Pages

Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka







PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA

Standar Kompetensi :
    1.    Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka

Kompetensi Dasar :
1.1. Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka

1.       Pengertian idiologi menurut para ahli :

            a. Nicollo Machiavelli dalam bukunya berjudul  IL Principle dikatakan,bahwa:

         Idiologi adalah pengetahuan mengenai cara mendapatkan, menyembunyikan dan               mempertahankan kekuasaan dengan memamfaatkan konsepsi keagamaan dan tipu daya.

            b. Louis Althusser, idiologi adalah pandangan hidup sebab idiologi mengajarkan     pada setiap orang tentang bagaimana cara menjalankan hidup di dunia bukan mengajarkan apa itu dunia.


Pengertian idiologi secara luas dan sempit :

            Dalam arti luas :
Idiologi menunjuk pada pedoman dalam berpikir ataupun bertindak sebagai pedoman hidup dalam semua segi kehidupan, baik pribadi maupun umum.

            Dalam arti sempit :
Idiologi menunjuk pada pedoman baik dalam berpikir maupun bertindak sebagai pedoman hidup dalam bidang tertentu. 

            Sebuah idiologi dapat bertahan dalam menghadapi perubahan dan tantangan dalam masyarakan apabila idiologi itu memiliki 3 dimensi, yaitu :

(1). Dimensi Realita
 yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk mencerminkan realita yang hidup dimasyarakat dimana ia lahir atau kenyataan saat awal kelahirannya.

(2).  Dimensi Idealisme 
yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan.

(3).  Dimensi Fleksibelitas 
yaitu kemampuan suatu idiologi dalam mempengaruhi sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakatnya dengan menemukan tafsiran-tafsiran sesuai dengan kenyataan baru yang muncul dihadapannya.

Catatan :

            Idiologi negara bukan idiologi milik negara, tetapi idiologi negara adalah gagasan fundamental mengenai hidup bernegara.  Oleh karena itu Pancasila sebagai Idiologi negara adalah gagasan fundamental mengenai hidup bernegara milik seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya milik negara atau rezim pemerintah.
Idiologi negara Indonesia,adalah Pancasila

2.    PENGERTIAN PANCASILA :
    A.          PENGERTIAN PANCASILA SECARA ETIMOLOGIS :
Pancasila , berasal dari bahasa Sansekerta ( India ), yaitu bahasa yang digunakan oleh kasta Brahmana, yang terdiri dari dua kata yaitu :
·          Panca , yang artinya lima
·          Syila, yang artinya batu sendi, alas atau dasar
Jadi, secara etimologis kata PANCASILA berarti berbatu sendi lima.

Yang dimaksud dengan berbatu sendi lima tersebut, sesuai ajaran Budha adalah merupakan lima aturan ( larangan ) atau five moral principles,
 yang meliputi :
·          Janganlah mencabut nyawa makhluk hidup / membunuh
·         Janganlah mengambil barang yang tidak diberikan / mencuri
·          Janganlah berhubungan kelamin / berzina
·          Janganlah berkata palsu / berdusta
·          Janganlah meminum -minuman yang menghilangkan pikiran / minuman keras

Pada saat agama Islam mulai tersebar ke seluruh Indonesia maka sisa – sisa pengaruh ajaran moral Budha ( pancasila ) ternyata masih tetap melekat dalam kehidupan masyarakat Jawa, yang dikenal dengan istilah lima larangan atau lima pantangan moralitas, yaitu dilarang :
·          Mateni, artinya membunuh
·          Maling, artinya mencuri
·          Madon, artinya berzina
·          Mabok, artinya meminum -minuman keras atau menghirup candu
·          Main, artinya berjudi

Karena semua huruf awalnya adalah huruf “ M” maka lima prinsip moral tersebut dikenal dengan sebutan : “ Ma lima “ atau “ M5 “ yaitu larangan untuk melakukan hal – hal yang telah dilarang / menjadi pantangan seperti tersebut diatas .

   B.           PENGERTIAN PANCASILA SECARA HISTORIS

                  Istilah Pancasila mulai secara resmi menjadi bahasa Indonesia yaitu sejak disahkannya UUD 1945, termasuk pembukaan UUD 1945 dimana di dalamnya memuat isi rumusan lima prinsip sebagai satu dasar negara yang diberi nama : PANCASILA
                  Istilah PANCASILA ( yang artinya lima dasar ) sebagai nama dasar Negara RI adalah usulan dari IR.Soekarno atas saran dari seorang sahabatnya yang ahli bahasa.Pembahasan tentang Dasar Negara RI tersebut, dengan menghadirkan tiga pembicara : M.Yamin, Soepomo dan Soekarno.
Walaupun dalam alinea IV pembukaan UUD ’45 tidak termuat istilah “ PANCASILA “, namun yang dimaksud dengan Dasar Negara adalah : “ PANCASILA “. Hal ini didasarkan atas interprestasi yang secara spontan diterima oleh peserta sidang BPUPKI secara bulat.

                  Secara terminologis histories, proses perumusan Pancasila adalah sebagai berikut :
a.     Mr. Muhammad Yamin ( 29 Mei 1945 )




            Dalam sidang BPUPKI tanggal 29 mei 1945 , yang mendapat kesempatan pertama kali untuk menyampaikan pemikiran tentang dasar negara, adalah Muh.Yamin. Pidatonya berisikan tentang lima asas Negara Indonesia merdeka, yang meliputi :
1.    Peri Kebangsaan
2.    Peri Kemanusian
3.    Peri Ketuhanan
4.    Peri Kerakyatan
5.    Kesejahteraan rakyat
Dan beliau juga menyampaikan usulan secara tertulis yang meliputi :
1.    Ketuhanan Yang Maha Esa
2.    Kebangsaan persatuan Indonesia
3.    Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab
4.    Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan dalam permusyaratan perwakilan
5.    Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

b.    Prof Mr . Dr.R Supomo ( 31 Mei 1945 )



            Dr.Supomo adalah seorang ahli hukum adat Indonesia yang terkenal, yang mengemukakan lima dasar negara sebagai berikut :
1.    Paham Negara Persatuan
2.    Berhubungan Negara dan Agama
3.    Sistem Badan Permusyaratan
4.    Sosialisme Negara ( Staatssocialisme )
5.    Hubungan Antarbangsa yang bersifat Asia Timur Raya

c.    Ir. Seokarno ( 1 Juni 1945 )



            Dalam pidatonya tanggal 1 Juni 1945, Ir Soekarno menyampaikan secara lisan usulan lima asas sebagai dasar Negara Indonesia, dengan rumusan sebagai berikut :

1     Nasionalisme atau kebangsaan Indonesia
2     Internasionalisme atau perikemanusiaan
3     Mufakat atau demokrasi
4     Kesejahteraan social
5     Ketuhanan yang berkebudayaan         

                  Usulan lima asas tersebut atas saran sahabatnya yang ahli bahasa diberi nama :  “PANCASILA”  ,dan Ir.Soekarno juga mengatakan bahwa Pancasila tersebut bisa diperas menjadi : “ TRISILA “ yang meliputi :
1     Sosio Nasional , yaitu “ Nasionalisme dan Internasionalisme “
2     Sosio Demokrasi, yaitu “ Demokrasi dengan Kesejateraan Rakyat “
3     Ketuhanan yang Maha Esa
Dan bahkan beliau juga mengatakan bahwa “ TRI SILA” tersebut juga masih bisa diperas lagi menjadi : “ EKA SILA “, yaitu “gotong royong”

d.    Piagam Jakarta ( 22 Juni 1945 )
Usulan M.Yamin, Soepomo dan Ir.Soekarno dibahas oleh panitia sembilan pada tanggal 22 juni 1945, dan setelah melalui beberapa berdebatan, maka berhasillah disusun sebuah naskah piagam yang dikenal dengan sebutan :

” PIAGAM JAKARTA “, yang meliputi :
1   Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya
2   Kemanusiaan yang adil dan beradab
3   Persatuan Indonesia
4 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaratan / perwakilan
5   Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Naskah lengkap "Piagam Jakarta":



















C.        PENGERTIAN PANCASILA SECARA TERMINOLOGI :
            Dalam pembukaan 1 PPKI antara lain mengesahkan UUD’45 yang terdiri atas dua bagian yaitu Pembukaan UUD’45 dan pasal – pasal UUD’45 yang berisi 37 pasal, 1 ayat Aturan Peralihan yang terdiri atas 4 pasal, dan 1 Aturan Tambahan yang terdiri atas 2 ayat.
Dalam bagian Pembukaan UUD’45 yang terdiri atas empat alinea tersebut tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :
1     Ketuhanan Yang Maha Esa
2     Kemanusiaan yang adil dan beradab
3     Persatuan Indonesia
4     Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyaratan / perwakilan
5     Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Rumusan Pancasila yang tercantum dalam Pembukaan UUD’45 alinea empat itulah yang secara konstitusional sah dan benar sebagai dasar Negara Republik Indonesia, karena telah disahkan  oleh PPKI yang mewakili seluruh rakyat Indonesia, dan diperkuat dengan ketetapan MPRS NO.XX/MPRS/1966, serta Inpres No.12 Tanggal 13 April 1968.
                  Namun dalam sejarah ketatanegaran Indonesia yang mengalami beberapa kali perubahan bentuk negara, konstitusi dan system demokrasi, maka terdapat beberapa rumusan Pancasila yang lain, yaitu :
a.     Dalam Konstitusi RIS ( Republik Indonesia Serikat )
            Dalam konstitusi RIS berlaku tanggal 29 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950, tercantum rumusan Pancasila sebagai berikut :
1     Ketuhan Yang Maha Esa
2     Peri Kemanusiaan
3     Kebangsaan
4     Kerakyatan
5     Keadilan Sosial
b.     Dalam UUDS 1950 ( Undang – Undang Dasar Sementara 1950 ) :
            UUD’45 berlaku mulai tanggal 17 Agustus 1950 sampai dengan 5 Juli 1959. Dalam UUDS ini , rumusan Pancasila meliputi :
1     Ketuhanan Yang Maha Esa
2     Peri Kemanusiaan
3     Kebangsaan
4     Kerakyatan
5     Keadilan Sosial

3.    Fungsi Pancasila sebagai idiologi Negara :

1. Mempersatukan bangsa
2. Mengarahkan bangsa menuju cita-citanya.
3. Memelihara dan mengembangkan identitas bangsa.
4. Sebagai ukuran dalam menyampaikan kritik mengenai keadaan    
    bangsa.

Apakah  Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka ???:
Ya,Pancasila adalah suatu idiologi yang terbuka,
Karena, Pancasila telah memenuhi syarat-syarat sebagai idiologi terbuka, yaitu :

     1. Memiliki nilai dasar
         yaitu suatu nilai yang bersumber pada masyarakat atau realita bangsa
         Indonesia  seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan dan
         Keadilan.  Atau nilai-nilainya  tidak dipaksakan dari luar atau bukan pembe-
         berian negara.
     2. Memiliki nilai instrumental
         yaitu suatu nilai yang bertujuan  untuk melaksanakan nilai dasar,  Nilai   
         instrument contohnya yaitu :seperti UUD '  45,
         UU, Peraturan-peraturan, Ketetapan MPR, DPR, dll      
     3. Memiliki nilai praksis
         yang merupakan penjabaran nilai instrumental. Nilai
         Praksis terkandung dalam kenyataan sehari-hari yaitu bagaimana cara kita
         melaksanakan nilai Pancasila dalam hidup sehari-hari, seperti toleransi,
         gotong-royong, musyawarah, dll.


Pengertian Idiologi terbuka :
Idiologi terbuka adalah idiologi yang tidak beku/kaku/tertutup dan juga tidak dimutlakkan dimana nilainya tidak dipaksakan dari luar, bukan paksaan / pemberian negara tetapi merupakan realita yang diambil dan berasal dari masyaramasyarakat itu sendiri.

Ciri-cirinya Idiologi terbuka :
a. Merupakan kekayaan rohani, budaya ,masyarakat.
b. Nilainya tidak diciptakan oleh negara, tapi digali dari hidup masyarakat itu.
c. Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkan
    nya menurut zamannya.
d. Menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab.
e. Menghargai keanekaragaman atau pluralitas sehingga dapat diterima oleh
    berbagai latar belakang agama atau budaya.


Kenapa Pancasila tidak bisa dinyatakan sebagai Idiologi yang tertutup??

 Karena ,pengertian dari Idiologi Tertutup adalah idiologi yang bersifat mutlak dimana nilai-nilainya ditentukan oleh negara atau kelompok masyarakat, dan nilai-nilai yang terkandung di didalamnya bersifat instan.

Ciri-cirinya :
a. Cita-cita sebuah kelompok bukan cita – cita yang hidup di masyarakat.
b. Dipaksakan kepada masyarakat.
c. Bersifat totaliter menguasai semua bidang kehidupan masyarakat.
d. Tidak ada keanekaragaman baik pandangan maupaun budaya, dll
e. Rakyat dituntut memiliki kesetiaan total pada idiologi tersebut.
f. Isi idiologi mutlak, kongkrit, nyata, keras dan total.

