surut namun masih aktif dan gencar di belakang layar). Seolah Pancasila yang kita miliki tak lagi diminati atau dibutuhkan. Dengan adanya pemberitaan yang demikian, apakah Pancasila sebagai Ideologi Terbuka masih relevan layak untuk diterapkan?

Dan yang terakhir, di dalam penjelasan dimensi realita disebutkan bahwa "kemampuan sebuah idiologi untuk mencerminkan realita yang hidup dimasyarakat dimana ia lahir atau kenyataan saat awal kelahirannya", yang pastinya dengan demikian bangsa Indonesia akan betul-betul merasakan dan menghayati nilai-nilai tersebut dan tentunya akan berusaha untuk mempertahankannya. Apakah pada realitanya, pada saat sekarang ini nilai-nilai pada keterbukaan ideologi negara ini dapat dirasakan, dihayati, dan dipertahankan dengan baik?

Mohon pejelasan dan pendapatnya bu.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Nike Astikawati/XII IPS 1/23

Rezky Bagas Pradipta mengatakan...

Assalamu'alaikum.wr.wb
Permisi bu, mau tanya. Tentang ideologi terbuka tadi dijelaskan mempunyai ciri ciri yaitu nilai nilai yang terkandung di dalamnya adalah tuntutan konkret dan operasional yang keras sesuai dengan keinginan penguasa, dan juga memiliki sifat memaksa. Yang saya tanyakan adalah apakah sudah pasti ideologi tertutup dianut oleh negara negara otoriter?
Terima Kasih atas jawaban ibu. Wassalamu'alaikum.wr.wb

Nama: Rezky Bagas Pradipta
Kelas: XII IPS 3/30

Reza Yozani mengatakan...

Bu Herry saya ingin bertanya beberapa hal. Pada materi di atas dikatakan bahwa salah satu ciri-ciri ideologi terbuka ialah isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkan. Saya ingin menanyakan apa yang dimaksud dari isinya tidak instan atau operasional?
Kemudian bagaimana yang dimaksud dengan ideologi negara adalah gagasan fundamental mengenai hidup bernegara?
Dan yang terakhir yang saya kurang paham adalah pengertian ideologi menurut Louis Althusser mengenai arti "bagamaina cara menjalankan hidup di dunia bukan mengajarkan apa itu dunia"?
Terima kasih bu :)

Reza Yozani Tjipto
XII IPA 1

Annisa Luthfi Fadhilah Ma'ruf mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Blog ini sungguh membantu siswa dalam belajar menghargai sebuah ilmu. Karena ilmu tidak di dapatkan dengan mudah, pastinya harus melalui sebuah usaha. Ya seperti ini, siswa harus berusaha membuka blog agar bisa mendapatkan materi.
Ibu Herry yang cantik, saya mau bertanya, materi di atas disebutkan bahwa salah satu ciri ideologi terbuka itu "Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya" itu maksudnya bagaimana bu? Jika 50 tahun mendatang bangsa Indonesia telah melupakan nilai-nilai luhur Pancasila, apakah ideologi yang saat ini diterapkan di Indonesia bisa diganti dengan yang baru (yang sesuai dengan keadaan pada saat itu)? Karena pada ciri-ciri tersebut dikatakan tiap generasi boleh menafsirkan menurut jamannya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb
ANNISA LUTHFI FADHILAH MA'RUF
XII IPA 2
01

khusnul isnawati mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
bu herry di atas kan disebutkan suatu negara bisa memiliki idiologi yang terbuka ataupun tertutup. saya belum terlalu paham sebenarnya suatu negara untuk memiliki suatu idiologi baik akan idiologi tertutup atau terbuka itu awalnya bagaimana bu? terus apabila suatu negara menganut idiologi tertutup bagaimana kehidupan masyarakatnya. mohon penjelasannya bu.terimakasih
Wassalamu'alaikum wr.wb

khusnul isnawati XII IPA 2/17

Elika Cute mengatakan...

Selamat siang bu ..
Saya mau bertanya , Pancasila berfungsi sebagai ideologi terbuka yang bersifat fleksibel dan mengikuti perkembangan jaman . Apakah dengan Pancasila yang bersifat fleksibel itu akan merubah norma atau nilai yang tekandung di dalamnya karena proses globalisasi ?

Elika Charisti Anna Gunawan
XII IPA 1/10

Albertus Eko mengatakan...

Bu, saya mau tanya :
1. salah satu dimensi ideologi adalah dimensi fleksibilitas. Saya ingin bertanya apakah penafsiran terhadap ideologi pancasila harus dilakukan oleh pribadi masing masing ? Kenyatannya di jaman ini banyak yang belum paham benar tentang ideologi pancasila. Hal ini mengakibatkan rakyat Indonesia mulai melupakannya dan tidak berusaha menafsirkan ideologi sehingga tambah hari, ideologi tambah tidak diperhatikan. Bagaimana solusi hal tersebut ?
2.jika dilihat usulan dasar negara yang disampaikan Muh. Yamin sesuai dengan pancasila yang ada. Apakah usulan Muh. Yamin yang memang dijadikan sebagai Pancasila ?
Sekian bu, terima kasih..

Albertus Eko Suryanto/ XII IPA 1/03
"Karena kita lahir di Indonesia, maka mari kita cintai tanah kelahiran kita sendiri."

Albertus Eko mengatakan...

Selamat siang bu ,
kami mau bertanya .
1. Pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat fleksibel . apakah dengan begitu nilai dan norma yang berada di dalam masyarakat akan berubah seiring perkembangan jaman ?
2.

Elika Charisti A.G.
XII IPA 1 / 10

Albertus Eko mengatakan...

selamat siang Bu, saya mau bertanya

1. Bagaimana cara menumbuhkan kadar idealisme yang terkandung dalam ideologi pancasila supaya dapat mewujudkan cita cita bangsa Indonesia?
2. Pancasila itu sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia. Itu maksudnya bagaimana bu?

Terima kasih.

TALLENTA AYU P.
XII IPA 1(32)

Danar Dirgo Widagdo mengatakan...

Asslamu’alaikum bu her.., terima kasih atas materi yang telah diberikan melalui blog ini, maupun di dalam KBM.
Saya jadi lebih tahu apa yang bangsa kita miliki termasuk Ideologi yang selama kita ini anut, ternyata indah juga ya, pancasila jika kita melaksanakannya di kehidupan sehari-hari. Begitu pentingnya suatu hal jika kita tahu dengan baik dan melaksanakannya. Namun ada yang membuat saya bingung yaitu.
1. Mengapa pancasila tidak menjadi ciptaan muh. yamin padahal isi pancasila yang selama ini kita amalkan sangat persis?

Nama : Danar Dirgo Widagdo
Kelas : XII IPS 3

goes mavericks mengatakan...

assalamungalaikum Bu Herry, saya Bagus Bayu dari XII IPA 1, komentar saya mungkin sangat sederhana. sebagai murid seperti saya menurut ibu apa yang harus saya lakukan untuk mengamalkan Pancasila dengan realita bahwa bangsa Indonesia pada saat ini? karna sebenarnya saya pun ingin memajukan bangsa Indonesia, saya ingin merubah bangsa ini, saya pun punya mimpi Indonesia menjadi bangsa mercusuar dunia. sekian bu maaf bila ada salah kata . wassalamungalaikum (Bagus Bayu Utomo XII IPA 1/07)

Brilian Wijaya Umaro mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Brilian Wijaya Umaro mengatakan...

Assalamu'alaikum bu herry, pertanyaan saya sangat sederhana.Seperti kita ketahui ada negara yang memiliki ideologi tertutup, dan ideologi tertutup tersebut bersifat memaksakan masyarakat. Masyarakat harus patuh dan tidak boleh menentang kebijakan. Apa itu tidak menyalahi hak asasi manusia?
Brilian Wijaya Umaro/ XII IPA 2/ 05

Dessi Nurpuspita mengatakan...

assalamu'allaikum wr wb.
saya Dessi Nurpuspita dari kelas XII IPS 2, saya ingin bertanya, mengapa pancasila yang sudah dirumuskan berdasarkan norma dan nilai yang sesuai dengan bangsa Indonesia justru malah saat ini banyak masyarakat yang tidak mengenal makna nilai-nilai yang ada pada pancasila? Dan bagaimana agar hal seperti ini tidak terus-terusan terjadi bu?
terimakasih

Amirudin Nuril Huda mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Tadi disebutkan dalam bagian permasalahan yang kemungkinan timbul dari Pancasila sebagai idiologi terbuka yaitu "Karena bersifat terbuka , maka tidak menutup kemungklinan Pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan atau kepentingan."
Yang saya tanyakan, apakah hal tersebut hingga sekarang sudah pernah terjadi? Apa dampaknya apabila hal tersebut benar-benar terjadi?
Sekian pertanyaan dari saya, apabila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Amirudin Nuril Huda
XII IPS 2/01

levia fresika mengatakan...

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
saya Levia Fresika T. kelas XII IPA 1
Materi yg ibu berikan menarik dan sangat bermanfaat :). Saya ingin bertanya bu, Pancasila memiliki 5 sila yang memiliki makna.. Tetapi saat ini banyak sikap-sikap masyarakat kita yang keluar dari nilai-nilai pada sila Pancasila. Tawuran antar suku, rakyat Indonesia banyak yang tidak peduli dengan keyakinannya, narkoba, seks bebas, korupsi, hukum dibeli dengan uang, terorisme, pemimpin bangsa saling menjatuhkan, inilah yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini.
Melihat masalah bangsa Indonesia yang makin rumit, timbul pertanyaan. Apakah ideologi pancasila kurang cocok dengan bangsa Indonesia? sehingga bangsa Indonesia belum mencapai cita-citanya.

Muhammad Iqbal Aji Pratama mengatakan...

Assalamu'laikum wr.wb

Maaf bu menganggu waktunya ibu,kalo boleh saya mau bertanya bu hehe.
Akhir-akhir ini saya rasa anak jaman sekarang kok belum seluruhnya menerapkan nilai-nilai pancasila sesuai dengan sila-sila yang ada. Lah bagaimana caranya agar anak jaman sekarang khususnya dan masyarakat pada umumnya agar bisa menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari sesuai denga sila-sila yang ada ?

Dan menurut ibu siapa saja yang berperan penting agar masyarakat dan anak remaja pada khususnya mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari ?

Sebelumnya saya minta maaf ya bu :) terima kasih atas jawaban ibu nanti hehe.
Semoga ibu dan keluarga selalu diberikan lindungan oleh-Nya #aamin dan semoga ilmu yang telah ibu berikan kepada saya dan murid-murid ibu,mampu bermanfaat sampai kapanpun. #aamin
Makasih ya Bu :)

Wassalamu'alaikum wr.wb

Muhammad Iqbal Aji Pratama
XII IPS 2 / 24

Annisa Luthfi Fadhilah Ma'ruf mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Blog ini sungguh membantu siswa dalam belajar menghargai sebuah ilmu. Karena ilmu tidak di dapatkan dengan mudah, pastinya harus melalui sebuah usaha. Ya seperti ini, siswa harus berusaha membuka blog agar bisa mendapatkan materi.
Ibu Herry yang cantik, saya mau bertanya, materi di atas disebutkan bahwa salah satu ciri ideologi terbuka itu "Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya" itu maksudnya bagaimana bu? Jika 50 tahun mendatang bangsa Indonesia telah melupakan nilai-nilai luhur Pancasila, apakah ideologi yang saat ini diterapkan di Indonesia bisa diganti dengan yang baru (yang sesuai dengan keadaan pada saat itu)? Karena pada ciri-ciri tersebut dikatakan tiap generasi boleh menafsirkan menurut jamannya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb
ANNISA LUTHFI FADHILAH MA'RUF
XII IPA 2
01

prettybohemian mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saya mau bertanya bu, apakah di Indonesia sudah sepenuhnya menerapkan pancasila sebagai ideologi terbuka? Kemudian salah satu ciri-ciri ideologi terbuka adalah nilainya berasal dari masyarakat (bukan dibuat oleh negara). Seperti apakah nilai-nilai tersebut dan bagaimana contoh nyatanya di negara kita, bu? Terima kasih.

Amalia Wahyu Triana (XII IPA 1, 04)

Rani Nurlistiyawati mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb. bu herry,
Saya memiliki beberapa pertanyaan,
pertama, dalam tulisan bu herry dikatakan bahwa "Pancasila sebagai Idiologi negara adalah gagasan fundamental mengenai hidup bernegara milik seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya milik negara atau rezim pemerintah". Lalu gagasan fundamental itu sendiri apa?
yang kedua, apakah percaya dan memegang teguh adat istiadat itu termasuk dalam nilai-nilai Pancasila? Kalau iya, apakah berarti pada zaman sekarang nilai-nilai pancasila itu sendiri sudah mulai luntur? Seperti yang sudah kita ketahui, zaman selkarang banyak rakyat Indonesia yang melupkan adat istiadat daerahnya masing-masing,
Sekian bu, terimakasih
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Rani Nurlistiyawati/XII IPA 4/20

Kiki Rock mengatakan...

Assalamu'alaikum Bu Herry, saya ingin bertanya mengapa tanggal 1 juni masih ada yang memperingati sebagai hari lahirnya pancasila? Padahal kapan lahirnya pancasila itu tergantung dari fungsinya sebagai apa. Pernyataan bahwa pancasila diciptakan bung karno, kita tahu itu hanya sebagai ajang politik bagi suatu kaum. Bung karno pun pernah berkata bahwa beliau bukan pencipta pancasila. Beliau hanya penggali nilai luhur pancasila yang ada di masyarakat. Lalu, kenapa sampai saat ini, tanggal 1 juni masih ada yang menganggap sebagai hari lahir pancasila? Bagaimana pandangan ibu mengenai hal tersebut? Terima kasih atas kesediaan ibu menjawab pertanyaan ini. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Anindya Rahmawati
XII IPA 4/03

Yasmin Nur F A mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Sebelumnya maaf Bu Herry, baru bisa bertanya.
Saya ingin bertanya,
Pertama, Bagaimana jika nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi terbuka sudah tidak bisa diterapkan lagi di Indonesia? Seperti kita ketahui, akhir-akhir ini nilai-nilai luhur Pancasila mulai luntur, terbukti maraknya korupsi dan ketidakadilan di dunia hukum. Hal kecil misalnya banyak orang yang berbuat kebaikan dengan rasa pamrih, bertindak tidak jujur demi mendapat nilai baik dan sebagainya. Apakah mungkin Pancasila akan dihapuskan karena semakin lunturnya nilai-nilai luhur tersebut? Bagaimana caranya agar nilai-nilai luhur Pancasila bisa selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia?
Yang Kedua, Apa maksud dari Pancasila isinya tidak bersifat operasional?
Terima Kasih Bu Herry,
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Yasmin Nur Fitriyani Azhar / XII IPA 4 / 32

Kiki Rock mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Permisi bu, saya mau tanya. Sekarang banyak masyarakat yang sudah mulai melupakan nilai - nilai dari sila pancasila. Mereka mengamalkan sila - sila tersebut apabila mereka memiliki kebutuhan. Misalnya saja pengamalan sila kelima akan diterapkan jika sedang berkampanye saja. mereka akan giat menyumbang bencana, dan sebagainya. Namun, jika masa kampanye lewat, mereka lupa dengan sesama. Dilihat dari contoh tersebut, menurut ibu apakah nilai pancasila sudah mulai luntur? Jika iya, bagaimana cara kita menyikapinya?
Terima kasih Ibu Herry,
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Rizki Aninditya Bayu Aji
XII IPS 4/31

Rafi setyo mengatakan...

tangggal 1 oktober

Assalamu'alaikum wr.wb
langsung saja saya mau sedikit bertanya :)
a. mengapa banyak orang yang mempermasalahkan tentang siapa yang menciptakan PANCASILA?
b. apa makna dibalik kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945?
mungkin hanya itu saja :D
terimakasih
wassalamu'alaikum wr.wb

Rafi Setyo D. XII IPS 5/25

Tiara Mesias mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Tiara Mesias mengatakan...

Selamat malam, bu Herry...
Maaf, saya terlambat untuk memberikan komentar di blog Ibu, dikarenakan komputer saya sempat mengalami masalah selama beberapa hari sehingga tidak bisa digunakan...
Blog Ibu menurut saya cukup edukatif dengan penjelasan yang detail tentang bagaimana pengertian ideologi dan asal mula Pancasila itu sendiri serta apa saja yang termasuk sebagai ciri-ciri ideologi terbuka dan tertutup, sehingga saya sebagai siswa pun dapat memahami termasuk ideologi apakah Pancasila itu, asal mulanya, serta pengaruhnya terhadap perkembangan bangsa ini. Tapi, Bu, saya ingin menanyakan, dalam blog Ibu disebutkan bahwa Pancasila merupakan ideologi terbuka yang memiliki sistem pemikiran yang terbuka dengan nilai-nilainya yang digali dan berasal dari moral bangsa ini sendiri. Pancasila juga merupakan ideologi dimana sejalan dinamis dengan perkembangan masyarakatnya dan mampu bertoleransi dengan budaya-budaya yang berasal dari luar yang tentunya masih sesuai dengan nilai-nilai luhur yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, mengapa, menurut pengamatan saya, sebagian masyarakat Indonesia masih cenderung berpikiran tertutup terhadap pengaruh kebudayaan luar yang dapat meningkatkan mutu serta kemajuan bangsa ini. Misalnya, dengan terdapatnya beberapa protes dari para aktivis muslim yang menentang dilaksanakannya ajang Miss World di Indonesia. Padahal ajang Miss World sendiri bukanlah ajang yang hanya memamerkan kecantikan belaka, namun juga intelektualitas, moral, serta budaya saling mengasihi dan membantu antar semua umat di dunia tanpa memandang suku, ras, dan juga agama. Bukankah ajang tersebut sangat mengamalkan serta mewujudkan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Pancasila itu sendiri? Mengapa bangsa Indonesia justru menentang hal-hal yang tentunya dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik? (mengingat perilaku bangsa ini sebagian besar sekarang sudah begitu jauh menyimpang dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila). Mengapa bangsa Indonesia justru berpikiran tertutup seperti itu dimana seharusnya bangsa ini dituntut untuk mampu bertoleransi dan dapat menerima pengaruh budaya luar serta globalisasi yang tentunya masih sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa kita?