    
      Permasalahan yang kemungkinan timbul dari Pancasila sebagai idiologi terbuka adalah :

·                     Pancasila sebagai suatu idiologi negara tentu saja akan berkembang kalau segenap komponen masyarakat proaktif, terus menerus mengadakan penafsiran terhadap Pancasila tersebut sesuai keadaan, bila masyarakat pasif /tanpa reaksi ,maka Pancasila sebagai suatu idiologi negara akan menjadi tertutup, sehingga relevansinya akan hilang.
·                     Karena bersifat terbuka , maka tidak menutup kemungklinan Pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan atau kepentingan


Catatan Penting

 “ SIFAT IDEOLOGI PANCASILA “ :
Pancasila,adalah suatu Ideologi yang bersifat terbuka, Ideologi Pancasila yang bersifat terbuka pada hakikatnya merupakan nilai – nilai dasar yang tercermin pada sila – sila Pancasila yang berisi fat tetap. Adapun penjabarannya dan realisasinya senantiasa diekpsplisitkan secara dinamis, terbuka dan senantiasa mengikuti perkembangan jaman. Keterbukaan ideology Pancasila juga menyangkut keterbukaan dalam menerima budaya asing, namun nilai – nilai esensial Pancasila bersifat tetap, dengan kata lain, Pancasila menerima pengaruh budaya asing dengan ketentuan, hakikat, atau substansi Pancasila, yaitu Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat tetap. Sehingga kita bisa menerima budaya yang sesuai dengan nilai – nilai Pancasila tersebut sedangkan yang tidak sesuai dengan nilai – nilai Pancasila tersebut harus tegas kita tolak.



CATATAN :  
PERBEDAAN ANTARA IDIOLOGI TERTUTUP DAN IDIOLOGI TERBUKA

IDIOLOGI TERTUTUP:
1.      Merupakan cita-cita yang muncul dari suatu kelompok orang yang bertujuan untuk untuk mengubah dan memperbarui masyarakat
2.      Atas nama ideologi dibenarkan melakukan tekanan /pengorbananpengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat
3.      Isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu melainkan terdiri dari berbagai macam tuntutan konkret dan operasional yang keras sesuai dengan keinginan penguasa, yang diajukan dengan mutlak.

IDIOLOGI TERBUKA:
1.      Bahwa nilai-nilai dan citacitanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambil dari moral, budaya masyarakat itu sendiri.
2.      Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan hasil musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut
3.      Nilai-nilai itu sifatnya dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional

.  Ideologi terbuka dan Ideologi Tertutup
Perbedaan ideologi terbuka dan ideologi tertutup dapat dipaparkan sebagai berikut :
No
Ideologi terbuka
Ideologi tertutup
1
Sistem pemikiran yang terbuka
Sistem pemikiran yang tertutup
2
Nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani,moral dan budaya masyarakat itu sendiri
Cenderung memaksakan mengambil nilai-nilai ideologi dari luar masyarakatnya yang tidak sesuai dengan keyakinan dan pemikiran masyarakatnya
3
Dasar pembentukan ideologi bukan keyakinan ideologis sekelompok orang, melainkan hasil musyawarah dan kesepakatan dari masyarakat sendiri
Dasar pembentukannya adalah cita-cita atau keyakinan ideologis perorangan atau satu kelompok orang
4
Tidak diciptakan oleh negara, melainkan oleh masyarakat itu sendiri sehingga ideologi tersebut adalah milik seluruh rakyat atau anggota masyarakat
Pada dasarnya ideologi tersebut diciptakan oleh negara, dalam hal ini penguasa negara yang mutlak harus diikuti oleh seluruh warga masyarakat
5
Tidak hanya dibenarkan, melainkan dibutuhkan oleh seluruh warga masyarakat
Pada hakikatnya ideologi tersebut hanya dibutuhkan oleh penguasa negara untuk melanggengkan kekuasaannya dan cenderung memiliki nilai kebenaran hanya dari sudut pandang penguasa saja
6
Isinya tidak bersifat operasional. Ia baru bersifat operasional apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundangan lainnya
Isinya terdiri dari tuntutan-tuintutan kongkrit dan operasional yang bersifat keras yang wajib ditaati oleh seluruh warga masyarakat



Oval: “ SIFAT IDEOLOGI PANCASILA “ :
Pancasila,adalah suatu Ideologi yang bersifat terbuka, Ideologi Pancasila yang bersifat terbuka pada hakikatnya merupakan nilai – nilai dasar yang tercermin pada sila – sila Pancasila yang berisi fat tetap. Adapun penjabarannya dan realisasinya senantiasa diekpsplisitkan secara dinamis, terbuka dan senantiasa mengikuti perkembangan jaman. Keterbukaan ideology Pancasila juga menyangkut keterbukaan dalam menerima budaya asing, namun nilai – nilai esensial Pancasila bersifat tetap, dengan kata lain, Pancasila menerima pengaruh budaya asing dengan ketentuan, hakikat, atau substansi Pancasila, yaitu Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan bersifat tetap. Sehingga kita bisa menerima budaya yang sesuai dengan nilai – nilai Pancasila tersebut sedangkan yang tidak sesuai dengan nilai – nilai Pancasila tersebut harus tegas kita tolak.
 



Pembaca yang baik pasti SELALU meninggalkan Komentar

{ 348 komentar... read them below or add one }

«Paling tua   ‹Lebih tua   201 – 348 dari 348   Lebih baru›   Terbaru»
Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb
maaf mengganggu disiang yang panas ini, saya ingin bertanya.. di sila kelima dalam pancasila itukan berbunyi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia" itukan seharusnya pemerintah dapat mengamalkannya namun fakta dilapangan pemerintah menyediakan dana mencapai 3,1 miliyar untuk studybanding kedesa dicina dan brasil, bukankah hal itu justru membuat boros anggaran negara? alangkah baiknya dana sekian banyak itu seharusnya digunakan untuk membangun fasilitas desa diindonesia. bagaimana pendapat ibu mengenai kejadian ini?
Terimakasih..
wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII - IPS4/21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Inge Priscila mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

Hana Nadjiyah Azhar mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

INGE PRISCILA
XII IPS 4 / 21

Hana Nadjiyah Azhar mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf mengganggu di siang yang panas ini bu7 ..
setelah saya baca beberapa, saya ingin bertanya ..
di Pancasila sila kelima kan berbungi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"
tetapi pada kenyataan di lapangan, DPR menyediakan sejumlah 3,1 milyar untuk study banding ke desa di Cina dan Brazil. Bukannya hal tersebut justru memboroskan anggaran dana negara? Bukannya alangkah baiknya dana sebesar itu dimanfaatkan untuk membangun fasilitas-fasilitas desa di Indonesia ?
Apakah tindakan DPR tersebut tidak melanggar sila kelima Pancasila apabila rakyat merasa di acuhkan dan tidak di pedulikan ??
sekian pertanyaan dari saya. Terimakasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Inge Priscila
XII IPS 4 / 21

santo iker mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb
bu saya mau bertanya apakah ideologi yang dianut suatu negara, mempengaruhi kemajuan negara tersebut?
terimakasih wassalamu'alaikum wr.wb

ERIK FEBRI ROMADONI XII IPA 1 09

growing your faith with Pembinaan Amalan Islam mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Selamat malam bu, sebelumnya kami minta maaf karena baru bisa menulis komentar pada blog ibu. Kami mempunyai beberapa pertanyaan setelah membaca materi diatas :

1. Salah satu fungsi pancasila sebagai ideologi negara kan mempersatukan bangsa, tapi dijaman sekarang banyak terjadi tawuran atau bentrokan antar massa, baik mengandung SARA maupun tidak, salah satu contohnya adalah bentrokan sampang yang baru-baru ini terjadi. Yang mau kami tanyakan adalah apakah pancasila masih dapat digunakan sebagai ideologi negara Indonesia? dan bagaimana cara kita menanggapinya sebagai seorang pelajar?
2. Setau kami, ideologi tertutup pernah digunakan di beberapa negara ataupun sistem pemerintahan, contohnya pada pemerintahan Uni Soviet, Nazi Jerman, dll yang kemudian menjadi negara adikuasa pada jamannya. Yang jadi pertanyaan adalah apakah ideologi ini dapat diterapkan di Indonesia?
3. Semisal kita sedang berperang melawan musuh, dalam kondisi ini kan keadaan akan sangat kacau, salah satu cara untuk bertahan hidup dan membela tanah air adalah membunuh atau dibunuh. Yang ingin ditanyakan adalah apakah pancasila masih mutlak menjadi pedoman dalam segala hal apabila keadaannya seperti itu?

Sekian dari kami, mohon maaf apabila ada salah ketik atau ada pertanyaan yang kurang sesuai dengan materi diatas, karena manusia tidak ada yang sempurna dan kesempurnaan hanya datang dari Allah SWT.

MERDEKA INDONESIA!!! I LOVE U FULL INDONESIA!!! :)

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Abdul Aziz Wibowo/XII IPA 2/1
Margianto/XII IPA 2/22

ridhlo annafi wiranto mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf bu baru bisa mampir ke blog ibu...
saya pernah membaca ada negara yang ideologinya tertutup menjadi terbuka, yang saya tanyakan apakah sistem pemerintahan suatu negara tersebut akan dimulai dari awal lagi atau hanya memperbaiki sistem pemerintahan yang sudah diberlakukan?
terimakasih bu dan mohon maaf juga jika pertanyaanya kurang berkompeten

Ridhlo Annafi W/XII IPS 5/25

bangkit manchaster mengatakan...

Assalamualaikum bu
permisi saya bangkit angga permana kelas xii ips 4 absent 6 mau menanyakan beberapa pertanyaan tentang idiologi tertutup berdasarkan logika saya.
rakyat pada negara yang menganut idiologi tertutup kan hanya sebagai objek dan tidak memiliki hak asasi. Padahal, pemimpin pada negara yang menganut idiologi tersebut juga rakyat kan bu? Tapi mengapa para pemimpin sewenang wenang kepada sesama rakyat? Apakah diberi hak untuk menindas rakyat?
Bu guru pernah cerita ttg negara china yang mahasiswa melakukan demo pertama kali. Lalu pada malam harinya itu mereka dilindas oleh tank hingga meninggal. Padahal kata bu guru negara tertutup itu tidak memiliki hubungan dengan luar negeri, sehingga menurut saya negara tersebut tidak memiliki alat seperti tank tersebut. Itu dari mana ya bu? Kalau misalnya bikin sendiri bahan bahan dan perancangnya itu dapat darimana?
Mungkin hanya itu dulu bu, sebenarnya masih ada lagi tapi saya rasa bisa untuk diskusi kelas saja. Terimakasih buu.. :)

dwi setyo mengatakan...

Assalamu'alaikim wr wb
maaf bu saya ijin bertanya, dulu pancasila pernah di protes karena pancasila yang pertama berbunyi "Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya", dan agar kesatuan tetap terjaga maka diganti menjadi ketuhanan yang maha esa, tapi dalam pembukaan UUD 1945 alinea3 berbunyi "atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa", kenapa tidak diganti menjadi "atas berkat rakhmat tuhan Yang Maha Kuasa", apakah karena lupa diganti? atau karena UUD itu buatan perorangan/golongan? atau karena apa?.takutnya karena hal itu, bisa terjadi perpecahan umat beragama, sekian saja bu pertanyaan dari saya terimakasih sebelumnya.
wassalamu'alaikum wr.wwb

dwi setyo ngabekti/XII IPA 3/12

marita riantika mengatakan...

assalamu'alaikum wr. wb.
bu herry bu... saya mau bertanya, menurut sumber referensi yang saya baca "Pancasila sebagai dasar Negara Indonesia merupakan ideologi yang terbuka. Artinya pancasila memiliki nila-nilai yang bersifat tetap dan tidak dapat berubah, namun dalam praktek sehari-hari pancasila dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa harus mengubah kandungannya. Dengan terbukanya ideologi bangsa Indonesia, Indonesia mampu menerima hal-hal baru yang berasal dari luar tapi tetap mempertahankan ciri khas Indonesia."
menurut kacamata bu herry apakah hal tersebut sudah teralisasikan? tolong dijelaskan ya bu? :)

MARITA RIANTIKA
XII IPS 4 (24)

titan nadia mengatakan...

Assalamu 'alaikum bu. Bu saya punya beberapa pertanyaan yang buat saya masih kurang paham. Yang pertama didalam ciri-ciri idiologi tertutup salah satunya cita-cita sebuah kelompok bukan cita-cita yang hidup di masyarakat maksudnya bagaimana bu? terus yang ke dua maksud dari realisasinya senantiasa dieksplesitkan secara diinamis terbuka dan senantiasa mengikuti perkembangan jaman apa? yang ke tiga apakah ada keuntungan dari idiologi tertutup untuk rakyatnya? yang ke empat maksud dari pancasila yang bersifat terbuka karena sifat terbukanya tersebut tidak menutup kemungkinan pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan atau kepentingan bagaimana bu itu??
Itu beberapa pertanyaan yang saya ajukan bu, maaf kalau ada tutur kata yang kurang berkenan, terima klasih bu sebelumnya.
Wassalammu 'alaikum wr.wb.