Itulah pertanyaan saya. Mohon maaf bila terdapat kata-kata yang menyinggung/kurang berkenan.

Terimakasih atas perhatian Ibu.

Tiara Mesias P./XII IPA 1/33

Rindy P mengatakan...

Assalamu'alaikum bu Herry.. Saya mau mengajukan satu pertanyaan yang cukup singkat, dalam materi diatas disebutkan bahwa ciri-ciri ideologi tertutup salah satunya adalah tidak ada keanekaragaman baik pandangan maupun budaya. Apakah berarti di negara yang menganut idiologi tertutup hanya ada satu budaya? Sementara, yang saya tahu, di setiap negara-negara terdapat lebih dari satu budaya karena masyarakatnya yang beragam.

RINDHI REZQI HERTINDHA XII IPS 3 31

PBG-Security Down mengatakan...

bu, didalam pancasila terdapat Dimensi Idealisme
yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan. pertanyaan saya apakah cara mewujudkan harapan harapan masyarakat hanya bisa diwujudkan dengan pembangunan? apakah tidak ada cara lain sehingga yang tercantum dalam dimensi idealisme hanya dalam bidang pembangunan?
terimakasih
wassalamu'alaikum wr.wb

Awal Syaefulloh / XII IPS 5

PBG-Security Down mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb
saya mau bertanya bu, dalam Dimensi Idealisme
yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan. pertanyaan saya apakah hanya dalam pembangunan saja harapan harapan masyarakat dapat terwujud?
lalu kenapa dalam dimensi idealisme hanya terdapat pembangunan untuk mewujudkan harapan masyarakat? apakah tidak ada cara lain untuk mewujudkan harapan masyarakat sehingga dalam dimensi idealisme yang tercantum hanya melalui pembangunan?
terimakasih
wasalamualaikum .wr.wb

sedyaningrum pujawati mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
Bu Herry, maaf sebelumnya baru sempat komentar
Saya mau tanya, salah satu fungsi Pancasila sebagai Ideologi Negara adalah memelihara dan mengembangkan identitas bangsa. Apakah hal tersebut sudah berhasil diterapkan di Indonesia sekarang ini? Apa saja contonhya? Lalu bagaimana cara untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa Indonesia?
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sedyaningrum Pujawati / XII-IPA4 / 27

Rena Purwa mengatakan...

Asslamu'alikum Bu Herry.
Sebelumnya saya minta maaf karena terlambat dalam bekomentar.
Permasalahan yang mungkin muncul dari Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila dapat ditafsirkan menurut kepentingan golongan tertentu atau pejabat tertentu. Yang ingin saya tanyakan adalah jika hal ini terjadi, bagaimana cara meluruskannya sehingga tidak ada lagi yang salah dalam menafsirkan Pancasila?
Terma kasih.
Wassalamu'alaikum.

Rena Purwaningtyas, XII IPA 4, 21

Maratu Latifa mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb

Saya mau memberikan komentar dan bertanyaan kepada Bu Herry, begini didalam piagam Jakarta yang dicetuskan oleh M.Yamin, Seopomo, Ir. Soekarno di sila pertama berbunyi Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya.
nah yang mau saya tanyakan, pada saat itu memang hanya ada tiga tokoh saja atau dibacakan didepan khalayak, padahal kan tidak hanya orang muslim yg berada di Indonesia ada banyak orang yang memeluk agama non muslim, dan saat itu tidak ada sanggahan apapun dari tokoh non muslim? yah meskipun isi sila pertama langsung diubah menjadi "ketuhanan yang Maha Esa". Hanya saja saya heran, mengapa ketiga tokoh tersebut tidak langsung menjurus ke 'ketuhanan yang maha esa' yang lebih Universal.. Mungkin cukup sekian yg bisa saya tanyakan, mohon maaf apabila dalam menyampaikan pertanyaan tidak terlalu baik, Terima Kasih bu Herry

/Maratu Latifa Yuan/xii ips 5/17

ciiputriana mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf bu telat komennya,
bu, Pancasila merupakan cita-cita bangsa dan jati diri bangsa indonesia. tetapi yang terjadi adalah masyarakat banyak yang belum mengenal sepenuhnya Pancasila, dalam pendidikan dikenalkan hanya sebatas teori saja, dan itu hanya 2 jam selama 1 minggu, terkadang juga hanya berbicara teori dibandingkan praktek. dan terkadang pada tenaga pengajar ada juga yang belum mengaplikasikan Pancasila secara baik. pertanyaannya, bagaimana langkah yang terbaik menanamkan moral Pancasila terhadap para generasi muda yang sudah terlena akan kenikmatan sesaat yang diperkenalkan oleh barat? bisakah media menjadi sarana dalam penanaman moral pancasila pada masyarakat.
terimakasih bu, walopun sedikit nda nyambung.

Putriana Wahyu N.
XII IPS 5/24

ciiputriana mengatakan...

Assalamu'alaikum bu, mau bertanya, bagaimana cara kita dalam memupuk hati dalam melakukan pengamalan-pengamalan sila-sila pancasila mengingat kita adalah warga negara Indonesia? Soalnya saya sering lalai dalam pengamalan tersebut bu. Maaf sebelumnya jika ada kata-kata yang tidak sesuai. Wassalamu'alaikum wr.wb.
MIKA NUNGQI W (XII IPS 2)

fiana indrasari mengatakan...

Fiana Indrasari XII IPS 5Blog yang sangat bagus Ibu.. bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang pancasila..

Saya punya pertanyaan seputar pancasila bu,, mungkin ini sepele tapi banyak diantara kami atau bahkan masyarakat umum belum tau. Sebenarnya apa tujuan selalu dibacakannya Pancasila dalam upacara bendera bu? Menurut saya itu salah satu langkah yang bagus untuk membuat generasi muda selalu mengingat pancasila walaupun belum memahami dan mengamalkannya, terlebih siswa masih banyak yang menyepelekan saat pancasila dibacakan. semoga jawaban dari ibu dapat membuka kesadaran kami untuk menghargai dan mengamalkaan pancasila.. terimakasih..

fiana indrasari mengatakan...

Fiana Indrasari XII IPS 5Blog yang sangat bagus Ibu.. bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang pancasila..

Saya punya pertanyaan seputar pancasila bu,, mungkin ini sepele tapi banyak diantara kami atau bahkan masyarakat umum belum tau. Sebenarnya apa tujuan selalu dibacakannya Pancasila dalam upacara bendera bu? terlebih siswa masih banyak yang menyepelekan saat pancasila dibacakan. semoga jawaban dari ibu dapat membuka kesadaran kami untuk menghargai dan mengamalkaan pancasila.. terimakasih..

Mumtaz Nasyaya mengatakan...

Assalamualaikum bu Herry, maaf saya baru bisa komen bu./
Bu saya mau bertanya, Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa Indonesia. Namun sekarang ini banyak golongan atau organisasi-organisasi yang berideologi selain pancasila. Bukankah ini bisa mengancap keberadaan bangsa kita? namun kenapa pemerintah dan masyarakat Indonesia terkesan kurang peduli dan tanggap dengan hal ini?

Mumtaz Nasyaya mengatakan...

Assalamualaikum bu Herry, maaf saya baru bisa komen bu./
Bu saya mau bertanya, Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa Indonesia. Namun sekarang ini banyak golongan atau organisasi-organisasi yang berideologi selain pancasila. Bukankah ini bisa mengancap keberadaan bangsa kita? namun kenapa pemerintah dan masyarakat Indonesia terkesan kurang peduli dan tanggap dengan hal ini?

Gangsar Zaenurohman mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb

Bu herry, saya mau tanya, apakah negara yang semula memiliki ideologi terbuka, bisa menjadi negara yang menganut ideologi tertutup?, kalau itu dapat terjadi, siapa yang berhak untuk menentukan perubahan ideologi tsb?, apakah rakyat, legislatif, eksekutif, apa pihak-pihak yang lainnya?. Maaf bu, saya terlambat, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, hehe.
Terima Kasih Bu Herry.

Gangsar Zaenurohman. XII IPA 4/08

nindita damanik mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Maaf bu, saya mau bertanya.
Pancasila itu kan termasuk ideologi terbuka dimana nilai-nilainya bersifat fleksible dan dapat mengikuti perkembangan jaman.
Namun apabila keadaan, budaya dan kebiasaan masyarakat sedah saling bertolak belakang dengan nilai-nilai pancasila karena perubahan jaman, masih dapatkah pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka? Sedangkan syarat ideologi terbuka salah satunya adalah harus memiliki nilai dasar, yaitu nilai yang bersumber pada masyarakat atau realita bangsa.

Terimakasih bu :)
Nindita Damanik / XII IPA 4

nindita damanik mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Maaf bu, saya mau bertanya.
Pancasila itu kan termasuk ideologi terbuka dimana nilai-nilainya bersifat fleksible dan dapat mengikuti perkembangan jaman.
Namun apabila keadaan, budaya dan kebiasaan masyarakat sedah saling bertolak belakang dengan nilai-nilai pancasila karena perubahan jaman, masih dapatkah pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka? Sedangkan syarat ideologi terbuka salah satunya adalah harus memiliki nilai dasar, yaitu nilai yang bersumber pada masyarakat atau realita bangsa.

Terimakasih bu :)
Nindita Damanik / XII IPA 4

Resa Sukiarita mengatakan...

Assalamu 'alaikum wr wb bu herry
sebelumnya terimakasih bu atas materinya, ada beberapa pertanyaan yang saya ingin tanyakan bu.
1. Seperti yang sudah ada di materi bahwa ideologi dibagi menjadi 2 yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup yang jelas memiliki perbedaan. Dari perbedaan itu, masalah seperti apa yang kira-kira akan muncul antar negara yang ber-ideologi berbeda yang menjalin kerjasama ya bu?
2. Pancasila memiliki nilai-nilai yang digali dari kehidupan masyarakat Indonesia, tapi bagaimana dengan masyarakat yang tidak hafal dengan pancasila bu? Apakah perlu diadakannya wajib hafal Pancasila untuk masyarakat Indonesia bu?
ya demikian bu, terimakasih atas penjelasannya.
wassalamu 'alaikum wr wb

resa sukiarita XII IPS 4

nina saputri mengatakan...

assalamualaikum bu Hery, Afwan saya Nina Nur Annisha XII IPA 2, mau bertanya ibu, salah satu ciri-ciri ideologi terbuka itu adalah Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkan
nya menurut zamannya. hlaa pada zaman ini, generasi kita cenderung menghilangkan norma-norma yang ada dan membuat tafsiran yang salah tentang ideologi kita, sehingga timbullah banyak penyelewengan-penyelewengan. Hlaa bagaimana ya bu agar ciri-ciri td diatas menjadi benar adanya, dan berpengaruh pd masyarakat? Terima kasih bu sebelumnya. Wassalamualaikum.. :)

Mutia Syarifah Azma mengatakan...

Selamat pagi bu, saya mutia syarifah kelas XII Ipa 2, mau mengomentari seputar masalah fungsi pancasila sebagai ideologi bangsa, yang dimaksud sebagai ukuran dalam menyampaikan kritik mengenai keadaan bangsa. Bagaimana mekanisme pancasila sebagai ukuran menyampaikan kritik bangsa? Apakah masyarakat di ajak untuk kritis mengenai bangsa Indonesia atau bagaimana bu? Terimakasih

Rinaldi Rosdian Rasyid mengatakan...

assalamungalaikum bu heri saya mau tanya kenapa di indonesia kehidupan bernegara tidak sesuai dengan idiologi pancasila banyak kekerasan ,keadilan tidak di tegakkan sebenar benarnya . mohon penjelasannys . terima kasih.. Rinaldi Rosdian R. XII IPA 4 / 22

Hardina Atsilia mengatakan...

Hardina Atsilia XII IPS 3
assalamu'alaikum wr.wb
saya mau bertanya apakah pancasila sebagai ideologi terbuka di Indonesia sudah berjalan baik atau belum?jika sudah berjalan baik apakah ada buktinya?
Apakah pancasila sebagai ideologi terbuka sudah di terapkan dalam sistem pemerintahan Indonesia?
Mohon pencerahannya bu...

Hardina Atsilia mengatakan...

Hardina Atsilia XII IPS 3
assalamu'alaikum wr.wb
saya mau bertanya apakah pancasila sebagai ideologi terbuka di Indonesia sudah berjalan baik atau belum?jika sudah berjalan baik apakah ada buktinya?
Apakah pancasila sebagai ideologi terbuka sudah di terapkan dalam sistem pemerintahan Indonesia?
Mohon pencerahannya bu...

Rara Mala mengatakan...

Assalamu'alaikum wr. Wb.
Maaf bu baru bisa memberi komentar..
Setelah membaca postingain oancasila sebagai ideologi terbuka, saya ingin bertanya pada ibu..
Pengertian Ideologi menurut Nicollo Machiavelli di bukunya yaitu IL Principle mengatakan bahwa ideologi adalah pengetahuan cara mendapatkan , menyembunyikan dan mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi keagamaan.. Konsepsi keagaamaan sendiri itu apa ya bu ?
Ayu Tiara Kusuma / XII IPS 3 / 5

Iqbal Novian Hidayat mengatakan...

Assakamualaikum. Wr. Wb.
Maaf baru senpat untuk mengirimkan tugas..
Saya mau bertanya, damapk negatif apa yang akan muncul jika ideologi tertutup diterapkan di Indonesia? Dan bagaimana cara agar nilai2 pancasila benar benar bisa di amalkan?
Terimakasih.. :)
Wassalamualaikum. Wr. Wb,

Tri Nugroho mengatakan...

terima kasih atas ilmunya

Iffat Fadhila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
Ibu Herry Ibu guru PKn yang baik, nama saya Iffat. . Setelah saya membaca blog dari Ibu Herry ini, ternyata menurut saya blog ini bagus dan memberikan banyak manfaat serta pengetahuan baik tentang materi maupun pengetahuan umum. Oiya, saya juga ingin bertanya sedikit mengenai artikel yang berjudul “Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka” ini. Didalam artikel Ibu ini tertulis bahwa Sebuah idiologi dapat bertahan dalam menghadapi perubahan dan tantangan dalam masyarakan apabila idiologi itu memiliki 3 dimensi, salah satunya adalah Dimensi Idealisme. Dimensi Idealisme itu sendiri yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan.
Nah sejauh ini menurut pemahaman saya, Pancasila sebagai Ideologi Indonesia melalui kekuatannya telah memberikan harapan kepada masyarakat Indonesia terhadap kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang. Namun sejauh yang saya ketahui Pancasila dengan kekuatannya itu sendiri belum 100% berhasil merealisasikan segala harapan yang didambakan Indonesia, yang mana disebabkan juga karena kemunduran yang dialami oleh Indonesia seperti kemunduran moral. Yang ingin saya tanyakan, apakah Pancasila pada keadaan yang demikian itu sudah bisa dikatakan memiliki Dimensi Idealisme? Lalu apakah kemampuan sebuah idiologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah, hanya dapat diwujudkan melalui pembangunan saja? Atau ada aspek lain yang bisa ditempuh untuk mewujudkan masa depan yang cerah?
Demikian pertanyaan dari saya Bu, Maaf apabila kalimatnya muter – muter soalnya bingung menyusun kalimatnya. Hehehe. Sekian dan terimakasih Ibu Herry 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Iffat Ganjar Fadhila Prakasita XII IPA 4 / 18

Candra Hari mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
Saya Candra Hari Wibowo dari kelas XII IPA 5, saya mau tanya bu kenapa piagam jakarta dijadikan sebagai pancasila atas dasar negara kita ?
Terimakasih bu
Wassalamu'alaikum wr.wb

Niki Nur Aviani mengatakan...

Maaf bu saya Niki Nur Aviani dari kelas XII IPA 5 mau bertanya. Mengapa Pancasila di jadikan ideologi terbuka?apa hanya Pancasila?

Mulyo Kurniati mengatakan...

Assalamu'alaikum Bu Herry, maaf sebelumnya saya mau bertanya tentang pancasila sebagai idiologi terbuka, apakah ada peresmian tentang Pancasila sebagai idiologi terbuka khususnya di Indonesia ini, kalau ada kapan ya Bu? dan mengingat dimateri yang Ibu postkan tidak ada... Pengalaman sejarah politik Indonesia sendiri kan pernah dipengaruhi idiologi komunisme yang pada dasarnya bersifat tertutup, dan Pancasila itu sendiri pernah merosot menjadi semacam pokok ajaran yang kaku. pada saat itu Pancasila tidak lagi tampil sebagai acuan bersama, tetapi sebagai senjata konseptual untuk menyerang lawan-lawan politik kita. Kebijaksanaan pemerintah di saat itu menjadi absolute, nah apakah mungkin Indonesia akan mengalami masa seperti itu lagi ya Bu? dimana Idiologi Pancasila bukan lagi sebagai Idiologi terbuka, melainkan menjadi Idiologi yang tertutup. Sekian pertanyaan dari saya Bu, terimakasih atas jawabannya...
Wassalamu'alaikum
Mulyo Kurniati
XII IPS 5
20

Niki Nur Aviani mengatakan...

Maaf bu,saya Niki Nur Aviani dari kelas XII IPA 5,mau bertanya. Mengapa pancasila di jadikan ideologi terbuka?apa hanya pancasila? Terimakasih

Rizka Utami mengatakan...

Assalamualaikum, Bu Herry.
Saya ingin bertanya. Bagaimana jika masyarakat salah menafsirkan isi ideologi terbuka (misalnya pancasila untuk rakyat indonesia), sehingga mereka tidak berpedoman pada ideologi yang benar (yang melenceng dari maksud ideologi yg sebenarnya)?

Aditya Rizka Utami
XII IPS 5 / absen 1

Veve Rara mengatakan...