Titan Nadia Bella
Xll lPS 5 / 34

dhimas gayuh ar razaaq mengatakan...

Assalamu’alaikum

Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?

Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.

Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

dhimas gayuh ar razaaq mengatakan...

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?

Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.

Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

dhimas gayuh ar razaaq mengatakan...

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?

Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.

Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

Miko Herdian mengatakan...

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?
Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.
Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

dhimas gayuh ar razaaq mengatakan...

Assalamu’alaikum
Saya mau bertanya mengenai dimensi realita Bu, apakah hanya dengan “harapan-harapan kepada masyarakat untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan” bisa dikategorikan sebagai hal yang dapat mempertahankan suatu ideologi? Ideologi di Indonesia itu memang sudah sangat bagus, namun prakteknya masih jauh dari pancasila itu sendiri. Harapan memang ada dalam ideologi tersebut tetapi perwujudan dr wakil rakyat tdk bisa menjamin harapan yang real, kebanyakan masyarakat kita mengeluhkan, memprotes, demo mengenai harapan-harapan yang dijanjikan para wakil rakyat guna mewujudkan isi ideologi kita. Apakah dengan itu semua ideologi masih tetap bertahan sedangkan harapan-harapan untuk masyarakat tdk berbanding lurus dengan praktek yang dijanjikan wakil rakyat?

Yang kedua, saya mau bertanya pendapat ibu mengenai upacara memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia? Saya sering medapat cerita-cerita dari anak-anak paskibraka, ada yang menangis, ada yang siap ditembak ditempat jika melakukan kesalahan dalam pengibaran bendera Merah Putih, rela latihan setiap hari untuk mempersiapkan upacara tsb, saya sendiri merasakan sungguh merinding dan khidmat apabila upacara dilaksanakan karena merasa punya tugas yang istimewa dan mulia untuk mengibarkan Sang Merah Putih. Namun tdk sedikit masyarakat kita disana, yang hanya sekedar melihat uapacara saja tdk, bagaimana tanggapan Ibu? Apa yang harus dilakukan untuk menyadarkan rasa cinta tanah air kepada mereka? Karena jika hanya dengan menunggu kesadaran dari mereka sendiri itu entah akan terjadi kapan, dan apakah kesadaran itu akan terjadi sebelum mereka malah menghancurkan negaranya sendiri.

Sekian pertanyaan dari saya Bu, maaf jika pertanyaannya acak-acakan Bu. Semoga lekas dibalas agar dapat bermanfaat untuk semua. Terimakasih Bu Heri.
Dhimas Gayuh Ar Razaaq/XII IPA 5.

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Maaf Bu, saya baru bisa komentar sekarang.
Indonesia merupakan penganut ideologi terbuka. Pancasila adalah ideologi terbuka Indonesia. Pancasila mengajarkan kita tentang bagaimana berkehidupan secara berbangsa, bertanah air, serta memiliki suatu agama. Moral baik banyak terkandung dalam Pancasila. Namun, mengapa orang Indonesia yang memiliki Pancasila itu sendiri malah justru tidak mengamalkan Pancasila itu sendiri? Padahal jika semua atau mungkin 50% lebih masyarakat Indonesia benar-benar mengamalkan kandungan dari Pancasila. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju lagi daripada Indonesia yang sekarang. Mohon penjelasannya. Terimakasih

Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Bu saya mohon maaf
Indonesia menganut ideologi terbuka. Ideologi terbuka Indonesia adalah Pancasila. Kandungan-kandungan yang ada di dalam Pancasila benar-benar sangat Indah. Tetapi di zaman sekarang banyak sekali WNI yang tidak mengamalkan atau mungkin belum mengamalkan sepenuhnya kandungan sila-sila dalam Pancasila tersebut. Bagaimana caranya agar WNI mau mengamalkan kandungan sila dalam Pancasila tersebut? Jika jumlah WNI yang mengamalkannya secara sempurna paling tidak mendekati sempurna kira-kira berjumlah 50% lebih dari penduduk Indonesia. Insyaallah Indonesia akan menjadi negara yang lebih maju dari Indonesia yang sekarang ini.
Terimakasih
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Dean Nugraha mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb.
Selamat malam Bu, rasanya saat itu belum memberikan komentar satupun, tapi sekali coba malah saya begitu teradiksi/ketagihan.
Saya lihat pada pengertian Pancasila secara etimologis yang intinya terdapat ajaran moral dalam agama Buddha yang berisi lima larangan, tetapi apakah ada awal mulainya mengapa Pancasila terbentuk karena atau berdasarkan ajaran yang berisi larangan-larangan tersebut, apakah ajaran tersebut sudah meng-Indonesia? Lalu mengapa saat itu diketahui merupakan ajaran Buddha, mengapa pernah ada keganjilan saat memutuskan sila pertama pada Pancasila yang isinya tentang menjalankan syariat Islam? Mungkin harusnya kalau benar-benar sila tersebut tidak diralat, maka jadinya ada dua agama utama di Indonesia, yaitu Islam dan Buddha.
Inti dari pertanyaan saya yaitu lebih cepat mana antara terciptanya pengertian Pancasila secara etimologis yang menyangkut ajaran Buddha tersebut dengan waktu pengusulan sila-sila Pancasila yang diambil oleh Panitia Sembilan hingga muncul ketidaksetujuan pada salah satu dari sila tersebut (sila ke-1)
Terimakasih, maaf kalau bahasanya kurang dapat dipahami dan bolak-balik.
Wassalamu'alaikum wr wb.

Dean Nugraha/XII IPA 4/06

candra mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
saya chandra adi harbowo XII IPS 2 mau tanya , di atas kan disebutkan bahwa pancasila adalah ideologi terbuka ,dan ideologi terbuka merupakan realita yang diambil dan berasal dari masyaramasyarakat itu sendiri , tapi menurut saya realita tersebut tidak ada dalam masyarakat indonesia , bagaimana menurut bu heri ?
terimakasih , mohon maaf sebelumnya baru memberi komentar

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Assalamu’alaikum wr.wb.
Bu saya minta maaf karena baru bisa memberikan komentarnya sekarang.
Pancasila merupakan ideology terbuka bangsa Indonesia, dimana di dalamnya terdapat 5 sila yang berisai tentang aturan atau prinsip moral yang harus dilaksanakan oleh seluruh warga Negara Indonesia. Dan jika Negara Indonesia berhasil mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut maka dijamin Negara Indonesia pasti akan lebih maju dibendingkan dengan Negara Indonesia yang sekarang. Namun pada kenyataannya sekarang berbeda, ideologi terbuka (Pancasila) yang mencerminkan nilai-nilai dan cita-cita bangsa terutama bangsa Indonesia. Hanya segelintir besar orang dari jutaan penduduk Indonesia saja yang dapat mengamalkan mendekati kandungan dalam Pancasila tersebut. Lalu apa yang harus dilakukan WNI supaya dapat mengamalkan Pancasila secara sempurna? Tolong penjelasannya Bu, dan saya sekali lagi minta maaf karena baru bisa memberikan komentarnya sekarang. Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Muhamad Ardha mengatakan...

assalamu'alaikum wr. wb.
bu Herry, kami membaca artikel tentang ideologi panacasila. Disitu disebutkan bahwa pancasila memliki ruang terjadinya multi interpretasi atau beberapa pemahaman yang berbeda beda ketika dijabarkan. Hal itu menyebabkan sulitnya penetapan kebijakan. apakah hal tersebut benar, Bu? lalu bagaimana cara mengatasinya?

Muhamad Ardha Chanifulah (25)
Rafika Adi Hafara (26)
Tri Rahmandani (32)
Kelas XII IPS 2

Atika Fauziyyah mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb Ibu Herry Murti.
Maaf Ibu ternyata komentar saya belum terlihat karena pagi tadi error. Sebelum bertanya saya mau koment blog Bu Herry ya. Saya suka dengan pengajaran metode Ibu yang seperti ini. Selain meningkatkan IPTEK, siswa jadi lebih mudah untuk memahami materi yang diberikan dan bisa bertanya-tanya. Begini Ibu, saya mau bertanya Indonesia itu kan menggunakan Ideologi Terbuka di mana ini milik masyarakat Indonesia. Namun pada kenyataannya pelaksanaan tersebut belum seluruhnya diterapkan oleh Indonesia. Tetap saja ada aspirasi masyarakat yang masih sulit untuk diterima pemerintah. Bahkan banyak masyarakat di sana menunggu kesejahteraan dan keadilan pemerintah dari salah satu sila Pancasila yang ke 4 dan 5. Semua itu menjadikan orang awam kurang percaya dengan pemerintah kita sendiri. Nah pertanyaan saya ialah menurut Ibu mengapa hal ini terus saja terjadi dan tidak teratasi-atasi? Bagaimana memberikan kepercayaan kepada masyarakat awam atas pertanggungjawaban yang dilakukan pemerintah kepada mrakyat itu sendiri bila masyarakat sulit menyampaikan aspirasi? Terima kasih Ibu. Maaf bila pertanyaannya sedikit melenceng.

Apapun Itu mengatakan...

Assalamu'alauikum wr.wb
bu, saya mau tanya.
Ideologi sendiri dapat diubah atau digantikan, itu bagaimana syaratnya, dan pada keadaan seperti apa Ideologi itu dapat diubah.??

Dwinanda P.
XII-IPS 2
14

Reza Chandra Yanuar mengatakan...

Assalamu’alaikum wr.wb.
Bu saya minta maaf karena baru bisa memberikan komentarnya sekarang.
Pancasila merupakan ideology terbuka bangsa Indonesia, dimana di dalamnya terdapat 5 sila yang berisai tentang aturan atau prinsip moral yang harus dilaksanakan oleh seluruh warga Negara Indonesia. Dan jika Negara Indonesia berhasil mengamalkan sila-sila dari Pancasila tersebut maka dijamin Negara Indonesia pasti akan lebih maju dibendingkan dengan Negara Indonesia yang sekarang. Namun pada kenyataannya sekarang berbeda, ideologi terbuka (Pancasila) yang mencerminkan nilai-nilai dan cita-cita bangsa terutama bangsa Indonesia. Hanya segelintir besar orang dari jutaan penduduk Indonesia saja yang dapat mengamalkan mendekati kandungan dalam Pancasila tersebut. Lalu apa yang harus dilakukan WNI supaya dapat mengamalkan Pancasila secara sempurna? Tolong penjelasannya Bu, dan saya sekali lagi minta maaf karena baru bisa memberikan komentarnya sekarang. Terimakasih.
Wassalamu’alaikum wr.wb.
Reza Chandra Yanuar/XII IPA 5/27

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr. wb, maaf bu herry, saya baru bisa memberikan komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan saja.
1. Pada masa pemerintahan Ir. Soekarno, kita pernah menerapkan sistem demokrasi terpimpin dimana sistem tersebut hampir membuat negara kita tercinta, Indonesia menjadi komunis. Buktinya Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang manganut paham komunis. Tapi untungnya, Uni Soviet bubar dan rakyat Indonesia banyak yang menentang Ir. Soekarno sehingga negara kita tidak menjadi negara komunis karena negara komunis tidak pernah mementingkan aspirasi rakyat (berlawanan dengan sila keempat pancasila) sehingga memiliki ideologi tertutup. Alhamdulillah, sampai saat ini ideologi kita masih termasuk ideologi terbuka sehingga rakyat masih bebas berpendapat tetapi diawasi oleh pemerintah.
2. Ideologi terbuka itu harus bersumber pada realita bangsa. Berarti si pembuat ideologi tersebut harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara melainkan oleh masyarakatnya, caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? jika seperti itu, maka wilayah yang tidak mengirimkan perwakilan lebih sulit untuk ikut andil dalam menciptakan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu herry, maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

Dani Alfah mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb

selamat sore bu.. maaf saya mau menanyakan beberapa kata saja. Bu,yang pernah saya baca,Amerika sendiri menganut Ideologi Liberalisme, yaitu dimana rakyatnya memiliki kebebasan intelektual. sementara itu, Indonesia sendiri menganut ideologi Pancasila. nah, kalau misalnya Amerika itu melihat / menilai Ideologi yang negara kita anut lebih baik dari pada negaranya (liberalisme), apakah Amerika boleh / bahkan meniru ideologi kita? bagaimana itu bu?