Assalamualaikum bu Herry :)
Permisi bu,saya mau bertanya setelah membaca tulisan ibu mengenai Pancasila sebagai idiologi terbuka memunculkan beberapa pertanyaan di pikiran saya yaitu :
1.) Seperti yang telah dijelaskan oleh bu Hery bahwa karena bersifat terbuka maka tidak menutup kemungkinan Pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan dan kepentingan.Beragam pikiran dari rakyat Indonesia dan memunculkan berbagai keinginan dan kepentingan rakyat Indonesia dalam menafsirkan Pancasila sebagai Idiologi terbuka.Lalu bagaimakah kita dapat menilai mana yang merupakan Pancasila sebagai Ideologi terbuka yang penafsirannya yang tepat dan baik untuk Indonesia dan bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok saja?
2.) Apakah ada landasan atau aturan atau apapun untuk mengkontrol berbagai tafsiran terhadap Pancasila sebagai Ideologi terbuka?
3.) Pada masa pemerintahan presiden Soeharto, seperti yang telah diketahui dan dirasakan oleh rakyat Indonesia pada masa itu terkenal dengan otoriter-nya. Apakah pada masa pemerintahan presiden Soeharto, Pancasila masih dapat dikatakan sebagai Ideologi terbuka?
4.) Bagaimanakah cara kita sebagai generasi penerus bangsa memaknai adanya Pancasila sebagai Ideologi terbuka untuk negara Indonesia?
Terimakasih atas materi tentang Pancasila sebagai Ideologi terbuka yang telah bu Herry tuliskan dan mohon jawaban serta penjelasan dari pertanyaan saya ya bu :) Terimakasih :)
Wassalamualaikum wr.wb
Nindya Anggraeni Costae Vera / XII IPA 2 / 20
Tahun pelajaran 2014/2015

2e4ce1be-209d-11e4-8101-93e05a2f5f53 mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
Selamat malam bu, Maaf bu baru bisa buat pertanyaan sekarang karena baru ada waktu :D..

Menurut saya, ideologi pancasila sudah sangat bagus karena mengambil nilai positif dari ideologi lain,
Akan tetapi cara pengamalan bangsa kita saat ini sudah salah kaprah,hanya sekedar teori yang tinggi. Menurut ibu, Bagaimana agar semua nilai nilai yang ada dalam ideologi kita bisa direalisasikan sebagaimana mestinya,, mohon penjelasannya bu.
Terima kasih

Wassalamualaikum Wr Wb

Ahmad Ghofur Zauharudin / XII IPA 5 / Absen 2

firman nur rahman mengatakan...

assalamualaikum wr.wb
bu Herry saya mau bertanya,apakah suatu negara yang berideologi terbuka suatu saat bisa berubah menjadi berideologi tertutup dan sebaliknya negara yang berideologi tertutup bisa berubah menjadi berideologi terbuka,?
kemudian ideologi manakah yang paling banyak di pakai,?
terimakasih.
wassalamu'alaikum wr.wb

firman nur rahman XII IPS 2/14

Faishal Hilmy mengatakan...

Assalamualaikum bu,
Saya sudah membaca isi blog dari Bu Herry tentang 'Pancasila sebagai ideologi terbuka'
Tentunya suatu ideologi memiliki suatu sikap yang mendasar sehingga ideologi tersebut digunakan hingga saat ini. Saya mau bertanya bu, sikap positif apa yang dimiliki masing-masing sila dalam pancasila? Mengapa demikian? Mohon penjelasannya ya bu. Terimakasih
Wassalamualaikum

Muhammad Faishal H // XII IPS 2 // 18
2014

Ageng Brahmana mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.
permisi bu saya mau tanya tentang salah satu Ciri Idiologi terbuka yaitu
"Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya." dengan demikian apakah beberapa tahun yang akan datang, ideologi terbuka itu bisa berubah ?
mohon penjelasannya bu, Terimakasih.
wassalamu'alaiku wr.wb.

Ageng Brahmana A / XII-IPS 2 / 01

Ruli Tri Utami mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb Bu Herry. Terimakasih telah memposting materi pancasila sebagai idiologi terbuka, dengan ini saya dan teman-teman menjadi lebih mudah mencari sumber belajar.
Dari materi yang sudah ada, saya mau bertanya bu, yang pertama, pada materi yang tertuliskan itu terdapat beberapa fungsi pancasila sebagai idiologi negara, namun di kenyataanya fungsi itu tidak berlaku. Pancasila pada umumnya hanya untuk dibacakan oleh pembina upacara dan ditirukan oleh pesertanya, bahkan ada beberapa warga Indonesia yang tidak hafal apa saja isi dari Pancasila tersebut. Yang saya tanyakan, bagaimana cara agar fungsi-fungsi tersebut bisa terlaksana? apalagi di jaman sekarang masing-masing dari individu warga Indonesia kurang peduli dan kurangnya jiwa nasionalisme, mereka lebih mementingkan kepentingan masing-masing.
Yang kedua, saya bertanya yang dimaksud Idiologi terbuka adalah idiologi yang tidak beku/kaku/tertutup itu apa ya Bu?
Terimakasih Bu Herry.

Ruli Tri Utami / XII IPS 2 / 23

PASKIBRA GANESHA mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb

Terima Kasih Ibu Herry materi yang ibu berikan tentang Pancasila sebagai idiologi terbuka dan menambah pengetahuan saya .
Yang saya mau tanyakan ke ibu yaitu Indonesia tidak menganut idiologi liberalisme , menganutnya idiologi pancasila, tapi kenyataannya dilapangan banyak praktek liberal ?
Mohon penjelasan dari ibu .
Mohon maaf bila ada kata-kata yang salah. Terima Kasih.

Wassalamu'alaikum wr wb

Andwy Saksesian Ganda D / XII IPS 2 / 03

citra dewi mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb Bu Herry. Maaf saya baru bisa bertanya sekarang bu. Saya akan bertanya dua pertanyaan.
Yang pertama, Tipu daya yang tertuang pada pengertian Idiologi menurut Nicollo Machiavelli itu dalam artian negatif atau positif bu? Dan tipu daya tersebut menyangkut aspek apa saja bu?
Lalu yang kedua, di atas telah disebutkan bahwa "Bila masyarakat pasif /tanpa reaksi ,maka Pancasila sebagai suatu idiologi negara akan menjadi tertutup". Nah berarti sifat suatu idiologi negara dapat berubah sesuai dengan keadaan masyarakat atau bagaimana bu? Terimakasih dan maaf bila ada salah kata bu.
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Maria Ulfa Citra D. XII IPS 2. 16.

indah wahyuni mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Permisi Bu Herry, saya ingin bertanya tentang pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki ciri-ciri yaitu nilai-nilai ideologi bersifat garis besar dan tidak langsung operasional. Apa maksud dari ciri-ciri tersebut?
tolong beri penjelasannya bu.. terima kasih..

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Nama: Indah Purbo Wahyuni
Kelas: XII IPA 5 (14)

indah wahyuni mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Okta Dwi Anggoro mengatakan...

Check Sound !

Okta Dwi Anggoro mengatakan...

Selamat malam bu herry, saya Okta Dwi Anggoro kelas XII IPA 4 Nomor Absen 23, saya sudah membaca sekilas2 artikel di atas, saya mau tanya apakah sekarang masih ada negara dengan idiologi tertutup? kalau ada negara mana? terus kekondusifan negaranya bagaimanaana, aman tentram atau justru carut marut? dan kemakmuran rakyatnya bagaimana? Selamat Malam. Terimakasih.

saskia alfonsa mengatakan...

Selamat malam Bu Herry,
Bu, Pancasila sebagai ideologi terbuka kan selalu mengikuti perkembangan zaman, lalu sejauh mana pancasila bisa bertahan terhadap perkembangan ideologi lain yang tumbuh dan berkembang di masyarakat sekarang ini?
terima kasih :)


Alfonsa Saskia A.
XII IPA 2/02

Aji Pangestu mengatakan...

Assalamu'alaikum bu Herry.
Sebelumnya, terima kasih atas materi yang sangat bermanfaat ini.
Maaf sebelumnya, saya Aji Pangestu, ingin bertanya tentang materi "Pancasila sebagai Idiologi Terbuka" ini.
1. Salah satu ciri-ciri idiologi terbuka yaitu "Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya." Apa yang terjadi apabila suatu idiologi yang terbuka ditafsirkan oleh suatu generasi, tetapi penafsiran yang dihasilkan melenceng dengan cita-cita dan nilai luhur bangsa tersebut?
2. Dapatkah idiologi suatu negara berubah dari idiologi terbuka menjadi idiologi tertutup maupun sebaliknya? Apa alasannya?
3. Pengertian idiologi menurut Nicollo Machiavelli dalam bukunya berjudul IL Principle dikatakan,bahwa: "Idiologi adalah pengetahuan mengenai cara mendapatkan, menyembunyikan dan mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi keagamaan dan tipu daya." Maksud dari memanfaatkan konsepsi keagamaan dan tipu daya itu bagaimana? kemudian contohnya apa?
Mohon penjelasannya.
Terimakasih bu.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Aji Pangestu/XII IPA 4/02

Puspita Rachma A mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr Wb
Ini Puspita Rachma Azizah Kelas XII IPA 4 Absen 25
Bu,saya ingin meminta penjelasan lebih ttg materi ini.
Diatas kan telah disebutkan fungsi Pancasila sbg ideologi bangsa antara lain Mempersatukan bangsa, dan mengembangkan identitas bangsa. Namun realita yg ada skrg ini masih banyak terjadi ketidakharmonisan trutama antar umat beragama, dan generasi muda juga sedang krisis kepedulian thd identitas bangsa. Padahal Pancasila dijadikan Ideologi Terbuka (yg notabenya tanpa paksaan) Bangsa Indonesia juga sudah lama. Sebenarnya apa yang salah dgn semua itu? Bagaimana menyikapi hal demikian agar fungsi Pancasila sbg ideologi terbuka dpt trlaksana dgn baik?
Dan apakah sebuah ideologi itu dapat dirubah?
Terimakasih bu, Wassalamualaikum Wr Wb

Lala Nida mengatakan...

Assalamualaikum Wr. Wb bu Herry...
Selamat malam
Saya Fadilah Nur Rahmah kelas XII IPA 6 ,
Saya masih belum mengerti, maksud dari Ciri Idiologi Terbuka, yang ''Isinya tidak instan atau operasional, sehingga tiap generasi tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya''
Bu, mengapa Muh.Yamin menyampaikan pemikiran tentang dasar negara, antara yang lisan dan tertulis, berbeda?
Terimakasih bu
Wassalamuaikum Wr.Wb

Anandika mengatakan...

Assalamualaikum, Bu Herry. Postingan ini berisi materi yang lengkap. Sangat membantu kami, siswa-siswi yang masih awam tentang status Pancasila sebagai ideologi terbuka (atau mungkin menurut Ibu Herry ada istilah yang lebih tepat selain "status"; maaf kalau kurang sesuai).

Meski begitu, ada satu hal yang masih belum saya pahami. Di atas tertulis: "Idiologi terbuka adalah idiologi yang tidak beku/kaku/tertutup dan juga tidak dimutlakkan dimana nilainya tidak dipaksakan dari luar, bukan paksaan / pemberian negara tetapi merupakan realita yang diambil dan berasal dari masyarakat itu sendiri."

Benar itu fakta, bahwa Pancasila berasal dari jiwa masyarakat Indonesia semenjak dahulu kala, yang kemudian terlahir sebagai bentuk kepribadian yang khas. Yakni dengan substansi ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat tetap.

Namun, kalau kita mengamati realita di sekeliling kita, di masa kini terdapat banyak tindakan yang menyimpang jauh dari substansi Pancasila tersebut.

Memang, kita semua yakin, bahwa pelaku penyimpangan tersebut sangat bisa kembali sadar dan tetap mempertahankan ideologi Pancasila di benak mereka. Karena bagaimanapun, perubahan hanya bisa terjadi jika berasal dari diri sendiri. Namun, bukankah itu juga dipengaruhi oleh beberapa faktor? Salah satunya pendidikan di sekolah.

Menurut saya, sekolah sebagai lembaga pendidikan perlu menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila di dalam diri para siswa. Meyakinkan para siswa agar mengakui adanya Tuhan, menjunjung tinggi kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan hingga benar-benar mengerti. Saya berpendapat, ini merupakan suatu keharusan yang tidak dapat diganggu gugat. Harus dilakukan dengan penuh kedisiplinan.

Nah, pertanyaan saya adalah, apakah dengan cara seperti itu, telah menodai status Pancasila sebagai ideologi terbuka? Mengingat makna ideologi terbuka seperti yang disebutkan tadi adalah: bukan paksaan/pemberian dari negara. Jika memang iya, apa upaya terbaik untuk menyadarkan sebagian masyarakat Indonesia yang belum sepenuhnya sadar, bahwa: ideologi kita adalah Pancasila, dan kita juga harus menjadikannya pedoman dalam kehidupan bernegara?

Maaf jika pertanyaan ini berbelit-belit. Terima kasih atas kesediaan Ibu membaca dan menaruh perhatian terhadap komentar ini.

Wassalamualaikum wr. wb.

(Anandika D. P. // XII IPA 6 // No. Absen 06)

Rizki prasetya mengatakan...

Assalamualaikum Wr. Wb, Bu Herry.
Saya Rizki Prasetya kelas XII IPA 6 ,
Saya ada pertanyaan mengenai materi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka.
1. Apakah pancasila yang tadinya sebagai ideologi terbuka bisa berubah menjadi ideologi tertutup? apa penyebabnya?
2. Apakah hanya Indonesia saja yang menggunakan ideologi terbuka? jika Tidak, negara apa saja?
3. Apakah dalam Pancasila sebagai Ideologi terbuka terdapat batas-batas yang tidak boleh dilanggar? kalau ada, apa saja?
Terima kasih dan Maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan...
Wassalamualaikum Wr. Wb.

lian leavenna mengatakan...

Permisi Bu , saya mau bertanya . Dalam Piagam JAKARTA dan isi dari UUD 1945 dikatakan " ... dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia , dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang negara Indonesia yang merdeka , bersatu , berdaulat , adil dan makmur ... " .
Dan pada PANCASILA , sila ke -3 : Persatuan Indonesia .
Apakah sampai sekarang ini benar adanya bahwa negara Indonesia yang sudah merdeka ini BERSATU diatas segala permasalahannya ?
Contohnya saja pada PILPRES 2014 ini . Terjadi perpecahan pendapat antara yang menimbulkan masalah di berbagai tempat , apakah dalam masalah tersebut sudah menunjukkan peran PANCASILA yang sebenar-benarnya ?
Dan juga kata MAKMUR yang dicantumkan di Piagam Jakarta dan isi UUD 1945 itu berjalan hingga saat ini , apakah perbuatan petinggi2 hukum yang melakukan KKN itu memakmurkan rakyat ?
Sekian , dan Terimakasih .

Lian Leavenna / XII IPS 2 / 15

Aditya Haradito mengatakan...

Assalamu'alaikum wr. wb.
Ideologi Pancasila merupakan hasil renungan atau hasil pemikiran seseorang atau sekelompok orang yang mempunyai konsep, gagasan, cita-cita, dan paham atas kehidupan kenegaraan, yaitu negara Indonesia. Unsur-unsur yang diambil sebagai bahan pemikiran atau perumusan oleh para pendiri negara diangkat dari kehidupan masyarakat dan bangsa sendiri bukan bangsa lain.
Yang ingin saya tanyakan kepada Bu Herry adalah. Apa saja unsur yang dijadikan konsep dasar pemikiran Ideologi negara Indonesia? Dan apa saja contohnya dalam bermasyarakat.
Terima kasih banyak atas perhatiannya Bu Herry.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
(Aditya Haradito/XII IPA 1/02)
(Tahun Pelajaran 2014/2015)

rizkiana intannia mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb
Bagus sekali bu materinya,tdk jauh beda dg buku...
Bu, saya mai bertanya fungsi pancasila sbg ideologi negara salah satunya adalah mempersatukan bangsa,namun dalam kenyataannya ada beberapa daerah yg ingin memisahkan diri dan atau sudah berpisah...
Jika bgitu brrti kita sbg wrga negara tlh gagal menjalankan fungsi ideologi negara kita bu?
Wassalamualaikum wr.wb
Rizkiana intannia XII ips 1/22

sekar nilam cahya mengatakan...

Assalamualaikum Wr.Wb
Ibu saya ingin bertanya mengenai ciri ideologi terbuka yang salah satunya menyebutkan bahwa isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya. Apakah setiap penafsiran di setiap zaman itu sama atau berbeda? Apakah boleh berbeda? Serta adakah dampak dari perbedaan tersebut? Terimakasih
Wassalamualaikum Wr.Wb

Julia W A mengatakan...

Assalamualikum Wr.Wb
Saya ingin bertanya mengenai materi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka.
1. Pernahkah Indonesia menganut Ideologi tertutup ? Jika pernah, pada tahun berapa ?dan apa alasan pemerintah Indonesia menggunakan ideologi tertutup itu, apakah ada keuntungan yang didapat dari penggunaan ideologi tertutup tersebut ?.
2. Mengapa ada negara yang masih menggunakan ideologi tertutup ?, padahal dapat dilihat pada ciri ideologi tertutup, bahwa ideologi tertutup hanya menguntungkan penguasa negara dan tidak menguntungkan rakyat.
Terimakasih
Wassalamualikum Wr.Wb.

Julia Widi Alifah / 17 / XII IPA 1

Munandar Setiyanto mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Terima kasih atas materinya Bu. Saya ingin menanyakan beberapa hal mengenai Pancasila sebagai Ideologi Terbuka.
1. Pembukaan UUD 1945 kalau dibubarkan berarti sama saja dengan membubarkan NKRI. Di dalam Pembukaan UUD 1945 pada alenia ke-4 terdapat Pancasila. Pada tahun 1950,berlaku UUDS 50 dimana rumusan Pancasila diubah, apakah hal tersebut artinya sama saja membubarkan NKRI? Adakah daerah yang ingin melepaskan diri dari NKRI karena ideologinya tidak sesuai? Mengapa Pancasila diberlakukan kembali setelah itu?
2. Pancasila termasuk ideologi terbuka yang dijadikan sumber dari segala sumber hokum di Indonesia. Akan tetapi kadang terdapat peraturan pemerintahyang tidak sesuai dengan kondisi di masyarakat sehingga terjadi demonstrasi. Peraturan pemerintah tersebut tentunya bersumber dari Pancasila. Apakah bisa dikatakan Pancasila sudah mulai berganti dari ideologi terbuka ke ideologi tertutup yang diatur oleh penguasa? Apalagi banyak perpecahan pendapat di masyarakat yang melanggar ideologi.
3. Di materi tersebut, Bu Herry menyebutkan bahwa “Idiologi negara bukan idiologi milik negara, tetapi idiologi negara adalah gagasan fundamental mengenai hidup bernegara”. Apakah ideologi kita bisa ditiru atau dijiplak oleh negara lain yang memiliki gagasan hidup bernegara sama dengan negara Indonesia? Bagaimana kalau yang meniru atau menjiplak Pancasila adalah negara berpaham komunis sehingga Pancasila ada 2 yaitu yang ideologi terbuka dan tertutup? Lalu, bagaimana jika suatu negara dijajah oleh bangsa lain. Apakah negara yang dijajah mengikuti ideologi negara yang menjajah meskipun tidak sesuai dengan pandangan hidup dan nilai-nilai masyarakat negara terjajah?
Mohon maaf bila pertanyaannya terlalu banyak, dan kurang berkenan di hati Ibu.
Wassalamualaikum. Wr. Wb
Indonesian Teens are The Future Leader of Indonesia. We love Indonesia cause Indonesia is place we lived. Let’s go to bring Indonesia shine in the world.