Terima kasih.
wassalamu'alaikum wr.wb


Dani Alfah /XII IPS 4/10

YuandA7X mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya tentang bagaimana penjabaran dari tiap-tiap butir dari sila pertama sampai sila ke lima.
Kemudian apakah Ibu bisa menjelaskan mengapa pancasila yang dikemukakan oleh Ir. Soekarno bisa di ringkas menjadi Ekasila ? Apakah Ekasila yang berbunyi gotong-royong itu sudah mencakup keseluruhan dari Pancasila ?
Terima kasih untuk jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr. wb, maaf bu herry, saya baru bisa memberikan komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan saja.
1. Pada masa pemerintahan Ir. Soekarno, kita pernah menerapkan sistem demokrasi terpimpin dimana sistem tersebut hampir membuat negara kita tercinta, Indonesia menjadi komunis. Buktinya Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang manganut paham komunis. Tapi untungnya, Uni Soviet bubar dan rakyat Indonesia banyak yang menentang Ir. Soekarno sehingga negara kita tidak menjadi negara komunis karena negara komunis tidak pernah mementingkan aspirasi rakyat (berlawanan dengan sila keempat) sehingga memiliki ideologi tertutup. Alhamdulillah, sampai saat ini ideologi kita masih termasuk ideologi terbuka sehingga rakyat masih bebas berpendapat tetapi diawasi oleh pemerintah.
2. Ideologi terbuka itu harus bersumber pada realita bangsa. Berarti si pembuat ideologi tersebut harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara melainkan oleh masyarakatnya, caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? jika seperti itu, maka wilayah yang tidak mengirimkan perwakilan lebih sulit untuk ikut andil dalam menciptakan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu herry, maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr. wb.

YuandA7X mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya, bagaimana penjelasan tentang masing-masing butir pancasila dari sila pertama sampai sila kelima ?
Kemudian bagaimana bisa Pancasila gagasan Ir. Soekarno dapat diringkas menjadi Ekasila ? Apakah ekasila tersebut sudah mencakup makna dari pancasila ??
Teima kasih atas jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb

YuandA7X mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya, bagaimana penjelasan tentang masing-masing butir pancasila dari sila pertama sampai sila kelima ?
Kemudian bagaimana bisa Pancasila gagasan Ir. Soekarno dapat diringkas menjadi Ekasila ? Apakah ekasila tersebut sudah mencakup makna dari pancasila ??
Teima kasih atas jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb

YuandA7X mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya, bagaimana penjelasan tentang masing-masing butir pancasila dari sila pertama sampai sila kelima ?
Kemudian bagaimana bisa Pancasila gagasan Ir. Soekarno dapat diringkas menjadi Ekasila ? Apakah ekasila tersebut sudah mencakup makna dari pancasila ??
Teima kasih atas jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Yuanda Putra Perdana mengatakan...

Selamat sore, Bu.
Saya mau bertanya, bagaimana penjelasan tentang masing-masing butir pancasila dari sila pertama sampai sila kelima ?
Kemudian bagaimana bisa Pancasila gagasan Ir. Soekarno dapat diringkas menjadi Ekasila ? Apakah ekasila tersebut sudah mencakup makna dari pancasila ??
Teima kasih atas jawabannya, Bu. :)

Yuanda Putra .P/ XII IPS 4/ 37

Zain Azmii Nadhiirah Fathoni mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

mahanani retnaning mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

Andiny Puspa mengatakan...

@Egydia : Anda mengatakan kebudayaan-kebudayaan yang mempercayai roh-roh halus beserta upacara-upacaranya. Apakah kebudayaan tersebut tidak bertentangan dengan nilai Pancasila, terutama sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa?
Menurut saya Tidak. Karena bukan konteks kebudayaan yang menjadi titik berat dlm hal ini, tp lebih ke sistem kepercayaan dan adat yg kuat semata di masing2 budaya Indonesia, Jadi budaya dgn system kepercayaan dan adat/norma yang berlaku tidak ada hubungannya dg nilai pancasila sila pertama dan tentu tidak bertentangan karena itu merupakan khas dari setiap budaya.

Maaf bu Heri, di beberapa komentar saya lainnya lupa mencantumkan identitas…
Andiny P. XII Social 3

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb, maaf bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspir asi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.
Maaf Bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspirasi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang oleh rakyat Indonesia sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian Bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

zain azmii mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb.
Maaf Bu Herry, saya baru bisa komentar hari ini. Saya Zain Azmii Nadhiirah Fathoni dari kelas XII IPA 3 (33). Saya tidak ingin bertanya, hanya ingin memberikan tanggapan.
1. Ketika masa pemerintahan Ir. Soekarno, Ir. Soekarno menerapkan sistem demokrasi terpimpin yang hampir menganut paham komunis. Buktinya, Ir. Soekarno lebih mendukung blok timur, seperti Uni Soviet yang menganut paham komunis dimana kekuasaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Berarti paham tersebut termasuk ideologi tertutup karena tidak menampung aspirasi rakyat (bertentangan dengan sila keempat Pancasila). Alhamdulillah, untungnya hal itu ditentang oleh rakyat Indonesia sehingga negara kita tercinta, Indonesia masih menganut ideologi terbuka yang memberikan kesempatan kepada rakyatnya untuk berpendapat.
2. Ideologi terbuka harus bersumber pada realita bangsa, berarti pembuat ideologi harus pintar menilai/ melihat kondisi masyarakatnya. Ideologi terbuka tidak diciptakan oleh negara malainkan oleh masyarakat negara tersebut. Caranya dengan mengirimkan perwakilan dari setiap wilayah? sehingga setiap orang dapat menyalurkan idenya. Atau perwakilan tersebut tidak harus dari masing-masing wilayah? Jika seperti itu, kasihan rakyat dari wilayah yang tidak memiliki perwakilan karena lebih sulit untuk ikut andil dalam pembuatan ideologi.
Terima kasih atas perhatian Bu Herry. Maaf jika terdapat salah kata.
Wassalamu'alaikum wr.wb.

shandy mahardhika mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb
Permisi bu saya cuma mau menanyakan tentang "permasalahan yang kemungkinan timbul dari Pancasila sebagai Idiologi terbuka" saya kurang paham dengan kalimat ini " Karena bersifat terbuka , maka tidak menutup kemungklinan Pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan atau kepentingan ".
Dan ada kata "keinginan atau kepentingan" , nah kata tersebut itu menunjukkan keinginan atau kepentingannya siapa ???

Maf bu, jika pertanyaan saya tidak berkualitas..

ARPHADYA SHANDY M
XII IPS 4
03

shandy mahardhika mengatakan...

ko posting saya ga keluar ????

danu sicupliz mengatakan...

Assalamualaikum wr wb
Bu herry,saya ingin bertanya,Bagaimana cara menumbuhkan kadar atau ideolsm di alam mencapai cita citayang terkandung di dalam nilai nilai pancasila,dan jaga optimisme bangsa Indonesia terhadap cita cita dan tujuan dari Ideologi terbuka itu sendiri?

Nama : Ganang Baskara
Kelas: XII IPA 5
Nomor: 17

adam bagus mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
adam bagus mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb.
Maaf Bu, saya mau tanya mengapa Ir.Soekarno pernah mengatakan bahwa Pancasila dapat diperas menjadi trisila dan bahkan diperas lagi menjadi eka sila (gotong royong)???
Lima pantangan moralitas yang merupakan sisa-sisa pengaruh ajaran moral budha (pancasila)yang pernah melekat pada masyarakat Jawa khususnya, yang berisi kita dilarang :(mateni,maling,mabok,madon,main). Apakah ajaran tersebut masih tetap berlaku ??? Mengingat sifat atau perilaku masyarakat di sekitar kita sudah banyak yang melanggar lima pantangan moralitas

Adam Bagus Setiabudi / XII IPA 2 / 02

andiny puspa mengatakan...

Ibu saya mau menanggapi komentar Egidia, boleh?
Ia bertanya sekiranya begini,jika kita lihat adakah budaya di Indonesia yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila?
Seperti misalnya kebudayaan-kebudayaan yang mempercayai roh-roh halus beserta upacara-upacaranya. Apakah kebudayaan tersebut tidak bertentangan dengan nilai Pancasila, terutama sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa?
Menurut saya tidak, karena setiap budaya memiliki kekhasan masing-masing yang dilandasi kepercayaan yg sudah ada sejak lama. Jadi, budaya yg menganut sistem kepercayaan roh halus atau benda gaib lannya itu semata-mata hanya sebuah kepercayaan yg sudah mengakar di adat budaya tsh dan saya pikir setiap budaya berhak menjalankan kepercayaannya termasuk upacara2 adat masing2 sehingga tidak bertentangan dgn pancasila karena tidak berkaitan dengan sila pertama dalam pancasila

Andiny Puspa P /XII soc 3/ 04 / Sma N 1 Purbalingga

Tri K. Hasan mengatakan...

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Maaf Bu Herry, saya mau bertanya 2 hal.

Mr. Muhammad Yamin itu kan orang yang diberi kesempatan pertama kali oleh BPUPKI untuk menyampaikan pemikirannya tentang dasar negara lewat pidatonya. Tetapi, mengapa beliau juga menyampaikan usulan secara tertulis? Apakah beliau ragu atas pidatonya sehingga beliau juga menyampaikan usulannya secara tertulis?

Jika kita melihat usulan tertulis dari Mr. Yuhammad Yamin, kita akan melihat bahwa usulan tertulisnya mirip dengan Pancasila. Apakah panitia sembilan yang merumuskan Pancasila itu terinspirasi dari usulan tertulis Mr. Muhammad Yamin?

Terimakasih Bu Herry.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Tri Kumala Hasan / XII IPA 4 / 30

Tri K. Hasan mengatakan...

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Maaf Bu Herry, saya mau bertanya 2 hal.

Mr. Muhammad Yamin itu kan orang yang diberi kesempatan pertama kali oleh BPUPKI untuk menyampaikan pemikirannya tentang dasar negara lewat pidatonya. Tetapi, mengapa beliau juga menyampaikan usulan secara tertulis? Apakah beliau ragu atas pidatonya sehingga beliau juga menyampaikan usulannya secara tertulis?

Jika kita melihat usulan tertulis dari Mr. Yuhammad Yamin, kita akan melihat bahwa usulan tertulisnya mirip dengan Pancasila. Apakah panitia sembilan yang merumuskan Pancasila itu terinspirasi dari usulan tertulis Mr. Muhammad Yamin?

Terimakasih Bu Herry.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

//Tri Kumala Hasan / XII IPA 4 / 30

Tri K. Hasan mengatakan...

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Maaf Bu Herry, saya mau bertanya 2 hal.
1. Mr. Muhammad Yamin itu kan orang yang diberi kesempatan pertama kali oleh BPUPKI untuk menyampaikan pemikirannya tentang dasar negara lewat pidatonya. Tetapi, mengapa beliau juga menyampaikan usulan secara tertulis? Apakah beliau ragu atas pidatonya sehingga beliau juga menyampaikan usulannya secara tertulis?
2. Jika kita melihat usulan tertulis dari Mr. Yuhammad Yamin, kita akan melihat bahwa usulan tertulisnya mirip dengan Pancasila. Apakah panitia sembilan yang merumuskan Pancasila itu terinspirasi dari usulan tertulis Mr. Muhammad Yamin?
Terimakasih Bu Herry.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Tri Kumala Hasan / XII IPA 4 / 30

intan nurfa mengatakan...

Assalamualaikum Bu,
Saya hanya ingin menyampaikan bahwa di jaman sekarang ini, terlihat bahwa banyak pemuda Inddonesia yang kurang menghargai nilai-nilai pancasila, apakah justru ini disebabkan karena penyalahgunaan Idiologi terbuka? Rakyat menjadi terlalu bebas dalam penyampaian aspirasinya sehingga terkadang mereka tidak mengaplikasikan nilai pancasila dalam menyampaikan suatu pendapat, dan kekerasan cenderung sering digunakan apabila aspirasi mereka kurang dihargai.
Saya lebih suka dengan keadaan pemerintah yang lebih tegas dalam menangani masyarakat yang bertindak menyalahgunakan idiologi terbuka, seperti pada masa pemerintahan Suharto, pemerintah cukup tegas sehingga meskipun Indonesia tetap menganut Idiologi terbuka, tapi peraturan dan nilai pancasila tetap diutamakan :)

Intan Nurfa Amalia
XII IPA 5/20

angga bagus mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf bu baru komentar
Bu saya mau tanya, budaya jaman sekarang kebanyakan kebudayaan yang merusak moral yang datangnya dari kebudayaan asing, misalnya saja diskotik dan tempat hiburan malam lainnya. Di materi, ibu tuliskan budaya yang boleh diterima di indonesia hanyalah budaya yang sesuai dengan nilai-nilai pancasila. Menurut hal tersebut bagaimana pendapat bu herry, apakah ada nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam budaya asing tersebut? Terimakasih

Angga Bagus D/XII IPS 3/5

KnightWalkerz mengatakan...

Assalamualaikum wr.wb.
bu saya mau tanya, kok indonesia belum jadi negara maju ya??
kalau jawabannya karena korupsi saya rasa ngga begitu ngaruh banget, negara maju lainnya juga banyak pemimpinnya yang korupsi??

Astriana Dian Wahdani mengatakan...

Assalamualaikum Bu Herry. Setelah saya membaca materi ini, ada yang ingin saya tanyakan. Pada materi diatas disampaikan salah satu ciri-ciri Ideologi terbuka adalah menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab.Kira-kira bagaimana aplikasi/penerapan ciri tersebut yang bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari? Atau hal apa yang dapat membuktikan bahwa ideologi terbuka dapat menginspirasi masyarakat untuk bertanggung jawab?
Terimakasih Bu, wassalamualaikum:)
Astriana Dian Wahdani/ XII IPA 3/ 05

andri setiawan mengatakan...

assalamu'alaikum, bu saya mau tanya mengapa urutan sila pada pancasila itu seperti itu ? apa yang menjadi dasar dalam pembuatannya.? Buat selanjutnya Indonesia itu merupakan negara yang terdiri dari berbagai suku, menurut saya kebanyakan dari mereka terutama bagi masyarakat terpencil dan suku pedalaman belum mengenal sepenuhnya apa itu PANCASILA. apalagi beberapa daerah terpencil di indonesia kualitas pendidikannya masih kurang dengan di buktikannya sekolah yang masih sulit untuk di akses. terkadang sangatlah sulit untuk menanamkan nilai nilai pancasila kepada mereka karena sifat keprimitifan mereka. bagaimana cara kita untuk menanamkan nilai pancasila kepada seluruh masyarakat indonesia tanpa terkecuali agar semua tujuan PANCASILA terwujud salah satunya menjadikan negara yang satu.

Andri Setiawan /XII IPA3 /02

Rafi setyo mengatakan...

hari ini tanggal 23 agustus 2013 pukul 19:02


gayuh kresnawati mengatakan...

Assalamu'alaikum Bu Herry ...
materinya sangat bermanfaat buat kami. saya mau bertanya, bagaimana dampak dari penerimaan pancasila sebagai ideologi terbuka di Indonesia??
Makasih bu, Wassalamu'alaikum wr.wb
Gayuh Kresnawati
XII IPA 3 / 11

Rifa Rofifah Ramadhani mengatakan...

Bu Herry, sebenarnya saya ingin menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan Pancasila dan UUD 1945. Pertanyaan ini sebenarnya sudah sangat lama ada di benak saya, namun mungkin ini kesempatan untuk saya menanyakan pertanyaan tersebut. Bu, pada awalnya isi sila pertama pada Pancasila adalah “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya”, kemudian dirubah menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”, yang menurut saya dikarenakan adanya pemihakan pada salah satu agama tertentu, dan Indonesia sendiri memiliki agama yang beragam. Namun, di dalam UUD 1945 alinea ke 3 yang berbunyi “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa,..........” menurut saya itu masih memihak pada salah satu agama tertentu, mengapa kalimat tersebut tidak dirubah dengan kalimat seperti yang terdapat Pancasila sila pertama bu? (maksud saya dengan dirubah dengan "Tuhan Yang Maha Kuasa") Terima Kasih :)

RIFA ROFIFAH R./XII IPA3/26.

Rizki Muhinda mengatakan...

Assalamualaikum bu herry.
Setelah saya membaca materi di atas, saya punya beberapa pertanyaan bu.
1. Seperti yang kita ketahui semua negara itu kan memiliki ideologi yang berbeda-beda. Lalu apakah mungkin jika kita menerapkan satu ideologi yang telah disepakati bersama untuk seluruh negara? Jika memungkinkan, apa saja dampak jangka pendek dan jangka panjang dari adanya kesamaan ideologi tersebut? Apakah mungkin nantinya semua negara akan hidup damai dan aman karna adanya kesamaan ideologi atau sebaliknya?
2. Apa saja peran pancasila dalam pembangunan di bidang pendidikan, terutama pendidikan di era sekarang ini yang sudah maju?

Terima kasih atas penjelasannya bu.

Ika Rizki Muhinda Putri / XII IPA 3/ 12

Lutfitona Ridho Pambudi mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb
saya ingin bertanya apakah pancasila sebagai ideologi terbuka sudah di laksanakan dengan baik dan benar? apa yang dapat kita lakukan(khususnya hal hal kecil) yang dapat membuat sila sila dalam pancasila dapat terwujud di seluruh kalangan masyarakat, terimakasih

lutfitona ridho p/xii ips 3/20

irsyadhr mengatakan...

Assalamualaikum Bu Herry
Ada yang ingin saya tanyakan,Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembagan jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya. Namun dg semakin derasnya globalisasi & majunya IPTEK ,
Apakah dimasa mendatang ,nilai-nilai dasar pancasila dan jati diri bangsa Indonesia masih tetap bertahan dari pengaruh-pengaruh budaya luar?
Terima kasih Bu Herry :) wassalamualaikum

irsyadhr mengatakan...

Assalamualaikum Bu Herry
Ada yang ingin saya tanyakan,Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila merupakan ideologi yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembagan jaman tanpa pengubahan nilai dasarnya. Namun dg semakin derasnya globalisasi & majunya IPTEK ,
Apakah dimasa mendatang ,nilai-nilai dasar pancasila dan jati diri bangsa Indonesia masih tetap bertahan dari pengaruh-pengaruh budaya luar?
Terima kasih Bu Herry :) wassalamualaikum

Maulina Choirunnisa mengatakan...

Bu Herry, saya mau bertanya. Apakah ada negara yang awalnya menganut idiologi terbuka selanjutnya berganti menganut idiologi tertutup? Jika ada, kenapa bisa terjadi hal seperti itu? Faktor apa saja yang sekiranya menjadi penyebab terbesar perpindahan dari idiologi terbuka menjadi tertutup itu bu?
Mohon penjelasannya.
Terima kasih sebelumnya.


Maulina Choirunnisa/XII IPS 2/22

Layla Hasanah mengatakan...

Assalamu'alaikum bu,
saya ingin mengajukan pertanyaan, bagaimana cara kita sebagai rakyat Indonesia semakin memahami ideologi kita yaitu pancasila, sehingga dapat memajukan negara Indonesia?
terima kasih sebelumnya bu.
wa'alaikumsalam wr.wb.

Layla Hasanah
XII IPA 1/15

Mauly n' Susanto mengatakan...

Assalamualaikum Wr. Wb.
Terimakasih atas materi yang Ibu share disini..
Di dalam materi ini menimbulkan pertanyaan dari diri saya, walaupun hanya pertanyaan yang mudah, tapi lebih baik saya tanyakan saja..

Begini Bu, Pancasila kan dikatakan sebagai ideologi terbuka karena Pancasila digali dari kehidupan masyarakat Indonesia pada saat itu, padahal Pancasila itu sendiri berasal dari bahasa Sansekerta, yang digunakan oleh kasta Brahmana. Maka pada saat itu Indonesia sebagian besar merupakan kaum Budha. Kemudian Agama Islam mulai tersebar di Indonesia, Pancasila atau yang sebelumnya disebut sebagai "berbatu sendi lima", diubah lagi namanya, menjadi “Ma lima“ , meskipun dalam segi isi tidak berubah secara spesifik.
Pertanyaan saya :
1. Dibandingkan dengan saat sekarang, masyarakat Indonesia pada zaman dululah yang mencetuskan istilah Pancasila beserta isinya. Dimana pada saat sekarang sudah tidak ada lagi kasta-kasta yang ada pada zaman dahulu. Jadi, masihkah bisa istilah Pancasila kita gunakan sekarang yang masyarakat Indonesianya sudah sangat berbeda dengan yang ada pada saat pertama dicetuskannya istilah Pancasila dari Bahasa Sanseketa?
2.. Mungkinkah pernyataan di atas bisa menjadi gambaran mengenai Indonesia ke masa yang akan datang? Seperti ajaran dan budaya yang masuk ke Indonesia, bisa saja merubah Pancasila kita.
3. Bagaimana tindak lanjut kita agar Pancasila yang sudah dipelajari dan diamalkan selama ini tidak berubah dengan mudah mengikuti zaman?

Terimakasih sebelumnya, Bu.
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Saya : Mauly Nabia Susanto dari kelas XII IPA 1 nomor 19

Mauly n' Susanto mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Fian Setiyaningsih mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Setelah membaca materi di blog ini, saya mau bertanya Bu.
Jika suatu negara bisa menanamkan nilai- nilai ideologi dan mengamailkan nilai- nilai yang terkandung dalam ideologinya maka negara tersebut bisa menjadi negara maju. Bagaimana cara negara- negara maju menanamkan ideologinya kepada masyarakatnya? Dan menurut Bu Herry, jika Indonesia juga menerapkan cara penanaman nilai- nilai seperti yang dilakukan mereka(negara maju), apakah bisa berhasil?
Terima kasih sebelumnya, Bu.
Wasalamu'alaikum Wr. Wb

Fian Setiyaningsih
XII IPA 1 nomor 13

Iena mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb.
bu herry enna mau tanya, dari materi yang sudah enna baca, terdapat kalimat "pada hakikatnya ideologi tersebut (ideologi tertutup)hanya dibutuhkan oleh penguasa negara untuk melanggengkan kekuasaannya dan cenderung memiliki nilai kebenaran hanya dari sudut pandang penguasa saja" berarti jika kebenaran itu terdapat pada masyarakatnya serta dibutuhkan juga oleh masyarakat untuk melanggengkan negara yang sejahtera sesuai dengan cita - cita pancasila atau dapat dibilang cita - cita masyarakat bertolak belakang dengan pemerintah, apa masyarakat dapat menentang yang diatur oleh pemerintah ?
terimakasih.
wassalamu'alaikum wr.wb
Ienna XII IPA 1/14

Leni mengatakan...

Selamat siang Bu Her...
Berkaitan dengan ideologi seperti yang tercantum di atas, pertanyaan saya sangat simple dan mungkin ini pertanyaan umum.
Seperti yang kita ketahui bahwa makna dari ideologi itu sendiri ialah cita-cita bangsa, yang pasti cita-cita setiap bangsa ingin membuat negaranya itu menjadi negara yang maju, adil, dan makmur. Bagaimana cara sosialisasi bagi generasi muda khususnya yang pada nantinya akan menjadi penerus bangsa agar ideologi bangsa ini tercapai sesuai harapan dan bagaimana cara menerapkan sifat sosial yang penting bagi generasi muda agar mereka memimpin tidak hanya mengandalkan "otak" namun kesadaran sosial? Sebab rasa sosial sangatlah penting untuk mengkoordinir bagaimana negara kita akan dibawa..

LENI OKTRIANA / XII IPA 3 / 15

Tri Yuli Mirantika Putri mengatakan...

Assalamu'alaikum wr wb
Terimaksih Bu Herry materinya, sangat bermanfaat.
Saya ingin bertanya Bu, di atas kan dijelaskan bahwa suatu idiologi dapat bertahan menghadapi tantangan dalam masyarakat jika memiliki dimensi realita, idealisme, fleksibilitas, mohon penjelasannya Bu, bagaimana Pancasila dalam dimensi tersebut? Terimakasih :)
Wassalamu'alaikum wr.wb.


Tri Yuli Mirantika Putri/XII IPA 5/30

Muhammad Alwan Irfan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Muhammad Alwan Irfan mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam Abita! Merah, Putih, Indonesia Ya Aku Bangga Padamu :)!

1. Bagaimana cara menumbuhkan kadar dan idealism yang terkandung Pancasila sehingga mampu memberikan harapan optimisme dan motivasi untuk mewujudkan cita-cita?
2. Apa yang dimaksud ideologi? Mengapa kita begitu peduli terhadap ideologi?
3. Manakah yang kita maksud dengan Pancasila? Benarkah Pancasila sebagai suatu ideologi?
4. Bagaimana agar Pancasila sebagai ideologi difahami dan menjadi acuan bangsa Indonesia dalam melaksanakan berbagai kegiatannya dalam hidup berbangsa dan bernegara?
5. Bagaimana perbandingan ideologi nasional Pancasila dikaitkan dengan ideologi-ideologi besar dunia seperti agama, liberalisme dan komunisme?

Mohon Penjelasannya Bu, Terima Kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Muhammad Alwan Irfan_XII IPS 5_18.

ummu amalia mengatakan...

assalamualaikum Bu ,
saya mau bertanya , tdi di atas di sebutkan ciri - ciri ideologi terbuka dan salah satu dari ciri - ciri tersebut adalah "Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya" . Tolong jelaskan maksud dari ciri - ciri tersebut ?
Terimaksih Bu . .