MUNANDAR SETIYANTO
XII IPA 6 / 19
2014/2015

Argan Tara mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.
Mohon maaf Bu saya ingin bertanya, Apakah benar masyarakat Indonesia dari tahun-ketahun semakin berkurangnya pengetahuan tentang Pancasila bahkan Ideologinya hingga sekarang ini ? Jika benar,Mengapa itu terjadi ? dan bagaimana solusi yang terbaik ?

Echtidar Yuristiawan Argantara XII IPS 2

mohon maaf dan terimakasih Bu,
Wassalamu'alaikum wr.wb

Yours;) mengatakan...

Assalamu'alakum Wr. Wb.
maaf bu saya mau tanya, pada dasarnya ideologi merupakan pedoman suatu bangsa, tapi mengapa bisa ada yang menganut ideologi tertutup yang merupakan cita-cita sekelompok orang? kalau ada, contoh negaranya apa? dan bolehkan ibu memberikan perkembangan negara tersebut?
kemudian pertanyaan kedua, kalau ideologi bisa diubah berarti mungkin suatu saat pancasila kita bisa diubah sesuai jamannya? lalu apalah arti dari hari lahir pancasila? pembukaan UUD 45? kalau begitu sejarah semakin kedepan semakin dilupakan bu?
pertanyaan terakhir ini tolong dijawab ya bu (tapi agak menyimpang dari materi). pada pemilu presiden 2014 kali ini jumlah poling suara tidak terlalu jauh, terpaut beberapa persen saja. Mungkinkah reformasi baru bisa terjadi di indonesia ini? karena apabila presiden yg sudah melaksanakan masa jabatannya dan tidak menepati janjinya, pasti akan terjadi demontrasi dari pihak yang kontra dengan presiden yang jadi. Dikit-dikit demo, dikit-dikit tidak setuju. Pasti kan ya bu mempengaruhi ideologi bangsa kedepannya?
Sekian bu pertanyaan dari saya, semoga ibu mengerti dan bisa menjawabnya. Maaf mengganggu.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Aurora Farras Al Atiqah Putri/XII IPS 5/absen 3
tahu pelajaran 2014/2015

rachma shafa mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb
Terimakasih atas materi yang sangat bermanfaat Bu. Saya memiliki beberapa pertanyaan
1) Mengapa Indonesia menggunakan ideologi terbuka?
2) Bagaimana cara menumbuhkan nilai yang terkandung Pancasila sehingga mampu memberikan harapan optimisme dan motivasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia?
3) Ideologi tertutup itu di terapkan dinegara mana saja bu?
Terimakasih
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Rachma Fathin N. S. / XII IPA 5 / 24

Aisyah Nurul Lathifah mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb
Ibu, saat ini banyak remaja yang tahu dan mempelajari tentang ideologi. Namun, pada nyatanya ideologi tersebut kurang atau belum diterapkan oleh mereka. Bagaimana cara untuk meningkatkan kesadaran mereka terhadap ideologi Bangsa Indonesia bu ? Mengapa Bangsa Indonesia juga yakin terhadap ideologi Pancasila ?
Terimakasih.
Wassalamualaikum wr.wb.

Aisyah Nurul Lathifah / XII IPS 4 / 01

Hayu Prasetyani mengatakan...

Assalamu'alaikum bu Herry, dari penjabaran postiangan ibu di atas saya ingin mengajukan pertanyaan.

1). Dari penjabaran ibu, saya dapat menarik kesimpulan bahwa salah satu karakteristik dari ideologi terbuka adalah menghargai pluralitas, sehingga dapat diterima warga masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya dan agama.Namun, dewasa ini masyarakat kita telah kehilangan moral dan nilai-nilai luhur itu. Hal tersebut telah terbukti dengan begitu mudahnya budaya-budaya asing yang bertujuan untuk mengganti ideologi kita masuk kedalam kultur Indonesia. Sebut saja yang tengah hangat diperbincangkan saat ini adalah gerakan ISIS. Gerakan ini seolah enggan untuk mengakui perbedaan Indonesia, mereka melakukan gerakan terorisme terutama terhadap hal-hal yang berhubungan dengan umat agama non-Islam. Bagaimana tanggapan ibu mengenai hal tersebut?

2). Ideologi terbuka, merupakan suatu pemikiran yang terbuka. Ciri-cirinya: bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri. Tapi, pada masa ini bangsa Indonesia telah kehilangan moral dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam pancasila. salah satu penyebabnya adalah karena masuknya budaya dan kultur-kultur asing ke dalam Indonesia. Menurut ibu, langkah apa yang dianggap paling EFISIEN dan EFEKTIF untuk menanggulangi masalah ini dan untuk mengembalikan jati diri bangsa Indonesia agar kembali sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?

Terima kasih bu,
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Hayu Prasetyani Mukti
XII IPS 4 / 13

Prima mengatakan...

Assalamualaikum Wr.Wb
permisi bu Herry, saya mau bertanya bu sebelumnya ciri-cirinya Idiologi terbuka yaitu salah satunya merupakan kekayaan rohani, budaya ,masyarakat. Boleh saya bertanya apakah apabila suatu negara hanya memiliki kekayaan misalnya rohani apakah negara itu tetap dikatakan menjadi negara yang beridiologi terbuka bu ?
walaupun ciri - ciri lainnya sudah terlampaui bu tapi berbanding lurus dengan ciri - ciri ideologi tertutup bu ?
dan yang terakhir saya mau bertanya lagi apakah suatu negara bisa memiliki dua jenis ideologi secara bersama - sama bu ?
terima kasih bu Herry cantik..
PRIMA SABRINA NANDANI
XII IPS 4

Tenia Saesarah Heningtyas mengatakan...

Assalamu'alaikum bu Herry. Saya memiliki beberapa pertanyaan :
1. Apakah ada negara yang menggunakan ideologi tertutup? Jika ada apakah negara tersebut lebih berkembang dan lebih kondusif dari negara yang menggunakan ideologi terbuka? atau malah sebaliknya?
2. "Karena bersifat terbuka , maka tidak menutup kemungkinan Pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan atau kepentingan". Akankah hal tersebut dapat mengganggu persatuan bangsa? Karena saat ini sudah banyak orang yang berpikir kritis dan berani mempertahankan apa yang ia inginkan dan ia yakini.
Mohon penjelasannya bu. Terimakasih
Tenia Saesarah H / XII IPA 1 / 29

bayu fitriana mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Seperti yang telah dijelaskan Bu Herry
Bila masyarakat pasif /tanpa reaksi ,maka Pancasila sebagai suatu idiologi negara akan menjadi tertutup, sehingga relevansinya akan hilang.
Saya ingin bertanya apa yang terjadi apabila pancasila menjadi ideologi tertutup bagi NKRI?
Lalu apakah sekarang pancasila sudah menjadi ideologi tertutup mengingat perilaku kebanyakan masyarakat Indonesia yang tidak berlandaskan pancasila?
Terimakasih.
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Bayu Fitriana N.A/XII IPA 1/07
·

Debora Vita Susanto mengatakan...

Permisi bu..
Saya mau bertanya. Dari materi Pancasila sebagai Ideologi Terbuka tersebut, dikatakan bahwa " Ideologi terbuka adalah Ideologi yang tidak beku/ baku/ tertutup dan juga tidak dimutlakkan dimana nilainya tidak dipaksakan dari luar, bukan paksaan tetapi merupakan realita yang diambil dari masyarakat itu sendiri". Yang dimaksudkan dari tidak dimutlakkan dimana nilainya tidak dipaksakan apa bu? Nilai tidak dipaksakan yang bagaimana? Dan apa contoh dari Ideologi terbuka?
Sekian dan terimakasih.

Debora Vita Susanto/ XII IPS 2/ 09

yosephine kristianti mengatakan...

Permisi bu, saya mau bertanya tadi dijelaskan bahwa sebuah idiologi dapat bertahan dalam menghadapi perubahan dan tantangan dalam masyarakat apabila idiologi itu memiliki 3 dimensi yaitu dimensi realita,idealisme dan fleksibilitas. Apakah ketiga ideologi itu sangat berpengaruh dalam negara? Mengapa hal itu bisa mnjadi pertahanan dalam menghadapi tantangan dalam masyarakat? Dan apabila salah satu dimensi tidak terlaksana atau tercapai. Apakah negara masih bisa bertahan?jika bisa. Bagaimana caranya?
sekian dan terima kasih bu.