Nama : Ummu Amalia Ramadhan
Kelas : XII IPS3

Algi Yuliana Sari mengatakan...

assalamu'alaikum ibu
setelah saya membaca materi diatas , saya mau bertanya
Sebuah idiologi dapat bertahan dalam menghadapi perubahan dan tantangan dalam masyarakat apabila idiologi itu memiliki 3 dimensi tapi jika ideologi hanya memiliki satu dimensi atau dua dimensi saja itu gimana ? apakah ideologi itu akan hilang ?
kenudian di perbedaan ideologi terbuka dan tertutup disebutkan Atas nama ideologi dibenarkan melakukan tekanan /pengorbananpengorbanan yang dibebankan kepada masyarakat . itu bagaimana maksudnya ya bu ? mohon penjelasannnya ya bu.
terimakasih :)

Algi Yuliana Sari / XII IPS 3 /01

Denisa Fatraya mengatakan...

assalamualaikum bu Herry,saya sangat senang dengan post-post bu herry dalam blog ini,yang saya mau tanyakan di perbedaan antara ideologi terbuka dan ideologi tertutup yang ke 6 pada ideologi terbuka yaitu Isinya tidak bersifat operasional. Ia baru bersifat operasional apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundangan lainnya,maksudnya bagaimana ya bu?terimakasih,wassalamualaikum

Denisa Fatraya mengatakan...

assalamualaikum bu Herry,saya sangat senang dengan post-post bu herry dalam blog ini,yang saya mau tanyakan di perbedaan antara ideologi terbuka dan ideologi tertutup yang ke 6 pada ideologi terbuka yaitu Isinya tidak bersifat operasional. Ia baru bersifat operasional apabila sudah dijabarkan ke dalam perangkat yang berupa konstitusi atau peraturan perundangan lainnya,maksudnya bagaimana ya bu?terimakasih,wassalamualaikum
Denisa Fatraya XII IPS 2/07

Mita Putri mengatakan...

Mita Putri Indrayanti (XII IPA 1/ 20)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Pancasila adalah ideologi terbuka bagi Indonesia yang merupakan suatu tatanan yang sengaja dibuat dengan musyawarah yang mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia. Namun, pada saat ini banyak penyimpangan yang terjadi. Bahkan, penegak hukum sekalipun yang seharusnya jadi panutan malah terjerumus menjadi pelaku tindak kejahatan. Bagaimana kalau Pancasila dipaksakan saja seperti pada ciri ideologi tertutup? Sehingga mau tidak mau semua warga Indonesia menaati Pancasila sebagaimana mestinya,pasti Indonesia akan teratur.

Najah Dhiya Kamilina (XII IPA 1/22)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Bu Herry saya mau tanya, sejak kapan Pancasila dijadikan sebagai ideologi terbuka?
Pada era pemerintahan Soeharto, beliau menjalankan pemerintahanya secara otoriter.Buktinya apabila ada warga negara Indonesia yang tidak sesuai dengan aturan yang dibuat oleh pemerintahan Soeharto langsung mendapatkan hukuman salah satunya ditembak mati.Bagaimana posisi dan kekuatan hukum Pancasila pada saat itu Bu?


Realita Ismaning Rahayu (XII IPA 1/28)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Seperti yang telah kita ketahui pada materi blog bu Herry bahwa Pancasila sebagai ideologi terbuka. Menurut bu Herry apa bukti-bukti bahwa pancasila sebagai ideologi terbuka telah diterapkan di Indonesia? Mengapa masih terjadi “kesemrawutan” di Indonesia?


Berliana Lufikasari (XII IPA 1 /08)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Telah kita ketahui bahwa negara Indonesia menerapkan Pancasila (ideologi terbuka) sebagai pengatur dalam tatanan negaranya. Untuk itu ,bagaiman peran Pancasila dalam menyelesaikan masalah yang akhir-akhir ini sering terjadi di Indonesia? Jika ada, apa contoh nyatanya Bu? :)


Wahyu Nur Faizah (XII IPA 1/34)
Assalamualaikum Wr. Wb :)
Narkoba adalah salah satu masalah yang sudah sering terjadi di Indonesia. Namun, dalam penanganannya belum sebaik dengan apa yang diharapkan. Contoh nyatanya jika pecandu dan pengedar narkoba orang kaya hanya direhabilitasi. Akan tetapi, jika orang miskin malah dipenjara bertahun-tahun. Apakah penyimpangan tersebut termasuk penyimpangan Pancasila? Jika iya, berikan cara pencegahannya Bu !

Anisa Ragil Handayani mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat sore Bu Herry. Maaf baru bisa komentar :)
Sebelumnya terima kasih untuk materi yang telah Ibu berikan di blog ini, sangat efisien dan bermanfaat.
Saya mau menanyakan suatu hal mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka.
yang saya ketahui, pancasila sebagai ideologi terbuka itu bersifat dinamis. maksud dari dinamis disini itu bagaimana ya, Bu?
lalu, pertanyaan kedua saya, bagaimana contoh sikap-sikap positif yang dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari terhadap pancasila sebagai ideologi terbuka.
terima kasih, Bu.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Anisa Ragil Handayani / XII IPA 4 / 04

Nandzdha Stofanaga mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Terima Kasih bu atas materi yang telah ibu share, materi ini sangat berguna khususnya bagi saya.
Bu herry saya mau tanya, sebenarnya apa saja contoh pengamalan pancasila sila ke 3 dalam kehidupan sehari hari di lingkungan bermasyarakat ?
Terimakasih

Ananda Dwinanti K
XII IPS 3 / 03

Nike Astikawati mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Maaf bu baru bisa memberikan komentar pada blog ibu.
Saya ingin sedikit bertanya.

Yang pertama, sejauh ini pemberitaan tentang gerakan separatis makin terdengar nyaring. Mulai dari GAM yang sudah mereda, disusul RMS, GPM, dan NII (yang konon sudah surut namun masih aktif dan gencar di belakang layar). Seolah Pancasila yang kita miliki tak lagi diminati atau dibutuhkan. Dengan adanya pemberitaan yang demikian, apakah Pancasila sebagai Ideologi Terbuka masih relevan layak untuk diterapkan?

Dan yang terakhir, di dalam penjelasan dimensi realita disebutkan bahwa "kemampuan sebuah idiologi untuk mencerminkan realita yang hidup dimasyarakat dimana ia lahir atau kenyataan saat awal kelahirannya", yang pastinya dengan demikian bangsa Indonesia akan betul-betul merasakan dan menghayati nilai-nilai tersebut dan tentunya akan berusaha untuk mempertahankannya. Apakah pada realitanya, pada saat sekarang ini nilai-nilai pada keterbukaan ideologi negara ini dapat dirasakan, dihayati, dan dipertahankan dengan baik?

Mohon pejelasan dan pendapatnya bu.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Nike Astikawati/XII IPS 1/23

Rezky Bagas Pradipta mengatakan...

Assalamu'alaikum.wr.wb
Permisi bu, mau tanya. Tentang ideologi terbuka tadi dijelaskan mempunyai ciri ciri yaitu nilai nilai yang terkandung di dalamnya adalah tuntutan konkret dan operasional yang keras sesuai dengan keinginan penguasa, dan juga memiliki sifat memaksa. Yang saya tanyakan adalah apakah sudah pasti ideologi tertutup dianut oleh negara negara otoriter?
Terima Kasih atas jawaban ibu. Wassalamu'alaikum.wr.wb

Nama: Rezky Bagas Pradipta
Kelas: XII IPS 3/30

Reza Yozani mengatakan...

Bu Herry saya ingin bertanya beberapa hal. Pada materi di atas dikatakan bahwa salah satu ciri-ciri ideologi terbuka ialah isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkan. Saya ingin menanyakan apa yang dimaksud dari isinya tidak instan atau operasional?
Kemudian bagaimana yang dimaksud dengan ideologi negara adalah gagasan fundamental mengenai hidup bernegara?
Dan yang terakhir yang saya kurang paham adalah pengertian ideologi menurut Louis Althusser mengenai arti "bagamaina cara menjalankan hidup di dunia bukan mengajarkan apa itu dunia"?
Terima kasih bu :)

Reza Yozani Tjipto
XII IPA 1

Annisa Luthfi Fadhilah Ma'ruf mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Blog ini sungguh membantu siswa dalam belajar menghargai sebuah ilmu. Karena ilmu tidak di dapatkan dengan mudah, pastinya harus melalui sebuah usaha. Ya seperti ini, siswa harus berusaha membuka blog agar bisa mendapatkan materi.
Ibu Herry yang cantik, saya mau bertanya, materi di atas disebutkan bahwa salah satu ciri ideologi terbuka itu "Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya" itu maksudnya bagaimana bu? Jika 50 tahun mendatang bangsa Indonesia telah melupakan nilai-nilai luhur Pancasila, apakah ideologi yang saat ini diterapkan di Indonesia bisa diganti dengan yang baru (yang sesuai dengan keadaan pada saat itu)? Karena pada ciri-ciri tersebut dikatakan tiap generasi boleh menafsirkan menurut jamannya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb
ANNISA LUTHFI FADHILAH MA'RUF
XII IPA 2
01

khusnul isnawati mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
bu herry di atas kan disebutkan suatu negara bisa memiliki idiologi yang terbuka ataupun tertutup. saya belum terlalu paham sebenarnya suatu negara untuk memiliki suatu idiologi baik akan idiologi tertutup atau terbuka itu awalnya bagaimana bu? terus apabila suatu negara menganut idiologi tertutup bagaimana kehidupan masyarakatnya. mohon penjelasannya bu.terimakasih
Wassalamu'alaikum wr.wb

khusnul isnawati XII IPA 2/17

Elika Cute mengatakan...

Selamat siang bu ..
Saya mau bertanya , Pancasila berfungsi sebagai ideologi terbuka yang bersifat fleksibel dan mengikuti perkembangan jaman . Apakah dengan Pancasila yang bersifat fleksibel itu akan merubah norma atau nilai yang tekandung di dalamnya karena proses globalisasi ?

Elika Charisti Anna Gunawan
XII IPA 1/10

Albertus Eko mengatakan...

Bu, saya mau tanya :
1. salah satu dimensi ideologi adalah dimensi fleksibilitas. Saya ingin bertanya apakah penafsiran terhadap ideologi pancasila harus dilakukan oleh pribadi masing masing ? Kenyatannya di jaman ini banyak yang belum paham benar tentang ideologi pancasila. Hal ini mengakibatkan rakyat Indonesia mulai melupakannya dan tidak berusaha menafsirkan ideologi sehingga tambah hari, ideologi tambah tidak diperhatikan. Bagaimana solusi hal tersebut ?
2.jika dilihat usulan dasar negara yang disampaikan Muh. Yamin sesuai dengan pancasila yang ada. Apakah usulan Muh. Yamin yang memang dijadikan sebagai Pancasila ?
Sekian bu, terima kasih..

Albertus Eko Suryanto/ XII IPA 1/03
"Karena kita lahir di Indonesia, maka mari kita cintai tanah kelahiran kita sendiri."

Albertus Eko mengatakan...

Selamat siang bu ,
kami mau bertanya .
1. Pancasila sebagai ideologi terbuka bersifat fleksibel . apakah dengan begitu nilai dan norma yang berada di dalam masyarakat akan berubah seiring perkembangan jaman ?
2.

Elika Charisti A.G.
XII IPA 1 / 10

Albertus Eko mengatakan...

selamat siang Bu, saya mau bertanya

1. Bagaimana cara menumbuhkan kadar idealisme yang terkandung dalam ideologi pancasila supaya dapat mewujudkan cita cita bangsa Indonesia?
2. Pancasila itu sebagai falsafah hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia. Itu maksudnya bagaimana bu?

Terima kasih.

TALLENTA AYU P.
XII IPA 1(32)

Danar Dirgo Widagdo mengatakan...

Asslamu’alaikum bu her.., terima kasih atas materi yang telah diberikan melalui blog ini, maupun di dalam KBM.
Saya jadi lebih tahu apa yang bangsa kita miliki termasuk Ideologi yang selama kita ini anut, ternyata indah juga ya, pancasila jika kita melaksanakannya di kehidupan sehari-hari. Begitu pentingnya suatu hal jika kita tahu dengan baik dan melaksanakannya. Namun ada yang membuat saya bingung yaitu.
1. Mengapa pancasila tidak menjadi ciptaan muh. yamin padahal isi pancasila yang selama ini kita amalkan sangat persis?

Nama : Danar Dirgo Widagdo
Kelas : XII IPS 3

goes mavericks mengatakan...

assalamungalaikum Bu Herry, saya Bagus Bayu dari XII IPA 1, komentar saya mungkin sangat sederhana. sebagai murid seperti saya menurut ibu apa yang harus saya lakukan untuk mengamalkan Pancasila dengan realita bahwa bangsa Indonesia pada saat ini? karna sebenarnya saya pun ingin memajukan bangsa Indonesia, saya ingin merubah bangsa ini, saya pun punya mimpi Indonesia menjadi bangsa mercusuar dunia. sekian bu maaf bila ada salah kata . wassalamungalaikum (Bagus Bayu Utomo XII IPA 1/07)

Brilian Wijaya Umaro mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Brilian Wijaya Umaro mengatakan...

Assalamu'alaikum bu herry, pertanyaan saya sangat sederhana.Seperti kita ketahui ada negara yang memiliki ideologi tertutup, dan ideologi tertutup tersebut bersifat memaksakan masyarakat. Masyarakat harus patuh dan tidak boleh menentang kebijakan. Apa itu tidak menyalahi hak asasi manusia?
Brilian Wijaya Umaro/ XII IPA 2/ 05

Dessi Nurpuspita mengatakan...

assalamu'allaikum wr wb.
saya Dessi Nurpuspita dari kelas XII IPS 2, saya ingin bertanya, mengapa pancasila yang sudah dirumuskan berdasarkan norma dan nilai yang sesuai dengan bangsa Indonesia justru malah saat ini banyak masyarakat yang tidak mengenal makna nilai-nilai yang ada pada pancasila? Dan bagaimana agar hal seperti ini tidak terus-terusan terjadi bu?
terimakasih

Amirudin Nuril Huda mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Tadi disebutkan dalam bagian permasalahan yang kemungkinan timbul dari Pancasila sebagai idiologi terbuka yaitu "Karena bersifat terbuka , maka tidak menutup kemungklinan Pancasila akan ditafsirkan menurut keinginan atau kepentingan."
Yang saya tanyakan, apakah hal tersebut hingga sekarang sudah pernah terjadi? Apa dampaknya apabila hal tersebut benar-benar terjadi?
Sekian pertanyaan dari saya, apabila ada tutur kata yang salah saya mohon maaf.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Amirudin Nuril Huda
XII IPS 2/01

levia fresika mengatakan...

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
saya Levia Fresika T. kelas XII IPA 1
Materi yg ibu berikan menarik dan sangat bermanfaat :). Saya ingin bertanya bu, Pancasila memiliki 5 sila yang memiliki makna.. Tetapi saat ini banyak sikap-sikap masyarakat kita yang keluar dari nilai-nilai pada sila Pancasila. Tawuran antar suku, rakyat Indonesia banyak yang tidak peduli dengan keyakinannya, narkoba, seks bebas, korupsi, hukum dibeli dengan uang, terorisme, pemimpin bangsa saling menjatuhkan, inilah yang terjadi pada bangsa Indonesia saat ini.
Melihat masalah bangsa Indonesia yang makin rumit, timbul pertanyaan. Apakah ideologi pancasila kurang cocok dengan bangsa Indonesia? sehingga bangsa Indonesia belum mencapai cita-citanya.

Muhammad Iqbal Aji Pratama mengatakan...

Assalamu'laikum wr.wb

Maaf bu menganggu waktunya ibu,kalo boleh saya mau bertanya bu hehe.
Akhir-akhir ini saya rasa anak jaman sekarang kok belum seluruhnya menerapkan nilai-nilai pancasila sesuai dengan sila-sila yang ada. Lah bagaimana caranya agar anak jaman sekarang khususnya dan masyarakat pada umumnya agar bisa menerapkan nilai-nilai yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari sesuai denga sila-sila yang ada ?

Dan menurut ibu siapa saja yang berperan penting agar masyarakat dan anak remaja pada khususnya mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari ?

Sebelumnya saya minta maaf ya bu :) terima kasih atas jawaban ibu nanti hehe.
Semoga ibu dan keluarga selalu diberikan lindungan oleh-Nya #aamin dan semoga ilmu yang telah ibu berikan kepada saya dan murid-murid ibu,mampu bermanfaat sampai kapanpun. #aamin
Makasih ya Bu :)

Wassalamu'alaikum wr.wb

Muhammad Iqbal Aji Pratama
XII IPS 2 / 24

Annisa Luthfi Fadhilah Ma'ruf mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Blog ini sungguh membantu siswa dalam belajar menghargai sebuah ilmu. Karena ilmu tidak di dapatkan dengan mudah, pastinya harus melalui sebuah usaha. Ya seperti ini, siswa harus berusaha membuka blog agar bisa mendapatkan materi.
Ibu Herry yang cantik, saya mau bertanya, materi di atas disebutkan bahwa salah satu ciri ideologi terbuka itu "Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkannya menurut zamannya" itu maksudnya bagaimana bu? Jika 50 tahun mendatang bangsa Indonesia telah melupakan nilai-nilai luhur Pancasila, apakah ideologi yang saat ini diterapkan di Indonesia bisa diganti dengan yang baru (yang sesuai dengan keadaan pada saat itu)? Karena pada ciri-ciri tersebut dikatakan tiap generasi boleh menafsirkan menurut jamannya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb
ANNISA LUTHFI FADHILAH MA'RUF
XII IPA 2
01

prettybohemian mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Saya mau bertanya bu, apakah di Indonesia sudah sepenuhnya menerapkan pancasila sebagai ideologi terbuka? Kemudian salah satu ciri-ciri ideologi terbuka adalah nilainya berasal dari masyarakat (bukan dibuat oleh negara). Seperti apakah nilai-nilai tersebut dan bagaimana contoh nyatanya di negara kita, bu? Terima kasih.

Amalia Wahyu Triana (XII IPA 1, 04)

Rani Nurlistiyawati mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb. bu herry,
Saya memiliki beberapa pertanyaan,
pertama, dalam tulisan bu herry dikatakan bahwa "Pancasila sebagai Idiologi negara adalah gagasan fundamental mengenai hidup bernegara milik seluruh bangsa Indonesia, bukan hanya milik negara atau rezim pemerintah". Lalu gagasan fundamental itu sendiri apa?
yang kedua, apakah percaya dan memegang teguh adat istiadat itu termasuk dalam nilai-nilai Pancasila? Kalau iya, apakah berarti pada zaman sekarang nilai-nilai pancasila itu sendiri sudah mulai luntur? Seperti yang sudah kita ketahui, zaman selkarang banyak rakyat Indonesia yang melupkan adat istiadat daerahnya masing-masing,
Sekian bu, terimakasih
Wassalamu'alaikum wr.wb.
Rani Nurlistiyawati/XII IPA 4/20

Kiki Rock mengatakan...

Assalamu'alaikum Bu Herry, saya ingin bertanya mengapa tanggal 1 juni masih ada yang memperingati sebagai hari lahirnya pancasila? Padahal kapan lahirnya pancasila itu tergantung dari fungsinya sebagai apa. Pernyataan bahwa pancasila diciptakan bung karno, kita tahu itu hanya sebagai ajang politik bagi suatu kaum. Bung karno pun pernah berkata bahwa beliau bukan pencipta pancasila. Beliau hanya penggali nilai luhur pancasila yang ada di masyarakat. Lalu, kenapa sampai saat ini, tanggal 1 juni masih ada yang menganggap sebagai hari lahir pancasila? Bagaimana pandangan ibu mengenai hal tersebut? Terima kasih atas kesediaan ibu menjawab pertanyaan ini. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Anindya Rahmawati
XII IPA 4/03

Yasmin Nur F A mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Sebelumnya maaf Bu Herry, baru bisa bertanya.
Saya ingin bertanya,
Pertama, Bagaimana jika nilai-nilai luhur Pancasila sebagai ideologi terbuka sudah tidak bisa diterapkan lagi di Indonesia? Seperti kita ketahui, akhir-akhir ini nilai-nilai luhur Pancasila mulai luntur, terbukti maraknya korupsi dan ketidakadilan di dunia hukum. Hal kecil misalnya banyak orang yang berbuat kebaikan dengan rasa pamrih, bertindak tidak jujur demi mendapat nilai baik dan sebagainya. Apakah mungkin Pancasila akan dihapuskan karena semakin lunturnya nilai-nilai luhur tersebut? Bagaimana caranya agar nilai-nilai luhur Pancasila bisa selalu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia?
Yang Kedua, Apa maksud dari Pancasila isinya tidak bersifat operasional?
Terima Kasih Bu Herry,
Wassalamu'alaikum Wr.Wb.
Yasmin Nur Fitriyani Azhar / XII IPA 4 / 32

Kiki Rock mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Permisi bu, saya mau tanya. Sekarang banyak masyarakat yang sudah mulai melupakan nilai - nilai dari sila pancasila. Mereka mengamalkan sila - sila tersebut apabila mereka memiliki kebutuhan. Misalnya saja pengamalan sila kelima akan diterapkan jika sedang berkampanye saja. mereka akan giat menyumbang bencana, dan sebagainya. Namun, jika masa kampanye lewat, mereka lupa dengan sesama. Dilihat dari contoh tersebut, menurut ibu apakah nilai pancasila sudah mulai luntur? Jika iya, bagaimana cara kita menyikapinya?
Terima kasih Ibu Herry,
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Rizki Aninditya Bayu Aji
XII IPS 4/31

Rafi setyo mengatakan...

tangggal 1 oktober

Assalamu'alaikum wr.wb
langsung saja saya mau sedikit bertanya :)
a. mengapa banyak orang yang mempermasalahkan tentang siapa yang menciptakan PANCASILA?
b. apa makna dibalik kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945?
mungkin hanya itu saja :D
terimakasih
wassalamu'alaikum wr.wb

Rafi Setyo D. XII IPS 5/25

Tiara Mesias mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
Tiara Mesias mengatakan...

Selamat malam, bu Herry...
Maaf, saya terlambat untuk memberikan komentar di blog Ibu, dikarenakan komputer saya sempat mengalami masalah selama beberapa hari sehingga tidak bisa digunakan...
Blog Ibu menurut saya cukup edukatif dengan penjelasan yang detail tentang bagaimana pengertian ideologi dan asal mula Pancasila itu sendiri serta apa saja yang termasuk sebagai ciri-ciri ideologi terbuka dan tertutup, sehingga saya sebagai siswa pun dapat memahami termasuk ideologi apakah Pancasila itu, asal mulanya, serta pengaruhnya terhadap perkembangan bangsa ini. Tapi, Bu, saya ingin menanyakan, dalam blog Ibu disebutkan bahwa Pancasila merupakan ideologi terbuka yang memiliki sistem pemikiran yang terbuka dengan nilai-nilainya yang digali dan berasal dari moral bangsa ini sendiri. Pancasila juga merupakan ideologi dimana sejalan dinamis dengan perkembangan masyarakatnya dan mampu bertoleransi dengan budaya-budaya yang berasal dari luar yang tentunya masih sesuai dengan nilai-nilai luhur yang dimiliki bangsa Indonesia. Namun, mengapa, menurut pengamatan saya, sebagian masyarakat Indonesia masih cenderung berpikiran tertutup terhadap pengaruh kebudayaan luar yang dapat meningkatkan mutu serta kemajuan bangsa ini. Misalnya, dengan terdapatnya beberapa protes dari para aktivis muslim yang menentang dilaksanakannya ajang Miss World di Indonesia. Padahal ajang Miss World sendiri bukanlah ajang yang hanya memamerkan kecantikan belaka, namun juga intelektualitas, moral, serta budaya saling mengasihi dan membantu antar semua umat di dunia tanpa memandang suku, ras, dan juga agama. Bukankah ajang tersebut sangat mengamalkan serta mewujudkan nilai-nilai luhur yang terdapat dalam Pancasila itu sendiri? Mengapa bangsa Indonesia justru menentang hal-hal yang tentunya dapat memberikan perubahan ke arah yang lebih baik? (mengingat perilaku bangsa ini sebagian besar sekarang sudah begitu jauh menyimpang dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila). Mengapa bangsa Indonesia justru berpikiran tertutup seperti itu dimana seharusnya bangsa ini dituntut untuk mampu bertoleransi dan dapat menerima pengaruh budaya luar serta globalisasi yang tentunya masih sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa kita?

Itulah pertanyaan saya. Mohon maaf bila terdapat kata-kata yang menyinggung/kurang berkenan.

Terimakasih atas perhatian Ibu.

Tiara Mesias P./XII IPA 1/33

Rindy P mengatakan...

Assalamu'alaikum bu Herry.. Saya mau mengajukan satu pertanyaan yang cukup singkat, dalam materi diatas disebutkan bahwa ciri-ciri ideologi tertutup salah satunya adalah tidak ada keanekaragaman baik pandangan maupun budaya. Apakah berarti di negara yang menganut idiologi tertutup hanya ada satu budaya? Sementara, yang saya tahu, di setiap negara-negara terdapat lebih dari satu budaya karena masyarakatnya yang beragam.