YOSEPHINE K - XII IPS 2/27

erlangga jaya mengatakan...

Assalanu'alaikum wr.wb

Dimensi Fleksibelitas
yaitu kemampuan suatu idiologi dalam mempengaruhi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakatnya dengan menemukan tafsiran-tafsiran sesuai dengan kenyataan baru yang muncul dihadapannya.

-Bagaimana jika dalam penyesuaian diri kita salah menafsirkan atau tidak bisa mengikuti masalah masalah yang dihadapinya untuk di terapkan dalam kehidupan?

ERLANGGA JAYA/XII IPA 6/11

Nur Isnaeni N mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb

Bu herry saya mau bertanya, pancasila sebagai suatu ideologi bersifat aktual, dinamis dan antisipatif. Apakah dalam hal ini aktual berarti selalu baru ? Lalu bagaimana mengaitkan sifat aktual ini terhadap pancasila ? Padahal seperti yang kita tau pancasila merupakan nilai2 luhur yang ada sejak dahulu dan bukan hal yang baru.
Mohon penjelasannya bu herry
Terimakasih bu

Wassalamu'alaikum wr wb

NUR ISNAENI N / XII IPA 1 / 23

Nur Isnaeni N mengatakan...

TEUSHY ANGGARINA REFYZA_XII IPA 1_30

Dalam arti luas :
Idiologi menunjuk pada pedoman dalam berpikir ataupun bertindak sebagai pedoman hidup dalam semua segi kehidupan, baik pribadi maupun umum.

Assalamualaikum Bu Guru
saya ingin bertanya:
-Bolehkah pancasila dijadikan ideologi oleh negara lain?
trima kasih,
Wassalamualaikum :)


TEUSHY ANGGARINA REFYZA_XII IPA 1_30

mega ageng mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
Selamat sore bu :) saya mau bertanya.
Pada ideologi tertutup itu dijelaskan bahwa ideologi tertutup cenderung memaksakan mengambil nilai-nilai ideologi dari luar masyarakatnya yang tidak sesuai dengan keyakinan dan pemikiran masyarakatnya. Yang ingin saya tanyakan. Nilai-nilai apa saja yang diambil dari luar masyarakat itu? Adakah dampak dari hal tersebut? Jika ada, dampak apa saja yang terjadi?
Terimakasih bu :)
Wassalamu'alaikum wr.wb

MEGA RIZKY ARSANTI_XII IPA 1_21

Aruna Tri Pamungkas mengatakan...

Assalamualaikum wr. wb. Permisi bu saya Aruna Tri Pamungkas dari kelas XII IPA 2 ingin bertanya sesuatu setelah membaca materi dari Bu Herry mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka ini.
1. Pertama bu, saya ingin tahu, Bagaimanakah dampaknya bagi masyarakat dan Bangsa Indonesia semisalnya Pancasila bukan sebagai ideologi terbuka melainkan menjadi / sebagai ideologi tertutup?
2. Lalu saya juga penasaran, seperti pada materi ini bu, Pancasila sebagai ideologi terbuka itu kan dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang berlangsung di dunia ini. Menurut Bu Herry tantangan apa sajakah yang akan dihadapi Pancasila sebagai ideologi terbuka dalam era globalisasi ini dan ke depannya bu? Dan juga bagaimana cara terbaik menghadapi / mengatasi tantangan-tantangan tersebut bu?
3. Saya ingin bertanya juga bu, bagaimana proses Pancasila menjadi sebuah ideologi terbuka? apakah terdapat perundingan yang menetapkan Pancasila sebagai ideologi terbuka atau memang sejak awal Pancasila lahir telah menjadi ideologi terbuka?
Mohon maaf jika terdapat beberapa patah kata yang kurang berkenan di hati Bu Herry. Terima kasih bu. Mohon jawabannya dari Bu Herry secepatnya ya bu, soalnya saya penasaran sekali setelah membaca keseluruhan materi ini bu.

Moh Ragils mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
Saya akan bertanya?
Pernah di situs youtube beredar tentang video ISIS (Islamic State in Iraq and al-Sham) di indonesia untuk mengajak warga indonesia masuk ke organisasi mereka. Kemudain ada yang berargumen tentang ISIS itu bertentangan dengan ideologi negara (PANCASILA).
Apakah benar ISIS bertentangan dengan Pancasila?
dan apa sika kita sebagai siswa sma yang harus dilakukan dalam menghadapi hal tersebut?
terimakasih banyak
wassalamualaikum wr wb.

Mohammad Ragil Sodikin / XII IPS 5/19
28 Agustus 2014

Anggun Hysa mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Maaf bu saya tanya di perbedaan ideologi terbuka dan ideologi tertutup yang berisi ideologi terbuka Isinya tidak bersifat operasional. Ia baru bersifat operasional apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundangan lainnya. maksudnya bagaimana?
terimakasih.
wassalamu'alaikum wr.wb
Anggun Hysa A/XII IPA 4/04

Rahmi Mutia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Rahmi Mutia mengatakan...

Assalamu'alaikum Bu Herry
Blog yang Ibu buat ini sangat bermanfaat bagi kami untuk lebih memahami tentang materi yang disampaikan. Pada tulisan Ibu di bab Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka ini memberi pengetahuan kami tentang Pancasila lebih mendalam. Pada bab ini dijelaskan bahwa fungsi Pancasila sebagai ideologi Negara salah satunya adalah mempersatukan bangsa, padahal pada realita di Indonesia saat ini banyak terjadi kasus seperti tawuran antar pelajar, perkelahian antar suku, perbedaan pendapat yang menimbulkan kerusuhan seperti pada pilpres, dan kasus-kasus lainnya yang mencerminkan kurangnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan ini apakah Pancasila "gagal" menjalankan fungsinya sebagai ideologi negara untuk mempersatukan bangsa? Faktor apa sajakah yang menghambat Pancasila mengarahkan Bangsa Indonesia menuju cita-citanya? Apakah karena di Indonesia banyak sekali perbedaan mulai dari agama, suku, dan budaya sampai perbedaan pendapat menjadi permusuhan bukannya menjadi warna yang menghiasi kerangka Nusantara ini?
Mohon penjelasannya dari Bu Herry atas pertanyaan saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Rahmi Mutia Mawardi_XII IPA 1 (25)

amartha ayustin mengatakan...

Assalamualaikum, bu herry isi blognya membantu pembelajarannya bu.
Bu, pancasila itu lahir dari pribadi masyarakat bu, tapi sekarang banyak masyarakat indonesia banyak yang menyimpang dari pancasila bu, lalu apa yg harus kami lakukan sebagai penerus perjuangan bangsa untuk menumbuhkan rasa kecintaan kepada indonesia dan mempunyai sikap seperty yang terkandung dlm pancasila bu?
Mohon penjelasannya bu, terimakasih :)

Amartha Ayustin R
XII IPS 4/03

Dinar Tri Alfiyati mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
Saya ingin bertanya mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka. Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki arti bahwa setiap individu memiliki penafsiran yang berbeda-beda terhadap Pancasila. Dalam hal ini penafsiran seperti apa yang dimaksudkan? Kemudian apabila setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda-beda apakah tidak akan menimbulkan kesalahpahaman yang akan berujung pada perpecahan? sebagai seorang WNI sikap bijak seperti apa yang kita ambil? yang terakhir saya ingin bertanya mengenai penyebaran ISIS yang sekarang ini tengah marak di wilayah Indonesia,bagaimana peran Pancasila sebagai ideologi terbuka dalam menyelamatkan generasi muda dari pengaruh buruk ISIS? Atas jawaban yang Ibu Herry berikan saya ucapkan terima kasih.

DINAR TRI ALFIYATI XII IPA 3 / 08

Cahyani Tyas mengatakan...

Assalamu'alaikum Bu Herry, disini saya akan menanyakan beberapa pertanyaan.
1) Diatas telah disebutkan pengertian idiologi menurut Nicollo Machiavelli yang mengatakan bahwa "Idiologi adalah pengetahuan mengenai cara mendapatkan, menyembunyikan dan mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi keagamaan dan tipu daya." Yg ingin saya tanyakan yaitu apa yg dimaksud dgn memanfaatkan konsepsi keagamaan dan tipu daya? Mohon penjelasannya.
2) Mengapa rumusan Pancasila dlm Konstitusi RIS dan UUDS 1950 berbeda dgn rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta? Padahal rumusan Pancasila dalam Piagam Jakarta sudah lebih dahulu disahkan pada waktu itu dlm sidang PPKI I. Dan mengapa saat ini Indonesia menggunakan kembali rumusan Pancasila yg tercantum dlm Piagam Jakarta, bukan menggunakan rumusan yg tercantum dlm Konstitusi RIS maupun UUDS 1950?
3) Apa saja kelebihan dan kekurangan suatu negara yg menggunakan idiologi terbuka dan idiologi tertutup?
Sekian, mohon penjelasannya.
Terimakasih :)

CAHYANI WAHYUNINGTYAS
XII IPS 4/07

Poskan Komentar