RINDHI REZQI HERTINDHA XII IPS 3 31

PBG-Security Down mengatakan...

bu, didalam pancasila terdapat Dimensi Idealisme
yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan. pertanyaan saya apakah cara mewujudkan harapan harapan masyarakat hanya bisa diwujudkan dengan pembangunan? apakah tidak ada cara lain sehingga yang tercantum dalam dimensi idealisme hanya dalam bidang pembangunan?
terimakasih
wassalamu'alaikum wr.wb

Awal Syaefulloh / XII IPS 5

PBG-Security Down mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb
saya mau bertanya bu, dalam Dimensi Idealisme
yaitu kemampuan sebuah idiologi untuk dapat memberikan harapan-harapan kepada masyarakatnya untuk mewujudkan masa depan yang cerah melalui pembangunan. pertanyaan saya apakah hanya dalam pembangunan saja harapan harapan masyarakat dapat terwujud?
lalu kenapa dalam dimensi idealisme hanya terdapat pembangunan untuk mewujudkan harapan masyarakat? apakah tidak ada cara lain untuk mewujudkan harapan masyarakat sehingga dalam dimensi idealisme yang tercantum hanya melalui pembangunan?
terimakasih
wasalamualaikum .wr.wb

sedyaningrum pujawati mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
Bu Herry, maaf sebelumnya baru sempat komentar
Saya mau tanya, salah satu fungsi Pancasila sebagai Ideologi Negara adalah memelihara dan mengembangkan identitas bangsa. Apakah hal tersebut sudah berhasil diterapkan di Indonesia sekarang ini? Apa saja contonhya? Lalu bagaimana cara untuk memelihara dan mengembangkan identitas bangsa Indonesia?
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr.wb

Sedyaningrum Pujawati / XII-IPA4 / 27

Rena Purwa mengatakan...

Asslamu'alikum Bu Herry.
Sebelumnya saya minta maaf karena terlambat dalam bekomentar.
Permasalahan yang mungkin muncul dari Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah Pancasila dapat ditafsirkan menurut kepentingan golongan tertentu atau pejabat tertentu. Yang ingin saya tanyakan adalah jika hal ini terjadi, bagaimana cara meluruskannya sehingga tidak ada lagi yang salah dalam menafsirkan Pancasila?
Terma kasih.
Wassalamu'alaikum.

Rena Purwaningtyas, XII IPA 4, 21

Maratu Latifa mengatakan...

assalamu'alaikum wr.wb

Saya mau memberikan komentar dan bertanyaan kepada Bu Herry, begini didalam piagam Jakarta yang dicetuskan oleh M.Yamin, Seopomo, Ir. Soekarno di sila pertama berbunyi Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk – pemeluknya.
nah yang mau saya tanyakan, pada saat itu memang hanya ada tiga tokoh saja atau dibacakan didepan khalayak, padahal kan tidak hanya orang muslim yg berada di Indonesia ada banyak orang yang memeluk agama non muslim, dan saat itu tidak ada sanggahan apapun dari tokoh non muslim? yah meskipun isi sila pertama langsung diubah menjadi "ketuhanan yang Maha Esa". Hanya saja saya heran, mengapa ketiga tokoh tersebut tidak langsung menjurus ke 'ketuhanan yang maha esa' yang lebih Universal.. Mungkin cukup sekian yg bisa saya tanyakan, mohon maaf apabila dalam menyampaikan pertanyaan tidak terlalu baik, Terima Kasih bu Herry

/Maratu Latifa Yuan/xii ips 5/17

ciiputriana mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb
maaf bu telat komennya,
bu, Pancasila merupakan cita-cita bangsa dan jati diri bangsa indonesia. tetapi yang terjadi adalah masyarakat banyak yang belum mengenal sepenuhnya Pancasila, dalam pendidikan dikenalkan hanya sebatas teori saja, dan itu hanya 2 jam selama 1 minggu, terkadang juga hanya berbicara teori dibandingkan praktek. dan terkadang pada tenaga pengajar ada juga yang belum mengaplikasikan Pancasila secara baik. pertanyaannya, bagaimana langkah yang terbaik menanamkan moral Pancasila terhadap para generasi muda yang sudah terlena akan kenikmatan sesaat yang diperkenalkan oleh barat? bisakah media menjadi sarana dalam penanaman moral pancasila pada masyarakat.
terimakasih bu, walopun sedikit nda nyambung.

Putriana Wahyu N.
XII IPS 5/24

ciiputriana mengatakan...

Assalamu'alaikum bu, mau bertanya, bagaimana cara kita dalam memupuk hati dalam melakukan pengamalan-pengamalan sila-sila pancasila mengingat kita adalah warga negara Indonesia? Soalnya saya sering lalai dalam pengamalan tersebut bu. Maaf sebelumnya jika ada kata-kata yang tidak sesuai. Wassalamu'alaikum wr.wb.
MIKA NUNGQI W (XII IPS 2)

fiana indrasari mengatakan...

Fiana Indrasari XII IPS 5Blog yang sangat bagus Ibu.. bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang pancasila..

Saya punya pertanyaan seputar pancasila bu,, mungkin ini sepele tapi banyak diantara kami atau bahkan masyarakat umum belum tau. Sebenarnya apa tujuan selalu dibacakannya Pancasila dalam upacara bendera bu? Menurut saya itu salah satu langkah yang bagus untuk membuat generasi muda selalu mengingat pancasila walaupun belum memahami dan mengamalkannya, terlebih siswa masih banyak yang menyepelekan saat pancasila dibacakan. semoga jawaban dari ibu dapat membuka kesadaran kami untuk menghargai dan mengamalkaan pancasila.. terimakasih..

fiana indrasari mengatakan...

Fiana Indrasari XII IPS 5Blog yang sangat bagus Ibu.. bisa menambah wawasan dan pengetahuan tentang pancasila..

Saya punya pertanyaan seputar pancasila bu,, mungkin ini sepele tapi banyak diantara kami atau bahkan masyarakat umum belum tau. Sebenarnya apa tujuan selalu dibacakannya Pancasila dalam upacara bendera bu? terlebih siswa masih banyak yang menyepelekan saat pancasila dibacakan. semoga jawaban dari ibu dapat membuka kesadaran kami untuk menghargai dan mengamalkaan pancasila.. terimakasih..

Mumtaz Nasyaya mengatakan...

Assalamualaikum bu Herry, maaf saya baru bisa komen bu./
Bu saya mau bertanya, Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa Indonesia. Namun sekarang ini banyak golongan atau organisasi-organisasi yang berideologi selain pancasila. Bukankah ini bisa mengancap keberadaan bangsa kita? namun kenapa pemerintah dan masyarakat Indonesia terkesan kurang peduli dan tanggap dengan hal ini?

Mumtaz Nasyaya mengatakan...

Assalamualaikum bu Herry, maaf saya baru bisa komen bu./
Bu saya mau bertanya, Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa Indonesia. Namun sekarang ini banyak golongan atau organisasi-organisasi yang berideologi selain pancasila. Bukankah ini bisa mengancap keberadaan bangsa kita? namun kenapa pemerintah dan masyarakat Indonesia terkesan kurang peduli dan tanggap dengan hal ini?

Gangsar Zaenurohman mengatakan...

Assalamu'alaikum wr.wb

Bu herry, saya mau tanya, apakah negara yang semula memiliki ideologi terbuka, bisa menjadi negara yang menganut ideologi tertutup?, kalau itu dapat terjadi, siapa yang berhak untuk menentukan perubahan ideologi tsb?, apakah rakyat, legislatif, eksekutif, apa pihak-pihak yang lainnya?. Maaf bu, saya terlambat, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali, hehe.
Terima Kasih Bu Herry.

Gangsar Zaenurohman. XII IPA 4/08

nindita damanik mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Maaf bu, saya mau bertanya.
Pancasila itu kan termasuk ideologi terbuka dimana nilai-nilainya bersifat fleksible dan dapat mengikuti perkembangan jaman.
Namun apabila keadaan, budaya dan kebiasaan masyarakat sedah saling bertolak belakang dengan nilai-nilai pancasila karena perubahan jaman, masih dapatkah pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka? Sedangkan syarat ideologi terbuka salah satunya adalah harus memiliki nilai dasar, yaitu nilai yang bersumber pada masyarakat atau realita bangsa.

Terimakasih bu :)
Nindita Damanik / XII IPA 4

nindita damanik mengatakan...

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

Maaf bu, saya mau bertanya.
Pancasila itu kan termasuk ideologi terbuka dimana nilai-nilainya bersifat fleksible dan dapat mengikuti perkembangan jaman.
Namun apabila keadaan, budaya dan kebiasaan masyarakat sedah saling bertolak belakang dengan nilai-nilai pancasila karena perubahan jaman, masih dapatkah pancasila dikatakan sebagai ideologi terbuka? Sedangkan syarat ideologi terbuka salah satunya adalah harus memiliki nilai dasar, yaitu nilai yang bersumber pada masyarakat atau realita bangsa.

Terimakasih bu :)
Nindita Damanik / XII IPA 4

Resa Sukiarita mengatakan...

Assalamu 'alaikum wr wb bu herry
sebelumnya terimakasih bu atas materinya, ada beberapa pertanyaan yang saya ingin tanyakan bu.
1. Seperti yang sudah ada di materi bahwa ideologi dibagi menjadi 2 yaitu ideologi terbuka dan ideologi tertutup yang jelas memiliki perbedaan. Dari perbedaan itu, masalah seperti apa yang kira-kira akan muncul antar negara yang ber-ideologi berbeda yang menjalin kerjasama ya bu?
2. Pancasila memiliki nilai-nilai yang digali dari kehidupan masyarakat Indonesia, tapi bagaimana dengan masyarakat yang tidak hafal dengan pancasila bu? Apakah perlu diadakannya wajib hafal Pancasila untuk masyarakat Indonesia bu?
ya demikian bu, terimakasih atas penjelasannya.
wassalamu 'alaikum wr wb

resa sukiarita XII IPS 4

nina saputri mengatakan...

assalamualaikum bu Hery, Afwan saya Nina Nur Annisha XII IPA 2, mau bertanya ibu, salah satu ciri-ciri ideologi terbuka itu adalah Isinya tidak instan atau operasional sehingga tiap generasi boleh menafsirkan
nya menurut zamannya. hlaa pada zaman ini, generasi kita cenderung menghilangkan norma-norma yang ada dan membuat tafsiran yang salah tentang ideologi kita, sehingga timbullah banyak penyelewengan-penyelewengan. Hlaa bagaimana ya bu agar ciri-ciri td diatas menjadi benar adanya, dan berpengaruh pd masyarakat? Terima kasih bu sebelumnya. Wassalamualaikum.. :)

Mutia Syarifah Azma mengatakan...

Selamat pagi bu, saya mutia syarifah kelas XII Ipa 2, mau mengomentari seputar masalah fungsi pancasila sebagai ideologi bangsa, yang dimaksud sebagai ukuran dalam menyampaikan kritik mengenai keadaan bangsa. Bagaimana mekanisme pancasila sebagai ukuran menyampaikan kritik bangsa? Apakah masyarakat di ajak untuk kritis mengenai bangsa Indonesia atau bagaimana bu? Terimakasih

Rinaldi Rosdian Rasyid mengatakan...

assalamungalaikum bu heri saya mau tanya kenapa di indonesia kehidupan bernegara tidak sesuai dengan idiologi pancasila banyak kekerasan ,keadilan tidak di tegakkan sebenar benarnya . mohon penjelasannys . terima kasih.. Rinaldi Rosdian R. XII IPA 4 / 22

Hardina Atsilia mengatakan...

Hardina Atsilia XII IPS 3
assalamu'alaikum wr.wb
saya mau bertanya apakah pancasila sebagai ideologi terbuka di Indonesia sudah berjalan baik atau belum?jika sudah berjalan baik apakah ada buktinya?
Apakah pancasila sebagai ideologi terbuka sudah di terapkan dalam sistem pemerintahan Indonesia?
Mohon pencerahannya bu...

Hardina Atsilia mengatakan...

Hardina Atsilia XII IPS 3
assalamu'alaikum wr.wb
saya mau bertanya apakah pancasila sebagai ideologi terbuka di Indonesia sudah berjalan baik atau belum?jika sudah berjalan baik apakah ada buktinya?
Apakah pancasila sebagai ideologi terbuka sudah di terapkan dalam sistem pemerintahan Indonesia?
Mohon pencerahannya bu...

Rara Mala mengatakan...

Assalamu'alaikum wr. Wb.
Maaf bu baru bisa memberi komentar..
Setelah membaca postingain oancasila sebagai ideologi terbuka, saya ingin bertanya pada ibu..
Pengertian Ideologi menurut Nicollo Machiavelli di bukunya yaitu IL Principle mengatakan bahwa ideologi adalah pengetahuan cara mendapatkan , menyembunyikan dan mempertahankan kekuasaan dengan memanfaatkan konsepsi keagamaan.. Konsepsi keagaamaan sendiri itu apa ya bu ?
Ayu Tiara Kusuma / XII IPS 3 / 5

Iqbal Novian Hidayat mengatakan...

Assakamualaikum. Wr. Wb.
Maaf baru senpat untuk mengirimkan tugas..
Saya mau bertanya, damapk negatif apa yang akan muncul jika ideologi tertutup diterapkan di Indonesia? Dan bagaimana cara agar nilai2 pancasila benar benar bisa di amalkan?
Terimakasih.. :)
Wassalamualaikum. Wr. Wb,

Tri Nugroho mengatakan...

terima kasih atas ilmunya

Poskan Komentar